rEZEKI


Do u believe in ‘rezeki itu datang min haisu la yahtasib?’. I do beleive it!. Seminggu lalu, ada telpon yang mengundangku untuk sebuah acara di Bali. Tanpa banyak pertimbangan aku langsung mengiyakan. Duh, sapa sih yang nggak mau ke Bali, gretong, dapat ilmu, sekaligus bisa refreshing?

Sebenernya, saat menerima undangan itu aku sempet bertanya kok bukan temenku aja yang diundang. Karena bagaimanapun, ‘seharusnya’ dialah yang berhak untuk berangkat ke sana. Tapi suara di ujung telpon memastikan bahwa undangan itu memang sengaja diberikan untuk aku, atas pertimbangan dan permintaan khusus. Ya sudah, mo bilang apa donk?  *sebuah kerhormatan untuk aku kan?*

Tapi, as karyawan, aku nggak bisa memutuskan semauku. Ato meminta, “eh, aku besok pergi ke Bali ya. Ini loh, ada undangan khusus”. Perusahaan nenek aku?!!. Jadi aku pun menghadap my bos to ask his permit, yang dijawab dengan ngambang. “Masak, harus kamu yang pergi sih?”

Wow, kaget juga aku ngedengernya. My Bos yang selama ini masih membuat aku respek menjawab seperti itu. Bukannya kenapa sih, dulu sekali, saat ada undangan ke Bandung, ke Jakarta, ke Padang, ke Bali (juga) dan aku meminta salah satunya, dia tidak memperbolehkan. Do u know the reason? “Untuk Bandung undangannya bukan atas nama kamu!! jadi ya nggak bisa berangkat!!”. Loh, loh, what the different between the first case ama undangan yang terakhir?. Dulu, dia ngomong begitu, sekarang waktu undangannya bener-bener diatas namakan aku, kok ngomong laen lagi?.

Ya sudah, akhirnya seminggu ini aku diemin aja. Aku juga belom ngomong ke temenku ‘yang seharusnya berhak pergi ke sana’, karena memang belom pasti apakah aku akan berangkat ato enggak. *xixixie…, rencananya sih aku mo cerita ke dia pas sudah mau berangkat, yang ternyata nggak jadi berangkat -duh, kesiannya aku ya?-*. 

Yang bikin sebel, ternyata my bos, my another bos, trus seorang rekan sudah membicarakan soal undangan itu dan sapa yang berangkat di belakangku (tanpa sepengetahuanku, si pengundang mengirimkan fax ke kantor). Dan mereka pura-pura tak pernah membicarakan itu di depanku!!! waduuh, sodara2, waktu aku tahu kenyaataan itu malam ini, semakin panas aja hatiku!!!!. Eit, kalo boleh jujur, gak begitu panas banget sich. Udah bisa nerima kok.

Mungkin juga, kesialanku ini karena sebenarnya aku mengambil hak orang lain, hak yang memang bukan untukku. Seharusnya, undangan itu diberikan kepada temenku. Cuma ya itu, sayangnya si bos memutuskan orang lain untuk berangkat (bukan temenku yang seharusnya punya hak, red). weleh2…apa sih pertimbanganmu bos?!!..

Sedikit flash back kemarin sore, saat aku tahu kalo keputusan yang berangkat ke Bali ternyata orang lain, aku langsung telpon my pop, told him what I feel, trus nggak sengaja nangis (duh, childish banget ya?!). “Ndak usah nangis, kalo memang kamu nggak jadi berangkat ke Bali, berarti keberangkatan itu memang nggak bermanfaat buat kamu. Semua pasti ada hikmahnya, santai saja,” katanya.

“Iya pak, tapi sebel aja. Kok jadi kayak gini sih,” kataku.

Itu kejadian kemarin sore. Pagi ini (Jumat/16/11), aku sudah bisa tersenyum lega dan mengetahui rencana Allah yang ternyata jauh lebih indah. Pagi ini, ada SMS yang memintaku untuk menghubungi seseorang. Yaaa, ada proyek kecil-kecilan githu dech. Ehm…., kalo aku jadi pergi ke Bali, melayang lah proyek itu.

Benar kan? rezeki itu memang akan datang dari berbagai sumber yang tak kita duga sebelumnya.. *_^

2 responses to “rEZEKI

  1. Namaku juga Rizki lho? Apa ini juga yg dimaksud dg rizki yg tidak disangka-sangka darimana datangnya? :mrgreen:

    Huehehehe…lucu2…
    bener2 rezeki yang aku nggak tau datang dari mana nich… *_^
    malem riZki…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s