Jangan Bermain Api


Nasehat Untukku 

“Jangan bermain api, nanti terbakar”
“Jangan bermain air, nanti basah!”

Nasehat di atas sering kita dengar saat kecil, yang memang harus ditegaskan agar kita yang masih belum mengerti bahaya api tidak bertindak ceroboh. Supaya tak terlalu asik bermain dengan air hingga sakit.

Tapi, namanya anak kecil, meski sudah sering ditegur, dinasehati, dan diberi larangan dengan keras, tetap saja ada yang mencoba melanggarnya. Dua kalimat tersebut didengar, bahkan hapal di luar kepala namun diabaikan. Sekali lagi, sebagai anak kecil, melakukan kesalahan, melanggar aturan, dan tak mematuhi nasehat masih dianggap wajar. Anak kEciiil……   

Saat beranjak dewasa ternyata nasehat tersebut masih sering diberikan kepada kita, dengan kata dan penekanan yang sama. Meski bukan berarti keduanya dilontarkan karena kita tetap tidak paham bahaya api dan air, namun lebih kepada anjuran agar tidak mencoba-coba bermain dengan hal-hal yang dapat menyebabkan masalah. Supaya kita tahu, sekali terjerat  masalah, sulit untuk terlepas darinya.

Nah, sebelum itu terjadi, ya musti menjaga diri, karena penyebab masalah terkadang adalah sesuatu yang sangat menarik hati dan minat. Yang sayang untuk dilewatkan, rugi jika tidak dicoba, atau terlalu indah  untuk tidak dilakukan.

Kali ini, banyak di antara kita yang berperilaku seperti anak kecil. Sudah diberitahu  atau bahkan ‘sudah tahu’ efeknya, tapi tetap nekad mencoba karena menyenangkan dan menggembirakan.  Bila anak kecil baru akan mengerti dan memahami  bahaya api dan air setelah terbakar atau terkena flu usai hujan-hujanan,  maka kita baru akan menyesal  setelah  mendapat masalah.

dedicatEd to mE, my sELf! 😉

2 responses to “Jangan Bermain Api

  1. Assalamu’alaikum wr.wb

    apa kabarnya mbak semoga tetep sehat, terima kasih telah disempatkan replay e-mailku.
    sesuai perkataanku dalam email beberapa hari lalu utuk mampir, lewat komentar ini aku sempatkan membaca beberapa paragraf mengenai “nasehat untukku”.

    Anak kecil memang belum bisa mengelola dan merespon maklumat-maklumat yang ia dapat dengan baik. yang ia bisa lakukan adalah mencoba, menirukan. Rasa keingin tahuan yang ditanamkan Allah dalam benak setiap manusia adalah suatu anugrah yang mendorong manusia untuk maju.

    Kita hanya memiliki kewajiban menyampaikan pandangan kita tentang konsekwensi logis suatu perbuatan dengan hujah-hujah yang nyata.
    sekian

    wassalamu’alaikum wr.wb

    >>> Amiin, doanya…
    semoga Mas-nya juga selalu sehat dan dalam lindungan-Nya

  2. Kali ini, banyak di antara kita yang berperilaku seperti anak kecil

    berarti tu menunjjukkan kita udah gede kalo bermain ya?

    numpang baca


    EH, meskipun numpang baca, makassiiiih dah mampir ya… 🙂
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s