Beberapa hari lalu ada seorang teman yang mengatakan (baca: memuji), “Kamu hebat, wanita karier”.
Saya cukup senang dengan kalimat yang diucapkannya. Lah, siapa sih yang nggak suka dipuji. Kemudian saya balik bertanya kepadanya. “Jika wanita karier = wanita hebat, apakah saya akan tetap hebat jika memutuskan untuk tidak berkarier lagi?”
Dia terdiam beberapa saat, lalu berkata “Sayang banget, kamu sekolah tinggi lalu tidak berkarier, bahkan memutuskan karier begitu saja,” tambahnya.
Jawaban yang masuk akal, tapi belum bisa memuaskan saya. uh! jangan berpikir yang tidak-tidak dan mengkonotasikan dengan apapun yang ada di benak Anda, setelah membaca kata ‘memuaskan’, hahahaha
.
Kenapa saya menanyakan pertanyaan tersebut?. Itu karena mindset kita dan sebagian besar masyarakat yang masih memandang bahwa hebat itu jika seseorang sudah mencapai prestise dan materi tertentu. Bahwa hebat adalah mereka yang berpenampilan wah hingga membuat kita berdecak wow!. Hebat adalah semua mua yang berkaitan dengan yang terlihat oleh mata, dirasa dengan panca indera.
Salahkah anggapan tersebut?
Tidak, tapi bukan anggapan satu-satunya yang benar. Menurut saya banyak orang hebat yang bahkan aktivitasnya tak diketahui khalayak. Banyak orang hebat yang melakukan hal hebat tapi tak dipandang hebat oleh mata normatif masyarakat. Banyak perempuan hebat yang bahkan sedikitpun tak pernah menyentuh apa itu namanya ‘karier’ sesuai definisi yang sudah dipahami sebagian besar orang selama ini. Ia dengan pilihannya, memilih berkarier murni sebagai ibu rumah tangga, berkantor di rumahnya, bekerja 24 jam sehari untuk keluarga, tanpa pernah mengambil cuti dan libur.
Ia, perempuan hebat yang pasti bisa mendidik calon generasi hebat untuk masa depan Indonesia yang lebih hebat lagi.
Ow! jangan terburu menyimpulkan saya ingin berhenti berkarier dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga murni lowh [wa Allahu a'lam dengan segala jalan yang ditentukan. Jika kun fayakun sudah ditetapkan, maka hambaNya ini tinggal menjalani, iya to?
]. Contoh perempuan hebat yang saya tulis adalah ibu saya sendiri (hufh!, swear ewer-ewer boom-boom, saya menangis saat menulis ini. Teringat belum bisa membahagiakan ibu hebat yang sudah melahirkan saya. Yang dengan segala kemampuan dan keterbatasannya mendidik saya dan ketiga saudara lelaki saya, mendoakan kami setiap hari di sepertiga malam dan dalam setiap janji kencannya dengan Tuhan).
I LovE U Mom….







Sebenarnya wanita karir itu tidak hebat, tapi seksi. Yah, karena ia menempuh pakem yg sedikit berbeda dari yg lazim. Dalam masyarakat kita mitos ini terjaga dalam tokoh Srikandi atau Nyi Loro Kidul yg memiliki kekuatan sebanding kecantikannya. Ibarat mawar berduri, kecantikan apalagi yg mampu menarik lebih dari sebuah kontras. Dan di mana pun, menjadi seksi sering dipahami dengan menjadi kontras.
berkarier apa tidak adalah sebuah pilihan
Blog anda OK Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!
Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.
Salam hormat
http://kombes.Com
Memang dilema masalah wanita karir ini. Banyak terjadi, sudah sekolah tinggi-tinggi akhirnya harus berhenti untuk mengurus keluarga. Tapi untungnya di Indonesia wanita karir masih tertolong oleh adanya asisten rumah tangga. Kalau di negara maju katanya wanita karir sulit menikah karena dia tidak mungkin berkarir dan mengurus keluarga sekaligus. Sebab, tidak ada pembantu.
Wanita Hebat…
1. Dapat menjaga kehormatannya
2. Hanya memberikan cinta kepada lelaki yang menikahinya secara tulus
3. Wanita Shalihah..bagi suami
4. Ibu yang baik bagi anak-anaknya..
Saya lebih menghargai wanita yang menjadi seorang ibu rumah tangga.
Seorang ibu yg profesional dimana dia bertanggung jawab atas pendidikan putra-putrinya.
Mendidik anak bukan pekerjaan yg gampang, dimana banyak orang yg rela merogoh kocek dalam-dalam demi pendidikan buah hati. Jadi menjadi wanita rumah tangga sama dengan menjadi wanita karir.
Ya … sosok Ibu RT adalah sosok Wanita Karier yang sangat sulit …
yang kadang suka dilupakan …
Salam saya
Apa khabar Malang ?
(eh malang kan ya …???
Ketauan Sudah lama ndak main kesini …)
Ini Dewi yang suka jadi MC kan ya ??
hehehe
wanita karier itu apa ya mbak ?
hehe saya kerja di rumah sih…