Pilih Aku di Pemilu 2009


Blogger Pertama Anggota DPR RI

 

    Membaca postingan dari Bung Robert Manurung pagi ini membuat saya berpikir untuk menyiapkan strategi menghadapi Pemilu 2009. Kira-kira, partai politik (parpol) manakah yang layak dan mendapat kehormatan sebagai kendaraan politik saya. Eh, apakah saya harus bergabung dengan parpol yang sudah ada, atau…mendirikan parpol sendiri saja?ehmm…

   SEORANG blogger tulen, Ooi Chuan Aun yang akrab dipanggil Jeff Ooi berhasil memenangkan kursi DPR dalam Pemilu Malaysia yang digelar Sabtu (8/3). Jeff bakal tercatat sebagai blogger pertama di dunia yang sukses di bidang politik, dengan sepenuhnya mengandalkan popularitas dirinya dan blognya. Jeff yang maju sebagai caleg dari partai DAP, mencatat kemenangan mutlak di daerah pemilihan Jelutong, Pulau Pinang. Dari hasil pemilu yang diumumkan secara resmi oleh Suruhan Pilihan Raya (semacam KPU), Jeff meraih dukungan 30.493 suara. Jauh mengungguli dua pesaingnya, Thor Theong Gee (BN) dengan 14.247 suara, dan calon independen Badrul Zaman bin PS mendapat 882 suara.

    Wah, wah…pikiran iseng ini kok jadi terasa serius dan sedikit memberikan sensasi serta tantangan (nggak sedikit dink, banyak kok! 😉 ), untuk segera merealisasikannya. Apalagi tadi malam, saya dan rekan-rekan alumni HMI Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendiskusikan fenomena banyaknya ‘broker politik’, yang setelah ditelusuri adalah teman-teman kami sesama aktivis (dulu loh, kayaknya sekarang saya jadi aktivis blog aja deh 😉 ). Idealisme yang dulu mereka junjung tinggi bak posisi ‘Nabi’ harus digadaikan demi sesuap nasi dan rengekan kebutuhan perut.

Ah, siapa sih yang tak butuh uang dan posisi? saya tak munafik dan menafikan kebutuhan alami tersebut. Hanya, cara untuk mencapai dan merealisasikannya lah yang terkadang membuat saya bergidik…

    Kembali kepada tulisan Bung Robert dan angan-angan muluk saya di pagi ini. Rasanya kok bukan mustahil jika saya berkampanye melalui blog, untuk menyambut Pemilu 2009. Apalagi, tipikal masyarakat Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh tren-isme, sehingga apa yang sedang ngetren saat itu biasanya akan menjadi pilihan orang banyak.

    Contoh mudah, saat SBY mencalonkan diri sebagai presiden, banyak lawan politik (dan mungkin rekan politiknya) yang belum yakin dan optimis 99 persen dia bakal lolos dan terpilih. Kekurang yakinan tersebut cukup beralasan, partai demokrat yang mengusungnya adalah parpol baru, yang jika disandingkan dengan PDI-P, Golkar, PPP, dan lainnya masih kalah pengalaman.

    Kelemahan ‘kalah pengalaman’ inilah yang kemudian disulap menjadi sebuah kekuatan yang tak dimiliki oleh parpol lain. Apa itu? kemampuan melihat tren dan karakteristik masyarakat. Mereka menyadari sepenuhnya masyarakat Indonesia sangat senang bermimpi (dibuai mimpi) serta hal-hal berbau instan. Buktinya cukup banyak, sinetron dengan cerita khayal ternyata selalu mendapat rating tertinggi.

        Reality show atau ajang pencarian bakat penyanyi yang akan diorbitkan dandipopulerkan secara instan digemari masyarakat kala itu (sampai sekarang 🙂 ). SBY rela turun gunung dan membaur dengan para penonton, untuk menunjukkan kegemarannya terhadap acara tersebut. Anda lihat? walau hal itu tak menjadi satu-satunya faktor penentu, sejak saat itu popularitasnya terus meroket hingga ditasbihkan sebagai presiden kita.

        Nah, sekarang ini ngeblog sedang ngetren, dan hingga beberapa tahun ke depan masih akan sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sebab di samping tren-isme selalu ada latah-isme. Mereka, masyarakat yang sebelumnya nggak ngeh, gaptek (saya termasuk yang gaptek nich…), nggak pernah browsing internet, merasa wajib memiliki blog agar tak turun gengsi.

        Dan saat hari H pelaksanaan pesta demokrasi itu, pastinya popularitas blog akan semakin berada di puncak. Kesempatan saya untuk memenangkan suara dari blogger dan masyarakat yang terkontaminasi tren-isme, latah-isme, blog-isme pun semakin terbuka lebar.

Sejarah Indonesia dan sejarah per-blog-an pun akan mencatat Dewi Yuhana, blogger perempuan pertama yang terpilih sebagai anggota DPR RI perode 2009-2014. Dia meraup suara 9.009.999, mengalahkan rival-rivalnya yang harus puas dengan perolehan ratusan suara saja.

        Menariknya, Dewi tak menghabiskan dana miliaran rupiah untuk memenangkan ‘kursi panas’ yang jadi rebutan banyak orang itu. Ia hanya mengalokasikan dana Rp 15 ribu per hari. “Dana itu untuk akses internet selama tiga jam per hari. Bahkan terkadang saya dapat akses internet tanpa bayar dengan memanfaatkan fasilitas hot spot gratis atau layanan internet di kantor ;-)”. ditulis oleh blogger ala Robert Manurung, he3.. 😀 😛

        Nah, bagaimana dengan Anda? maukah Anda menyimpan suara dan memilih saya pada Pemilu 2009 nanti? Saya tunggu loh… GPL! 😉

13 responses to “Pilih Aku di Pemilu 2009

  1. ya… aku dukung penuh. kapan nih deklarasinya. kayaknyanya pas event calender aja. makan-makannya gratis :). selain pake hotspot, sekarang lagi ngetren pake wajanbolic.
    Tapi wajan bunda jangan dicopot ya. Kalo masalah blog-isme mungkin kita belum neng. Coba neng survey deh dari 100 orang yang punya blog berapa?
    Program 1 PC-1 rumah itu baru megatren. Kampanye nggak usah turun jalan, tiap orang bisa ngliat/dengerin program calon kandidat kayak ngliat TV, bisa makan,minum, kalo perlu ketawa ngakak kalo program mereka itu LUCU.

    wajanbolic? ehmm….sempet dikenalin di VEDC *cuma aq ga tau cara kerjanya tuh…*
    Program 1 PC-1 rumah? glEKk@#!?!!
    Yach Om, itu seh emang MEGATrEN, lha dananya dr mana dunk?!
    Secara, dEwi bukan KonglomeRat…. 😦
    tRus, Klo minta sumbangan dana, ntaR ada deal-deal politik dech…
    Iya kalo bermanfaat bwt masyarakat, lha kalo menguntungkan diri sendiri?…


  2. waduh jadi pengen nyanyi lagu KD he..he..he..

    asal suaranya ga fals aja 🙂
    salah-salah, calon pemilihku bisa kabur semua tuh…. 😀 😛
    well, mau jadi salah satu tim suksesku kan?
    welcome…

  3. Mbak Dewi Yuhana yang asyik :

    1. Trims ya tulisanku dan aku sebagai blogger lumayan dapat porsi dalam tulisan Mbak yang segerrrr ini. Setelah membaca postingan ini aku langsung cari meteran untuk memastikan bahwa tinggiku masih tetap 168 m. Soalnya tulisanmu membuatku merasa tambah tinggi hehehe….

    2. Tulisan yang berangkat dari pikiran terbuka ini sangat menarik, apalagi ditulis oleh Mbak Dewi yang cantik (ngeliat dari avatar, jadi bukan gombal) . Jujur, aku sungguh terpesona membaca tulisan Mbak ini dan membatin,”Aku mau semua orang Indonesia seperti Mbak yang cantik ini. TERBUKA.”

    3. Kalau nanti Mbak mencalonkan diri aku akan memberikan suara dan sumbangan untuk dana kampanye. Kalau pas bisa nggoceng atau cemban ya aku sumbang segitu; karena menurut aku memang sudah waktunya rakyat membiayai kampanye politik seorang calon, tapi setelah ada kontrak politik tentunya.

    Nah, kalo sampai Mbak ngumpulin suara 9 juta lebih, itu mah sayang kalo cuma calon DPR, sekalian calon guberbur aja hehehe….

    Terima kasih. Tetaplah berpikir dan bicara MERDEKA.

    =D>
    Alhamdulillah….. dapat satu suara lagi ;;)
    waah, usul soal jadi calon gubernur bisa diterima deh Bung, he3..

    Upss!!! tingginya 168 m??
    waah, tinggi banget? kayaknya kurang centi (cm) itu yach… 😉
    pasti gara2 keasikan mikir mo nyumbang berapa utk dana politikku nich…

    makasih juga udah nyamperin balik ke blog ini
    salam

  4. hua hua hua…
    ternyata dengan nge blog semua orang bisa jadi artis bak selebritis. Ya, meskipun pada akhirnya banyak orang mengenal kita yang penting kita masih ingat saja siapa kita sebenarnya di balik semua itu….
    hmmm…

    salam
    antown.blogspot.com

    Antown said: yang penting kita masih ingat saja siapa kita sebenarnya di balik semua itu….

    Nah, omongan ini cocok banget buat orang yang sengaja menciptakan identitas dan image palsu di blog dan dunia maya…
    salah-salah, dia nggak bisa ngebedain antara keduanya…
    klo lewat blog kita lebih dikenal orang, rasanya wajar kok mas…
    tapi kalo ngerasa sok artis, depend on pribadi masing-2 tuh…

  5. Ane fasti filih mpok… insya Allah… :mrgreen:
    Emang, kalo udah jadi anggota DPR mao minta rumah dinas, mobil dinas, laptop dinas, sama gaji gede ya? 😈
    Ah, itu ane masih bisa maklum… tafi ane bakalan kagak terima kalo mpok udah jadi anggota dewan terus libur ngeblog… 👿
    *difecut*

    Aih…matur tenkyu ye…
    ente kagak salah pilih kok!!
    tapi salah tebak tuh ;-), ane kagak bakal minta rumah dinas, mobil dinas, laptop dinas, sama gaji gede!. Iiiih, itu seh bwat politikus pemula… 😀
    Ane bakal minta dua ato tiga rumdis, dua mobdin, laptop new series, gaji kecil (eits…plus tunjangan lima kali lipat gaji loh… 😉 ).

    owwww!!! Nah, apa bedanya gw ma MEREKA dunk?!@!

    Mas Caberawit….harga cabe sekarang kok mahal seh?! (kok jadi ngelantur yakz?!@!), dont worry dech, selama masih sering dapet koneksi internet gretong, tarif ngenet dari salah satu operator CDMA yang time based masih murah, atooo ane dapet gretongan Speedy, kagak bakal berhenti nge-blog dech 😉

  6. he he he ….bloger pertama yang jadi anggota DPR ? jangan tanggung mbak, jadi presiden aja…kan asyik tuh kalo presidennya bloger, bisa ngeposting ide2nya agar bisa difahami masyarakat dan ngak di sensor sama mister protokoler dan trus rakyat indonesia dan luar negri bisa ngasih koment…dijamin bakal jadi blog paling top di seluruh dunia dan akhirat he he he

    salam……

    whewww!!!
    ngetop sampe akhirat ya?…
    ntar saingan ama blogger malaikat dunk… 🙂
    makasih dah mampir…

  7. Saya jadi teringat cerita kutu anjing yang mampu melompat 300 kali dari ukuran tubuhnya. Suatu saat, kutu tadi dimasukkan ke dalam kotak korek api. Selama berhari-hari dia melompat, selalu nyundul atap korek api. Akhirnya dia merasa bahwa lompatannya memang segitu itu.
    Saat kemudian dikeluarkan dari kotak korek, ternyata kutu tadi hanya bisa melompat setinggi tubuhnya saja. Potensi dirinya untuk melompat 300 kali sudah hilang. Sekarang dia percaya bahwa dia hanya bisa melompat setinggi kotak korek api. Moral ceritanya apa? Jangan-jangan kita sendirilah yang membuat kotak korek api, secara potensi kita sebenarnya jauh lebih hebat. Maju terus, Mbak Dewi. Mau jadi anggota DPR, Gubernur, Menteri, atau apapun. Masa kalah sama Obama… (ehm,,,kalau ngomporin orang memang paling mudah). He he…

    AMIN…….

  8. Aqyu juga nyoblos mbaknya. Maksude pilih mbaknya :mrgreen: . kampanye lewat blog ok juga. Kebetulan aqyu jadi tim sukses salah satu calon bupati di tempatku. Lumayan politik kecil2an. Bisa diterapkan neh.

    btw, tim sukses bupati daerah mana mas?
    menang kagak?
    klo ga menang seh…, sami mawon… he3..
    klo menang…ntar jadi konsultan tim suksesku yach….

  9. ikut aja partai saya Mbak…
    karena kita bukan koruptor, ya enggak ada uangnya he2…. sama2 kita beradu ide dan beradu rekam jejak dengan yang lain…. mbak mau maju dari daerah mana, kita persilahkan….

    Ali

    ehmm….
    partai apa nich mas? asal jangan partai & eceran aja.. 🙂
    yeee…, bukan koRUptor kan belon tenTu ga punya uang to…
    masak kita kalah kaya ma koRuptor seh…
    kiRa2…maju dari daerah mana yach?
    kaLo menurut Mas-nya?
    (ntu imeL beNer apa asal ya? kok miRIp nama temeNku, tapi doi cEwek..dah puNya anak satu lagi….)

  10. Blogger calon DPR RI pertama ? .. cew lagi .. wah hebat and kejutan lagi .. tapi kalau blogger capres pertama didahului bang YIM .. iya kan .. ngasih saran aja .. knp gak gabung aja dgn partai yang dipimpin cew .. pasti lebih seru .. soalnya DPR kita kan di monopoli cowoq ..

    waduh, tulisan ini cuman iseng ajah.
    kmaren sempet mo ngikut jadi caleg, cuman keknya dah ga minat lagi di sana
    jadi….makasih bwt sarannya utk gabung di partai, tapi…enggak lah.

    ngomentari parpol yg dipimpin cewek? sejauh ini, parpol dengan pemimpin perempuan malah ndak menarik minatku sama sekali, ngelirik aja enggak. lagi pula, lebih enak membaur, menjadikan kompetisi lebih sehat… 🙂

  11. wah… gak boleh.. gak boleh
    Saya gak mau kehilangan 1 temang baik nge-blog (huih… egois ya… biarin… gak peduli…..)
    Nanti gak sempat lagi mbak dewi… tulis-tulis.
    Gak sempat lagi bagi ilmu…
    Gak sempat lagi sebar kebaikan.
    Yang sebenarnya nilainya jauh-jauh lebih tinggi dari berpolitik nyata (welah… sok tahu… ya… tapi biarin… biariiiiiiiiiiin)

    Pokoknya tetap gak boleh….
    (hi hi hi….. egoiiissss ya…. aku hihihi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s