<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Berani Mengkritik</title>
	<atom:link href="http://dewiyuhana.wordpress.com/2008/02/29/berani-mengkritik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dewiyuhana.wordpress.com/2008/02/29/berani-mengkritik/</link>
	<description>Bicara tentang cinta dan Tuhan, belajar dari setiap peristiwa dalam kehidupan...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 09:31:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: ngodod</title>
		<link>http://dewiyuhana.wordpress.com/2008/02/29/berani-mengkritik/#comment-173</link>
		<dc:creator>ngodod</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 01:30:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dewiyuhana.wordpress.com/?p=96#comment-173</guid>
		<description>asal trus nggak gondok dan servernya dikiloin aja mbak.. hehehe.. pisss...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asal trus nggak gondok dan servernya dikiloin aja mbak.. hehehe.. pisss&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Nin</title>
		<link>http://dewiyuhana.wordpress.com/2008/02/29/berani-mengkritik/#comment-172</link>
		<dc:creator>Nin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 06:21:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dewiyuhana.wordpress.com/?p=96#comment-172</guid>
		<description>Nyatanya mengkritik memang lebih berat dari dikritik. Betul sekali, banyak orang yang siap dikritik tap tak siap mengkritik...
Saya insya Allah siap dua-duanya, asalkan ada pembicaraan sebelumnya dengan seseorang bahwa kita siap saling dikritik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nyatanya mengkritik memang lebih berat dari dikritik. Betul sekali, banyak orang yang siap dikritik tap tak siap mengkritik&#8230;<br />
Saya insya Allah siap dua-duanya, asalkan ada pembicaraan sebelumnya dengan seseorang bahwa kita siap saling dikritik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: antown</title>
		<link>http://dewiyuhana.wordpress.com/2008/02/29/berani-mengkritik/#comment-169</link>
		<dc:creator>antown</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2008 13:04:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://dewiyuhana.wordpress.com/?p=96#comment-169</guid>
		<description>Mendapat kritikan itu terkadang sangat menyakitkan. Padahal jika kita membuka diri kita, sebuah kritikan justru vitamin yang baik untuk perkembangan diri kita.
Kalo berani mengkritik orang lain, tapi dari belakang itu namanya tidak jantan. sok kritis namanya. Ada banyak orang dengan gaya seperti itu di lingkungan terdekat kita. Ngakunya kritis, tapi takut.
Menghadap rektor belum ada nyali, taku di drop out, ditendang dari kampusnya. hehehe... 
ada-ada saja...
Ok! tetap mengkritik dan mari kita siap-siap dikritik, karena kritik itu sehat.

Salam
antown.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mendapat kritikan itu terkadang sangat menyakitkan. Padahal jika kita membuka diri kita, sebuah kritikan justru vitamin yang baik untuk perkembangan diri kita.<br />
Kalo berani mengkritik orang lain, tapi dari belakang itu namanya tidak jantan. sok kritis namanya. Ada banyak orang dengan gaya seperti itu di lingkungan terdekat kita. Ngakunya kritis, tapi takut.<br />
Menghadap rektor belum ada nyali, taku di drop out, ditendang dari kampusnya. hehehe&#8230;<br />
ada-ada saja&#8230;<br />
Ok! tetap mengkritik dan mari kita siap-siap dikritik, karena kritik itu sehat.</p>
<p>Salam<br />
antown.blogspot.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
