Lha wong wedok iku kan seneng digorohi
Saat rapat evaluasi mingguan beberapa waktu lalu, ada komentar “lucu” dari GM tentang sikap biro iklan yang ‘agak aneh’. Menurutnya, beberapa pemimpin perusahaan besar sudah mulai tidak percaya dengan data jumlah eksemplar koran yang disodorkan perusahaan media massa (sebagian besar me-mark up), namun sebaliknya biro iklan ho-oh saja saat ada media yang mengemukakan penjualan jauh di atas data riil.
“Mungkin gara-gara perwakilan biro iklan didominasi cewek. Lha wong wedok iku kan seneng digorohi (perempuan suka dibohongi), jadi pas dikasih tau data bohong ya percaya aja, padahal mungkin sudah tahu itu ndak bener”.
Saat menulis ini saya baru saja membaca imel dari seorang teman, cukup singkat. Bukan tentang biro iklan atau media massa, tapi terkait erat dengan perempuan
Ehmm, dari kalimat sederhana yang ditulis, saya kok mulai merasa takut, Waduuuuuuh, jangan2 saya termasuk perempuan yang suka dengan hal boongan.
EIts!!, ada temen yang ngintip monitor dan langsung berkomentar “KAMU?? the realistic women I’ve ever know. Emang kenapa to, kok sampe ngerasa begitu?”
“Mau tau aja lu!. Udah, jangan ngintip, orang lagi nulis digangguin”
“Eh, ndak pake NGINTIP juga ntar bakal tau postinganmu. Dunia maya Jeng…”
“Iiiiyyyyaaaa!!!, tapi tunggu lah. belon selesai”
“Loh, loh..kok obrolan kita ente masukin ke blog sih?”
“Biarin!!”


Tapi kayake wanita lebih suka disanjung deh
….