Minggu (23/8/9)
Pagi tadi seperti sehari sebelumnya, malaikat membangunkan aku. Malaikat? ah, mana mungkin?. eh, mungkin banget lagi!!, sebab aku terbangun begitu saja, tanpa ada alarm atau mendengar tukang ronda di luar rumah. Siapa lagi kalo bukan makhluk Tuhan tanpa dosa itu? jin dan setan? ah, mereka terlalu takut dan pengecut untuk mendekat, apalagi berani mencoba untuk membangunkan diriku
untuk sahur.
Menu sahurku masih sama dengan kemarin, xixixixi…sup merah!. Yupz, maklum saja, mba Nur masak banyak banget, cukup untuk menghidupi seluruh anggota keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan dua anaknya
) . Jadi yes, sampai dua hari ke depan, sahurku bakal ditemani dengan sup merah berisi ayam, sosis, wortel, bakso, minus kacang capri ini.
Sambil menikmati sup hangat, iseng aku nyalain tipi, ngeliat semua acara di channel berbeda, dan memutuskan untuk menonton Para Pencari Tuhan (PPT) 3. Eh, ndilalah kok ya pas scene yang menunjukkan cinta segitiga antara Azam, Kalila, dan Aya.
Azam, yang saat ‘digantung’ oleh Aya sempat berpaling ke Kalila sekarang dibuat bingung harus memilih siapa. Aya, perempuan pertama yang dulu terus ia kejar dan sekarang menunggunya, ataukah Kalila, perempuan yang mau menerimanya saat hatinya gundah gulana.
Ia, masih mencintai Aya, tapi juga tak bisa meninggalkan Kalila. Azam jadi plin-plan ya? hallah!.
GlEk, glodak!@#!$! kok jadi familiar banget dengan ceritanya yakz?. hahahaha, asli bin swear ewer-ewer boom-boom dweh, bingung kalo disuruh harus memihak kepada siapa. Aya atau Kalila. Dua perempuan yang dibuat bingung oleh cinta, merasakan manis sekaligus pahit dalam waktu bersamaan.
Susah memihak, karena cinta bukan soal pihak memihak,
cinta juga tak bisa dipaksakan untuk tumbuh dan berhenti begitu saja.
Cinta tak pernah memilih, ia mendatangi siapapun yang dimaui, kapanpun, dimanapun.
Cinta tak mengenal pantas atau tak pantas,
ia bebas, merdeka…semerdeka siapapun dalam mendefinisikannya ![]()
***
eh, nggak terasa sup di mangkuk dah habis…
sampai di sahur berikutnya dech, wa in Allah yasya…






Para Pencari Tuhan, kisahnya memang amat menarik untuk direnungkan
Jadi, milih siapa Wi? Masa, sup merah minus kacang capri seh. :p
weiks… lagi ngalamin seperti aya dan kalila, atau lagi dalam posisi seperti azzam neh? hehe…
kayaknya sup merahnya lebih nikmat daripada sinetronnya.
Wah, nggak ngikutin ceritanya nih. Abis, seringnya bangun jam 4 sih. Acaranya udah abis deh…Btw, sup merahnya berikan ke Azam aja ya…Pasti dia suka. Gubrakkk….
Cinta itu sebenarnya sederhana saja …
Cuma manusia saja yang suka melebih-lebihkannya
sehingga membuat Cinta menjadi sedemikian Complicated dan kehilangan “nas” nya …
laki laki kaya Azzam buang kelaut aja,plinplan gak konsisten cepet lupa ama sesuatu yang pernah di perjuangkan.obral janji sana sini….. basiiiiiiii