Terima Kasih


Kemarin, aku bertanya: “Tuhan, kenapa Engkau memberiku ketidak adilan ini?”.
Dia hanya diam dan tersenyum.

Aku tak puas, dan kembali bertanya (setengah menghujat): “Bukankah Engkau Maha Penyayang, Maha Mendengar, kenapa diam saja?! Jawab aku Tuhan!”.

Sekali lagi, Engkau tersenyum.
“Kau akan tahu jawabannya nanti”, kata-Mu singkat.

Aku masih belum puas, dan ingin kembali bertanya.
“Ah, kalo aku bertanya lagi. Pasti dijawab dengan senyuman. Lha mana kutahu artinya ya Tuhanku?!!. Ya sudah dech, diem aja,” kataku dalam hati.
****

Pagi ini, aku tahu jawabannya.
Peristiwa kemarin bukanlah sebuah ketidak adilan.
Kejadian kemarin adalah sebuah pintu kemakmuran yang sengaja Engkau buka untukku, tanpa aku menyadarinya.

Tuhan, terima kasih untuk semua rahmat dan kasih yang Engkau limpahkan.
Terima kasih untuk semua kesedihan yang ternyata merupakan pelajaran untuk kebahagiaanku.
Terima kasih, karena Engkau selalu berada di sisiku, setiap saat, setiap detik, setiap helai nafasku.
Terima kasih…
(eh, Tuhan, jangan tertawa donk… aku kan emang nggak tau semua rencana-Mu… *_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s