pernahkah kamu mendustai hati
mengkhianati rasa cinta
menghilangkan, tak mau mengakui keberadaannya?
aku pernah.
itu dulu, saat cinta terasa seperti beban
kala sayang terlihat bagai tekanan
aku mengingkarinya
tak mau mengakui, apalagi mengingat
bahkan sedetik dalam mimpi
tapi tahukah kamu?
cinta tak akan pernah berhenti memberi
cinta tak akan pernah lelah mencintai
tak akan putus asa mengasihi
meski tak diakui, ia akan selalu hadir untuk menyadarkan hati
itu, itu yang dilakukan cintaku
beribu kali aku menolaknya
sejuta kali ia memberi
semakin aku tolak, semakin ia mencintai, lebih…
ah, aku tak bisa menghindar lagi
untuk bertemu dengannya
bernostalgia
sembari merenda kisah dan kasih masa depan
[eh, ini nich cintaku....pondok yang membesarkanku, yang keberadaannya akan selalu ada di hati dan sanubariku...]







jangan sampai ditinggalkan
dan sejatinya cinta
adalah yang tak pernah henti disemai
gontor putri berapa (1,2,3) yang dingawi itu ya… wah sampai gak pernah liat lagi kesana
ckckckckckck…
bagus rek puisinya..saya telmi wi kalo buat macam beginian
Selamat Siang Mbak…
Salam Pendidikan dan Salam Kenal dari Balikpapan…
Boleh bertukar link..?
subhanallah.. rindu.. rindu… rindu!!!
cakep banget pondok kita ya dew.. posting lagi donk foto2 yang lain, buat tombo kuangen!
That is so sweet..
Salam kenal ! Tulisannya keren mbak…..dalam dan penuh rasa cinta. izinkan saya belajar ya….dan sekalian ikut ngelink di blog saya….http://endangar.wordpress.com
Duh puisi nya bener2 buat q tambah kangen sm ma’had. Posting yg banyak ya wie foto2 ma’hadnya.Moga dewi tak lp sama q.