Cinta kepadamu, Cintaku kepada Allah


Seperti hari minggu sebelumnya, lantunan ayat suci Alquran yang terdengar kencang dari sound di samping rumah membangunkanku. Saat menulis ini pun, pujian-pujian kepada Yang Rahman, pemilik alam semesta masih terus dilantunkan, menjadi backsound merdu menenangkan. Ya, setiap minggu pagi memang digelar pengajian rutin di sana, membahas bab-bab dari beberapa kitab kuning. Lumayan, menjadi pengingat pelajaran yang pernah saya peroleh sekaligus menambah wawasan baru, meskipun terkadang saya mendengarkan sembari tidur (lagi) sesudah subuh.

Hari ini, saya sengaja membuka laptop untuk meneruskan pekerjaan yang seharusnya sudah terselesaikan sejak beberapa waktu lalu. Baru saja membuka file, bahasan Pak Dahlan Tamrin kali ini langsung menarik minat saya untuk mendengarkan dengan sedikit serius. Tema yang diusung ‘cinta kepada Allah’, bagaikan tamparan keras yang sengaja dikirim oleh-Nya, untuk mengingatkan, menegur, mengembalikan, dan mendewasakan saya. Hanya sayang, penjelasan Pak Tamrin dominan menggunakan bahasa Jawa halus, yang sebagian besar diantaranya tak saya mengerti. Kecuali jika beliau membaca hadits atau kalimat Arab lain sebelum memberikan penjelasan, saya sedikit dapat menangkap apa yang dimaksud.

***

Ya Allah berikanlah hamba-Mu rezeki cinta kepada-Mu

Dan cinta dari orang lain yang membawa cinta kepada-Mu

Dan cinta pada sesuatu yang bisa membawa cinta kepada-Mu

Dan jadikanlah cinta kepada-Mu lebih aku sukai dibandingkan dengan cinta yang lain dan air segar…

Kalimat yang diucapkan Pak Tamrin di atas lah yang membuat saya menutup file pekerjaan (saya tidak tahu, apakah termasuk hadits atau pujian dan pepatah Arab, dan siapa yang mengatakannya. Dari Rabiyah Al Adawiyah yang dikenal dengan cintanya yang besar kepada Allah, sahabat Rasul lainnya, atau siapa (?). Lha wong sebelumnya saya hanya mendengarkan pengajian itu sekilas dan sambil lalu).

Kata cinta sudah sangat akrab di telinga, dan mungkin juga dengan gampang kita mengucapkan cinta kepada orang lain. Upz, sepertinya tidak adil jika saya menggunakan kata ‘kita’, karena akan menjustifikasi Anda yang kebetulan masuk ke blog ini berbuat seperti yang sudah saya katakan tadi, padahal Anda tidak seperti itu. Lebih amannya, saya ganti ‘mungkin saya dan sebagian dari Anda gampang mengucapkan cinta’. Padahal sejatinya, cinta pertama dan utama yang kita miliki seharusnya diberikan, dicurahkan kepada Allah.

Begitupun bila saya dan Anda mencintai orang lain, mulai dari anggota keluarga, teman, kekasih, pasangan hidup, sepatutnya menjadi cinta yang membawa kita untuk lebih mencinta sang pencipta. Bukan malah menjauhkan dari-Nya. Sama halnya dengan kecintaan kita pada sesuatu (perhiasan, HP, sepeda, mobil, rumah, dll) selayaknya menjadikan kita lebih dekat dengan Sang Maha Kuasa dan bersyukur atas karunia-Nya.

***

Untuk mendapatkan dan merasakan cinta kepada Allah tidaklah mudah. Kita harus memiliki rasa malu kepada-Nya dan malu karena melakukan sesuatu yang tidak pantas. Berkaitan dengan rasa malu, diriwayatkan bahwa Rasul berkata : “Semua dari kalian senang dimasukkan dalam surga (kebahagiaan)”. Untuk menjadi bahagia dunia akhirat dan masuk surga, seseorang hendaknya tidak mempunyai angan-angan yang muluk dan terlalu tinggi, hingga membuatnya sering melamun, berkhayal, yang dapat mengakibatkan stress. Selain itu juga harus menetapkan bahwa kematian sudah di depan mata, sehingga selalu ingat surga dan berbuat kebaikan. Rasul juga meminta kepada para sahabat untuk malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Mendengar itu, para sahabat pun berkata: “Ya Rasulullah, setiap dari kita malu kepada Allah”.

Rasul: Tidak seperti itu! Malu kepada Allah bukan Cuma perkataan.Malu kepada Allah adalah, menurut Rasul adalah, hendaknya kita tidak melupakan kuburan dan kerusakan, dan menjaga semua makanan yang akan disantap, tidak sekadar makan tapi untuk keperluan ibadah. Tidak boleh melupakan kepala dan apa yang berisi di dalamnya, yang berarti seseorang harus mkenggunakan pikirannya untuk dapat berkembang hingga memiliki rasa malu.

* Many Thx to Mr Dahlan TamRin untuk tEm@nya hari ini (karena apa yang saya tulis berdasarkan ceramah beliau)
***

Terlepas dari topik di atas, ada satu film kartun (Hamtaro) yang menurut saya juga mengajak penonton untuk bersikap positif. Di setiap akhir film, pemeran utama yang juga majikan Hamtaro selalu menulis di diary-nya. Ssecara singkat mungkin begini artinya “Hari ini begitu indah dan menyenangkan. Semoga, besok lebih baik lagi”.

Jadi tidak salah jika pagi ini saya kembali mengucap syukur kepada Yang Kuasa atas nikmat dan kasih sayang-Nya yang maha luas dan tanpa batas. Terima kasih telah mengirimkan teman-teman yang selalu memberi perhatian, kapan pun dan di manapun, hingga pagi ini terasa lebih indah dengan obrolan ramE mereka.

Makasih Evi, Vina, untuk obrolan-obrolan santai di rumah. Nadia, the bEst fren I eveR had, yG selalu ada dan siap mendengar keluh kesahku. QQ, untuk perhatian dan celetukan spontannya. Mas Irfan yang secara singkat jadi tutor onlEn,  makasssssiiih beRRr@@t to Um Galih alias SLeR3t2 yang nElpOn nayamul lama dari Pasar Pagi (smoGa jadi Bapak tEladan n’ Suami SIAG@).

Semoga cintaku kepada kalian semua dapat membawa cinta yang lebih bEsar kepada Allah yang Esa.

My Lit Room @ BarnEs Ngalam, 06.00 AM

One response to “Cinta kepadamu, Cintaku kepada Allah

  1. Dari kemaren aku cari jadwal pengajian Ky Hj Dahlan Tamrin
    stelah googling smpailah ke blog mbak.

    emang mantep klo cramahnya Kyai Dahlan tentang tasawuf

    ngomong2 pengajian Beliau itu dilaksanakan di mana mbak? n stiap hari apa?

    thx sblumx

    waduh, mohon maaaaaf banget, saya nggak begitu mengikuti pengajian Pak Dahlan, kecuali ketika ngekos di Bareng Tenes, selalu ikut secara otomatis setiap minggu pagi. Karena beliau rutin menggelar pengajian minggu pagi di rumahnya.
    monggo ke sana aja, mungkin bisa tahu jadwal lainnya… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s