TelPOn dari SemaRaNG


aku bukan wonder womenmu yang bisa

harus menahan rasa sakit karna mencintaimu,
hatiku ini bukanlah hati yang tercipta dari besi dan baja,
hatiku ini bisa remuk dan hancur

        Lirik lagu Wonder Women Mulan Jameela terdengar kencang, membangunkan aku dari alam mimpi. Ups, ternyata lagu itu berasal dari ringtone GSMku. Yach aku lupa, sejak kemarin sore Wonder Women menggantikan posisi Mothernya Sami Yusuf sebagai ‘corong’ pemanggil jika ada telpon yang masuk. Masih dengan mata setengah terpejam, aku melihat jam, masih pukul 05.54 WIB, sebelum akhirnya memencet ‘OK’ dan menerima telpon pertama hari ini.

        “Halo…,” kataku sembari berusaha menetralisir suara agar tek terdengar terlalu serak dan ‘ketahuan’ (xixixixie…) baru saja bangun dari tidur.

            “Assalamualaikum.. ,” ucap suara wanita di ujung telpon.

            “Waalaikumsalam…,” jawabku.

        “Benar ini no hape Dewi Yuhana? ‘afwan sebelumnya, tadi nggak sengaja buka blog antum dan sempat membaca tulisan klo antum masuk Gontor Putri 1992. Wah, berarti se-marhalah, oia ana ‘Rosita A’ (btw, namanya aku tulis lengkap di blog. Nggak pa2 ya ka’?…he3.. 🙂 ), kakak kelas dari tajribi. masih ingat?”

            “Eh, ya masih ingat dunk ka’, gimana kabar. Tinggal dimana sekarang?”

           “Di Semarang. Setelah menikah langsung menetap di sini. Wah, kaget juga waktu lihat Blognya Dewi. Karena penasaran ana tanya nomer hape anti ke Widya Y (kakak kelas di Mantingan yang sekarang menetap di Malang), afwan lho nelpon pagi-pagi”

            “Waduuuuh, malah makasiiiiih banget udah ditelpon. Btw, putranya berapa?”

            “Mau empat. Kalo ke Semarang mampir ya, Dewi sendiri?”

            Glek!@. “Aih…, Kaka’ udah mau empat wa ana lam atazawwaj, he3…”

****

        Itu tadi sebagian dari percakapan pagi hari dengan salah satu kakak kelas di Gontor Putri, yang subhanallah, saya bertemu kembali dengannya karena BLog ini. Nah, siapa bilang silaturahim tak dapat terjalin lewat dunia maya, dunia yang sebagian orang masih memandang sebagai hal negatif dan harus dihindari.

      Btw, ‘afwan ya Ka’…. obrolan di telponnya langsung ditulis di sini. Ya, biar Dewi inget terus, gak bakal lupa. Bagaimanapun anugerah akal dan otak dari Allah SWT, Tuhan Yang Esa, tetaplah terbatas. Pada suatu masa, kemampuan mengingat kita akan berkurang, menurun, dan tak setajam seperti sekarang. Tulisan adalah dokumentasi penting yang akan mengingatkan kita tentang sejarah, dan kenangan masa lalu, yang darinya kita belajar berproses dalam hidup (wuiiih… agak dalem nich… 😉 ) .

Well, gud MoRNing BLogGeR….صباح الخير

5 responses to “TelPOn dari SemaRaNG

  1. murning juga …. betwe silaturahim karena blog lagi ngetern tuh, yah namanya kan sekarang sudah menajdi bagian jejaring sosial … baydeway mulan jameela nya belum denger euy …

    yupz, yupz…
    silaturahim di dunia maia 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s