Menulis tidak sekadar mendokumentasikan peristiwa, ide, rasa, asa, dan menjadikannya sebagai jejak sejarah. Menulis, mengajar dan mengasah kepekaan dalam menyikapi setiap momen yang terjadi di sekitar kita. Menulis, menuntut kita untuk dapat merasakan sesuatu yang tidak tampak di balik peristiwa.
Hohoho, ternyata begitu lama saya tidak menulis di blog ini. Selama itu pula sepertinya saya menjadi kurang ‘peka’ dan egois. Bahkan yang paling parah, menjadi sulit untuk berbagi dan mengurai ide serta rasa yang sering kali muncul (namun segera dibinasa-kan)
.
Ok, resolusi Ramadhan saya kali ini adalah memanggil kembali si peka, mendudukkannya dalam posisi semestinya dalam hati nurani, memupuknya dan berharap ia terus bertumbuh, menetap. #semangat yakin bisa nich.
Sebagai langkah awal, saya memaksa diri untuk kembali menulis dan berbagi sembari berharap si peka tak harus membutuhkan waktu lama untuk menempati rumahnya, lagi. #berharapbanget, swear ewer2 boom2…
menulis = mengajarkan kepekaan
Agustus 28, 2011 oleh dewi






Yuph, karena denga menulis kita bisa mengolah pikiran secara maksimal…