Nyesel dech..


9 September 2007  Meski lelah seharian mengunjungi beberapa tempat wisata di Bali, setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, pagi harinya, saya masih bersemangat untuk menjelajah beberapa pelosok Pulau Dewata pada malam hari. Rasanya sayang sekali, jika harus menghabiskan malam dengan hanya tidur di kamar hotel, meski kalau boleh jujur, badan sudah berteriak meminta istirahat karena terlalu capek terforsir dengan berbagai kegiatan yang sudah harus saya lalui sebelum berangkat ke Bali.

Malam itu, saya dan Ovie, temen sekamar, akhirnya memutuskan untuk berjalan ke sekeliling monumen ground zero sambil berharap ada seorang teman yang pernah tinggal di Bali untuk menjadi guide. Setelah menunggu sekitar 20 menit, datang lah Mr Slatem, cowok asal Malang yang sudah tujuh tahun berdomisili di pulau nan eksotik itu. Dia lah yang kemudian menjadi penunjuk jalan kami, menjelaskan setiap pojok jalan dan tempat yang kita lewati, sekaligus mendorong saya untuk berbelanja beberapa produk branded yang dijual di deretan toko di sepanjang jalan di Kuta.

Salah satu toko yang saya masuki adalah  D & G (Dolce & Gabbana). Ada dua bule pria yang sedang mencoba kemeja dan jins di toko yang tidak terlalu besar itu. Saya sendiri melihat-lihat tas dan koleksi pakaian yang dipajang. Untuk pakaian, selain modelnya yang nggak cocok dengan gaya berbusana saya, harganya juga lumayan mahal. Begitu juga dengan aneka tas koleksi D & G, masih terlalu tinggi untuk ukuran kocek saya. Sampai akhirnya saya melihat kacamata dan jam tangan di etalase kecil. Saya cukup kaget karena bandrol harga di aneka merek jam tangan dan kacamata itu cukup murah –untuk ukuran produk yang dikeluarkan oleh Gucci, Guess, Fendi, de el el-, sehingga tidak heran jika saya pun berasumsi bahwa beberapa produk yang dijual itu adalah produk aspal alias asli tapi palsu.

Karena itu, meskipun saya tertarik dengan salah satu jam tangan warna pink dan putih, saya memutuskan untuk keluar dari toko tersebut. “Ah, kalo mo beli produk tembakan, saya kan nggak perlu ke Bali. Di Malang juga banyak banget,” piker saya kala itu. Kami pun meneruskan perjalanan dan keluar masuk toko, sembari saya ceritakan tentang beberapa produk yang menurut saya aspal kepada Mr Slatem, yang secara mengejutkan membantahnya.

 “Wah, itu asli mbak. Ndak mungkin ada toko di sini yang berani menjual produk palsu, apalagi sebagian besar konsumennya adalah turis bule. Bisa-bisa mereka digugat oleh pemegang merek yang asli. Klo harganya murah, ini memang pas diskon besar-besaran,” terangnya.

Mendengar penjelasannya, saya masih ragu. Masak iya, kacamata Fendi cuma dijual Rp 100 ribu lebih dikit, ato jam tangan Guess yang dibandrol Rp 125 ribu, hingga dia menegaskan bahwa istrinya yang seorang wartawan pernah menulis bahwa produk-produk yang dijual di sana memang bener-bener asli, tak ada yang aspal.

Duh, giliran saya yang kaget plus nyesel, kenapa tadi kok nggak beli jam dan kacamata yang sudah saya incar sebelumnya…    

3 responses to “Nyesel dech..

  1. Assalamualaikum, dik Dewi,knp mesti nyesel?? seharusnya dik Dewi Alhamdulillah, krn Alloh swt mentakdirkan kamu utk tdk membelanjakan uang kamu pada produk2 yang secara tdk langsung keuntunganya disalurkan kpd pemerintah zionist israel, yg oleh mrk uang2 itu sbgian akan digunakan utk membeli peluru2 yang akan ditembakan pada saudara2 muslim/muslimah dan jg anak2 di bumi al quds-palestine!! for more detail visit: http://www.inminds.co.uk Wallohu alam bishowab! thanx’ wassalamualaikum.

  2. cuciaaaaaaann dee loooooo… kekekekek… ga apa2 kok wol, yang penting lu udah pernah ke bali, daripada gw…. padahal si wardun aja udah 2 kali, ampe sebulan lageee…. kalo gw palingan jg ampe garut! wakakakak… biasa…. cari yang murah meriah geto loh! ga jadi beli jam trus beli apa doung?? asal jangan bawa pulang leak aja yak? uuuuuu… atuuuuuuuuuuuuutt…. tapi lu ga sempet kesurupan kaaaaaaan?? huhuhu…

    maunya sih bawa bule pulang, wkakakakak 😀 😛
    tpi keknya mahal diongkos deh klo mpe bawa bule
    ya sud lah, akhirnya gw bawa ‘kenangan & semangat baru’ 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s