Catatan kecil tuk Kita Renungkan
Sabda Nabi: “Zinatu hayati dunya, al-mar’ah al-shaliha”.
Ada dua pesan dalam sabda Nabi tsb: Kecantikan (beauty) dan Kesalehan (piety)
Pertama mengenai kecantikan. Cantik itu terbagi dua: outer beauty (cantik lahir) dan inner beauty (cantik bathin). Kecantikan lahir mudah dinilai, dilihat, dan bahkan dipuja. Tetapi kecantikan bathin susah diterka, namun bisa dirasa lewat sikap dan ketulusan berbuat. Setiap wanita terlahir dalam fitrahnya, indah dan cantik, tetapi yg Nabi maksudkan dengan “real beauty”, kecantikan haqiqi, adalah wanita yang shalih. Siapakah wanita shalihah itu?
Kedua mengenai keshalihan. Shalih/shalihah juga terbagi dua: personal piety (shaleh pribadi) dan social piety (shaleh sosial). Keduanya memiliki dimensi berbeda tetapi esensinya sama, yaitu, taqwa. Kesalehan pribadi dapat terlihat dari ketaatannya untuk melaksanakan shalat, puasa, dan ibadah-ibadah lain secara private. Sementara kesalihan sosial adalah kedermawanan dan kemampuan untuk bersosialisasi di tengah masyarakat; sikap peduli terhadap masalah-masalah sosial di sekelilingnya.
***
Banyak hadiah diberikan, tapi tulisan di atas adalah salah satu hadiah manis yang aku terima beberapa waktu lalu. Aku katakan salah satu, karena berharap akan ada hadiah-hadiah lain yang sama manis dan cantiknya atau bahkan lebih, what do you think? say yEs!
*maksa moDE ON*.
Perempuan mana yang tak ingin menjadi al-mar’ah al-shalihah, aku salah satunya. Mempunyai real beauty, kecantikan hakiki, sesuai yang disabdakan Nabi, insya Allah.






