Cinta (selain) Cinta


Bicara cinta sama susahnya seperti bicara tentang Tuhan,
sebab cinta memang bukan untuk jadi bahan pembicaraan,
tapi dirasakan, dinikmati manisnya
diresapi pahitnya…

Begitu juga dengan Tuhan,
tak pernah meminta umat-Nya
untuk selalu berkata ‘aku mengingat-MU’
Aku Mencintai-Mu…
dengan suara lantang
tapi melalui pembuktian sikap dan perilaku


****

Aku menulis ini di blog FS, menjelang subuh diiringi lagu “Menjaga Hati-nya” Yovie-Nuno. Bukan karena sebelumnya mendengarkan lagu ini bersama cinta, bukan!. Lagu ini sudah masuk playlist-ku sejak diluncurkan dan populer.

“Biarkan aku menjaga perasaan ini,
menjaga segenap cinta yang tlah kau beri
Engkau pergi, aku tak kan pergi
Kau menjauh, aku takkan jauh..
Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu

Andai akhirnya kau tak juga kembali
aku tetap sendiri menjaga hati… “

Lagu ini enak didengar, makanya jadi hits, top request, dan banyak dipilih sebagai nada sambung pribadi,terlepas dari program kuis radio di Malang yang mewajibkan peserta untuk mengaktifkan lagu ciptaan Yovie ini sebagai NSP, agar dapat memenangkan tiket lunch bareng mereka. Aku termasuk penyuka “Menjaga Hati”, yang mungkin dengan serius berkata dan meyakini “Wah, ini lagu gue banget!”.

Gue banget, karena ditinggal dan kehilangan cinta. Walau mungkin kata-kata “ditinggal dan kehilangan” kurang pas untuk menggambarkan situasi sebenarnya. Karena cinta tidak pernah tinggal, bagaimana ia bisa pergi dan meninggalkan? bahkan tak pernah ada cinta, lalu bagaimana dapat kehilangan?
Membingungkan dan rumit.

Cinta, datang dan pergi tanpa diminta. Ia memiliki independensi tanpa batas, tak dapat dikekang, diperintah, apalagi diintervensi.

Cinta mempunyai kekuatan luar biasa. Menjadikan seseorang sebagai sosok dan karakter lain (positif atau negatif), jauh dari bayangan, nalar, dan logika.

Sampai saat ini aku meyakini cinta sejati selalu membawa kebaikan dan perubahan positif (seperti di tulisan sebelum ini, anugerah yang sebenarnya adalah cinta yang dapat membawa cinta lebih besar kepada-Nya).

Saat cinta berkata “Sudah terlambat, too latE!! kenapa tidak dari dulu-dulu?”, itu berarti tak ada kesempatan untuk mencinta.

Haruskah dipaksa? tentu tidak. Sebab cinta bukan pemaksaan, cinta adalah kerelaan, keikhlasan. Rela mencintai, maka harus ikhlas untuk tak dicintai.

Cinta membebaskan individu untuk mendapatkan cinta lain yang mungkin lebih besar, indah, dan, memang diciptakan bagi dua pecinta agar saling berbagi kebahagiaan, kesedihan, dan setiap peristiwa yang terjadi dalam jutaan detik perjalanan kehidupan.

Cinta bukan hukuman bagi para pecinta untuk terus “menjaga hati”, sendiri, selamanya seperti sepenggal lirik lagu di atas.

Seperti janji Tuhan Yang Esa, ‘fadzkuruuni adzkurkum’, maka ucapan “Aku mencintaimu” selalu akan dijawab “Aku lebih mencintaimu”. Itulah cinta sebenarnya…
****

Tulisanku penuh dengan kata cinta, karena baru saja berbincang dengan cinta.
Namun bukan karena menyukai lagu Menjaga Hati, maka aku, kamu, atau dia, harus terus mempertahankan cinta yang terhenti setelah ucapan “Aku mencintaimu” tanpa jawaban, tanpa harapan.
di luar sana, ada banyak cinta yang terus menebar harapan, menunggu jawaban…

Nah, berarti aku kurang mencinta?
Tentu Tidak. Jangan pernah meragukan dan menganggap cintaku sebagai cinta mainan, apalagi bohongan. Cinta, bukan permainan.
Hanya, sebuah kesadaran menyeruak, jika berkeras mempertahankan cinta, maka aku tak akan menjadi diriku sendiri. Berubah menjadi sosok pemaksa, egois dan menyebalkan, menjadi pribadi lain yang akan aku benci, hingga melahirkan kebencian kepada cinta.

Cinta…
Sebelum kebencian datang,
bantu aku untuk mendapatkan cinta…(lain)….

***newest:
cinta kembali datang menyapa…
sayang…
ia bukan lagi cinta yang kupuja
yang kepadanya aku menaruh asa
 
“Jangan pernah (lagi) ada asa
maaf…”
 

 
 
 
 

 

4 responses to “Cinta (selain) Cinta

  1. Jangan keliru mbak Dewi, ngomong cinta bisa di mana saja, nyanyi cinta bisa saja, mulai dari kamar, kamar mandi, wc sampe di jalan raya.

    Tapi kalo ngomong Tuhan dan nyanyi tentang Tuhan tentu tidak pantes kalo di kamar mandi dan WC

    salam


    >>> Salam..
    Mas Loper (saya asumsikan cowok,karena pic di blogNa)…
    Sebelumnya, makazzzih banget dah mampiR @ my bLOg
    Thx juga utk comMEntnya…

    nyuWUn sEwu ya maz,
    saat di kamar mandi, biasanya saya tuh mandi sambil nyanyiin lagunya MuLan JameELa, AgnEs Monica, Rihanna, Kelly ClaRkson
    kadang lagunya Letto, Ungu, BEP, de el el..
    Saya ndak pernah nGobROl, apalagi Ngomongin Tuhan di kamar mandi.
    MakLum, m@ndi sendiri maz, tapi ga tau juga ya klo maz LopEr mang terbiasa ngoBrol @ kamar Mandi 🙂

    Wow, klo di kamaR mandi aja ga pakE ngobRol, palagi di WC.
    nDak pErnah ada tEmen yG mo antERin, nunGGuin, ato masuk baREng saya ke WC.
    SAya juga ga bakal mau klo diajak oRg ke WC baREng,
    sEkali lagi mohon maaf… klo tErnyata Mas LopEr mang sudah terBiasa ngobRol2 @ WC… 😉

  2. aDaKAh cHieNtHa seLAiN cHiEnTha….???

    aDA dUnkz….. maU taU???

    `Seperti janji Tuhan Yang Esa, ‘fadzkuruuni adzkurkum’, maka ucapan “Aku mencintaimu” selalu akan dijawab “Aku lebih mencintaimu”. Itulah cinta sebenarnya… `
    ****

    :D:D:D

  3. Bicara tentang CiNtA ? tak ada habisnya euy ……
    btw aku suka ma kalimat :

    Seperti janji Tuhan Yang Esa, ‘fadzkuruuni adzkurkum’, maka ucapan “Aku mencintaimu” selalu akan dijawab “Aku lebih mencintaimu”. Itulah cinta sebenarnya…

    🙂

    >>> SAma tuh Mbak, aku juga suka bangEtz ma yG ini,
    hEran juga seh, kok kmaRen nulis ini…
    (wkakakakakak, boong2 dech mbak… 😀 😛 :-D, ga mau boong, takut dosa neh. woNg nuLis-Na pakE pErasaan, pakE hati githu, eh pake keyboard 😉 )

  4. aku dimabukkan oleh cinta
    namun aku tak tahu apa obatnya
    kuminum antimo tak juga reda
    akhirnya kutanggung derita
    kutuang lagi cinta dalam cawan
    ketika kureguk habis
    dahagaku tak jua berakhir

    aih, aih…..Daeng Limpo…
    makasssssiiiiih beeRRraT yach…
    tapi klo mabok cinta, dewi ga pernah nyobain antimo loh….
    ehmmm….
    klo mabok mobil sich serriiiing…he3..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s