Arung Jeram Kasembon


Melewati Jeram, Berteriak Kencang

rafting-1.jpg

Operator Kasembon Rafting membagi rombongan Flexter Malang bersama saya yang berjumlah 13 orang menjadi tiga tim. Satu tim terdiri dari lima orang, tapi karena kurang dua akhirnya ditambah dua peserta baru dari luar rombongan kami. Menurut Heru Sukarno, satu perahu sebenarnya dapat diisi enam orang, sehingga total dapat memuat tujuh orang plus pemandu. 

“Tapi minimal penumpang harus empat orang, belum dihitung pemandunya. Ini untuk keseimbangan perahu,” ucap alumnus STIBA Malang ini.  

Saya berada di tim ketiga bersama Rendra Galih Setyawan, Eny Kurniawati, Andi, dan Tri, dengan pemandu bernama Agus. Saat duduk di atas perahu inilah, perasaan khawatir dan takut yang sebelumnya ada langsung hilang tergantikan dengan semangat dan keinginan untuk segera merasakan langsung tantangan dalam arung jeram.  

Sekitar 50 meter dari lokasi start, sang instruktur langsung memberikan aba-aba boom karena kami akan melewati jeram pertama yang dinamakan jeram welcome atau jeram selamat datang. Sebagai jeram selamat datang, jeram ini tidak terlalu besar, tapi cukup untuk membuat kami berteriak kencang dan dapat merasakan sensasi asyiknya berarung jeram serta mulai memiliki bayangan tentang tantangan jeram-jeram selanjutnya.  

Saat melewati jeram, posisi dayung tidak boleh melintang tapi harus dipegang di samping atau di bagian pinggir perahu, agar tidak melukai sesama peserta rafting dalam perahu. Tapi bukan arung jeram kalau tidak ada insiden kecil. Ketika melewati jeram pertama, Eny yang duduk di belakang saya terantuk badan Andi yang duduk paling depan.

“Lumayan, kena kepala. Tapi nggak apa-apa, kenang-kenangan berarung jeram,” katanya.  

Bagi peserta rafting pemula, selama berarung jeram harus benar-benar mendengarkan dan mematuhi arahan instruktur. Karena dia lah yang paling tahu kondisi dan karakter sungai. Di samping itu, kekompakan tim dalam mendayung juga sangat dibutuhkan, agar perahu dapat berjalan lancar di tengah arus deras sungai dan bebatuan yang ada.  

Sayangnya, saat berarung jeram kemarin, arus sungai Sumberdandang kurang deras, padahal dengan keberadaan waduk yang mengalirkan air ke sungai, arus tersebut bisa diperbesar atau diperkecil sesuai keinginan. Karena itulah, perahu kami sering ‘menyangkut’ di bebatuan sehingga membutuhkan tenaga ekstra untuk menggoyang perahu agar dapat kembali ke alur jalan yang benar.

“Penyelamatan perahunya terlalu banyak,” kata Andi bercanda.  

Sementara itu, sepanjang arung jeram, kami disuguhi pemandangan hijau dan hamparan sawah yang membuat perjalanan terasa semakin menyenangkan. Apalagi, di tengah perjalanan ada kesempatan untuk beristirahat sekitar 10 menit untuk menikmati suguhan kelapa muda dan aneka gorengan yang sudah disiapkan oleh Operator Kasembon Rafting.

“Air kelapa mudanya menyegarkan dan boleh lah untuk mengganjal perut,” kata Nikmah, peserta rafting yang berasal dari Sidoarjo.  

Usai istirahat, perjalanan arung jeram pun diteruskan kembali dengan semangat dan charge tenaga baru hingga akhirnya kami mencapai finish dan kembali ke Desa Sumberdandang dengan mobil yang disiapkan oleh pengelola. Pengalaman mengasyikkan yang membuat saya tidak akan menolak kesempatan berarung jeram untuk kedua kalinya.(*)  

Jasa Foto Rp 200 Ribu

Momen berarung jeram akan sangat apik untuk diabadikan. Foto akan menjadi kenangan dan bukti ekspresi anda ketika melewati jeram atau bahkan ketika anda jatuh ke sungai. Karena itu, pastikan untuk membawa fotografer, apakah fotografer profesional atau teman anda yang mendadak menjadi tukang foto untuk mengabadikan perjalanan anda selama berarung jeram.

Tapi, jika anda tidak memiliki fotografer, jangan khawatir sebab Operator Kasembon Rafting menyediakan jasa fotografer yang akan ‘menguntit’ dan membidik anda dan tim di titik-titik atau angle foto yang menawan, misalnya momen saat anda berteriak melewati jeram. “Jasa fotografer ini Rp 100 ribu per jam, karena perjalanan arung jeram memakan waktu sekitar 2 jam, jadi biayanya Rp 200 ribu,” kata Heru Sukarno.(*)     

One response to “Arung Jeram Kasembon

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s