Kerja Tim


  Kerja Tim

 

Team (tim) yang berarti sebuah kelompok atau organisasi yang terdiri dari beberapa orang ternyata bukan sebuah kata asal-asalan. Dari sebuah artikel yang pernah saya baca, team merupakan akronim dari Together Everyone Achieve More, sebuah kalimat yang luar biasa. Karena itulah, dalam kerja tim tidak ada seorang anggota yang mendominasi atau bekerja lebih banyak, sementara anggota tim yang lain hanya bekerja asal-asalan, atau bahkan tidak sama sekali. Bila hal itu yang terjadi, dapat dipastikan hasil akhir dari apa yang mereka kerjakan tidak lah optimal dan sesuai harapan.

Sebuah tim, bekerja sesuai dengan visi dan misi yang sudah ditentukan, sehingga tak ada celah bagi anggota tim untuk melenceng dari visi tersebut. Meski demikian, bukan berarti visi dan misi tersebut menjadi belenggu yang membatasi setiap anggota untuk berekspresi dan mengeksplorasi kemampuan. Malah sebaliknya, eksplorasi sangat dibutuhkan untuk mengartikan poin-poin mentah dari visi dan misi yang ingin dicapai.

Tim, biasanya terdiri dari berbagai orang dengan kemampuan, kecakapan, dan keahlian berbeda. Dengan perbedaan tersebut, mereka bekerja bersama-sama untuk sebuah goal yang akan dinikmati bersama-sama pula. Oleh sebab itulah, untuk menjaga kesolidan sebuah tim, tidak boleh ada seorang anggota yang merasa lebih pintar, lebih cerdas, lebih ahli, atau lebih bekerja keras dibanding teman-temannya. Jikalaupun ada anggota dengan kemampuan di atas rata-rata dan dijadikan sebagai team leader, maka dia harus dapat menyemangati teman-temannya untuk bekerja lebih optimal. Sepintar apapun seseorang, dia tetap tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain.

Kesuksesan sebuah tim tidak terletak pada perseorangan atau individu tertentu, tapi merupakan hasil dari sinergi yang terbangun dari semua anggota tim. Karenanya, agar terjadi sebuah sinergi dalam tim, dibutuhkan komunikasi intensif sesama anggota. Komunikasi dalam tim sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pola komunikasi yang kita lakukan sehari-hari, dengan teman, orang tua, kekasih, relasi, atau dengan orang baru sekalipun. Inti dari sebuah komunikasi adalah dapat diterimanya pesan yang ingin kita sampaikan (yang ingin dikomunikasikan). Nah, agar pesan tersebut dapat diterima sesuai dengan keinginan, tidak disalah artikan oleh si penerima pesan, maka sebuah pesan harus disampaikan dengan baik.

Diawali dengan rasa saling menghormati, anggota tim yang ingin menyampaikan pesan harus menghindari sifat arogan dan sok benar. Karena bagaimanapun, jika sebuah pesan disampaikan dengan sikap congkak -meski pesan itu benar adanya dan bertujuan baik-, tentu akan diterima dengan salah.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah sikap mengedepankan empati dari setiap anggota tim. Empati di sini, berarti upaya untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain. Bila tidak ingin diperlakukan tidak adil, maka berlaku adillah. Jika tidak ingin dijadikan obyek gosip oleh anggota tim lainnya, maka jangan sekali-kali suka menggosip atau membicarakan orang lain di belakangnya. Segala sesuatu, semua permasalahan, kritik, atau saran yang terkait dengan anggota tim harus dibicarakan bersama-sama. Hindari membuat keputusan tanpa melibatkan semua anggota. Apalagi bila keputusan tersebut merupakan kebijakan penting yang berkaitan dengan anggota tim yang absen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s