Poin Masa Mengajar Guru Dinaikkan


Sertifikasi Guru

Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) mulai menetapkan aturan baru bagi peserta Sertifikasi Guru. Mereka yang dinyatakan lolos harus memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). Nah, guru yang masuk kuota, namun belum memiliki NUPTK, tidak bisa didaftarkan untuk mengikuti sertifikasi.

Tidak hanya itu, peserta sertifikasi harus murni sesuai dengan ketentuan kuota di tiap jenjang pengajaran Dinas Pendidikan di kabupaten atau kota bersangkutan. Karena itu, tak ada lagi limpahan kuota dari jenjang SD ke SMP, atau ke SMA, karena banyaknya guru SD yang belum siap untuk ikut sertifikasi. Jadiiii, kuota tersebut akan hangus!. Sayaang kan?!

Selain dua aturan baru tersebut, LPMP juga menaikkan skor atau poin dari masa kerja guru. Misalnya, untuk guru dengan masa kerja di atas 25 tahun akan diberi skor 190, naik 30 angka dari poin awal yang 160. Lumayan kan?

 

Masa Kerja Skor Lama Skor Baru

> 25 tahun 160 190

23 – 25 tahun 145 175

20 – 22 tahun 130 160

17 – 19 tahun 115 145

14 – 16 tahun 100 130

11 – 13 tahun 85 115

8 – 10 tahun 70 100

5 – 7 tahun 55 85

2 – 4 tahun 40

7 responses to “Poin Masa Mengajar Guru Dinaikkan

  1. NUPTK itu gunanya buat apa ya? 😀

    salah satu fungsinya wat ngedata jumlah guru
    selama ini kan banyak guru yang nyambi
    ato menambah jam ngajar di sekul lain
    nah, biar nggak ada salah itung
    ato satu guru diitung dua karena punya jam mengajar
    di dua sekul berbeda, makanya kudu punya NUPTK ini

    kalo ga salah sih githu…
    correct me if im wrong… 😉

  2. waduh… terus skor itu buat apa neng, aku ngga’ tau. Hanya masa kerja aja? untuk Grade jadi pertimbangan ngga’? 🙂

    huehehehe3…
    sungkan neh ngejawabNa,
    lha yG tanya ahliNa tukanG belajar
    mo nGuji d3wi ya Om…:-)
    biarin dech, salah ngEjawab ga bakal dapEt rapoR merah ini….:-D

    Kalo ga salah, skoRnya tuh dikumpulin sampe 850 poin (ya kan? CMIIW… 😉 )
    Nah ni dia, gRadE tuh ditentuin dari mana ? Banyaknya poin yang dikumpulin
    ato emang kualitas SDM si guru?
    keknya engga dech Om..
    itu lemahnya penilaian portofolio
    lha yang ga lulus masih bisa ikut diklat
    truuus, bisa lulus dech… mubaziirr…

  3. Sertifikasi, guru yang mendapatkannya bisa jadi diacungi jempol karena terbukti dari pencapaian skor yang begitu banyak, , tambahan gajinya pun juga lumayan. tapi perlu kita pandang dari sisi lain , setelah menerima sertifikat kelayakan sebagai guru akankah mampu memberikan sumbangan yang lebih besar ??????????? banyak jasa guru-guru yang ada di daerah terpencil, pedesaan, pelosok yang lebih besar jasanya untuk mencerdaskan bangsa ini, coba dilihat taraf kesejahteraan mereka. tujuannya baik, tapi perlu dilihat lagi yang lebih urgen untuk diperhatikan pemerintah.

    pertanyaan ini pasti juga ada di benak sebagian besar masyarakat
    khususnya orang tua yang punya anak usia sekolah
    pemerataan keadilan memang salah satu masalah yang paling susah diterapkan di tanah air tercinta mas…
    kebijakan yang diambil pun terkadang masih berdasarkan pertimbangan sesaat dengan tujuan jangka pendek
    yang diambil tanpa memperhatikan faktor-faktor penting lain
    terlepas dari metode ‘penilaian portofolio’ yang menurut saya belum ideal karena masih menggunakan dasar kertas (sertifikat) sebagai bukti prestasi dan kinerja seorang guru, program sertifikasi guru tetap harus kita apresiasi loh 🙂 🙂
    Paling tidak,kesejahteraan guru mulai diperhatikan
    guru pun ‘dipaksa’ untuk sadar diri agar terus meningkatkan wawasan dan pengetahuan agar dapat dan layak untuk disebut ‘profesional’
    apakah cara yang dipilih untuk menjadi profesional sudah tepat, itu masih berupa proses panjang….dan panjang…
    semoga kita diberi umur panjang hingga dapat menyaksikan perubahan dunia pendidikan yang semakin lebih baik amiin 🙂

  4. nah skrang untuk guru yang wiyata bhakti dan memiliki masa kerja n jam mengajar yang masih sdikit tu gmana?
    gru wyata ma gru pns kan sama2 mencerdaskan kehidupan bngsa kan..
    knapa seolah2 dbeda2in….

    Nah,tannnyaaa kenapa?!?
    tapi itu yang terjadi loh…:-(

  5. Masalah pendidikan di Indonesia memang pelik, dari urusan guru sampai fasilitas sekolah yang sangat minim. Nah kemarin, ada sekolah yang baru dibangun 3 bulan, roboh atapnya hingga 21 siswanya cedera. MasyaAllah, ‘mental proyek’ masih melekat dibenak pejabat kita. O.iya.. Blog anda bagus, saya tautkan ya..

    HAH? bangunan baru Roboh??
    tega nian…..
    apa si ‘penyunat dana’ itu nggak mikirin kalo anak mereka yang berada di posisi siswa sekolah yang cidera itu ya?

  6. Saya sudah punya NUPTK dr prtama kali keluar dulu, tp terus terang sampe skrang sy g’ tau apa kegunaannya bagi sy, pdhal sebagai tenaga kependidikan(Tata Usaha) sy bekerja sudah lebih 13 tahun, saya rasa peran tata usaha dan guru itu g’ jauh beda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s