Aku, Allah, dan Cinta…


Menjelang petang, aku berteriak memanggil Tuhan, memaksaNya untuk menerima dan mendengarkan protesku, di luar jam yang sudah ditentukan.

“Tuhaaan…, Engkau dimana sih?! Aku benar-benar harus berbicara denganMu, menunjukkan ketidakadilan yang sudah Engkau gariskan. Garis yang membuat hamba jatuh pada titik nol, tingkat terendah dari yang paling rendah. Sakit dan terhina, maksudnya itu apa to?”

” 🙂 …”

“SuNGGUH tERLALU!!! aku teriak2, cuma dibalas sENyUM?! dijawab dunk….!!”

“Pertanyaanmu terlalu banyak, dan sebenarnya nggak perlu jawaban. Kamu sudah tau”

“Kalo tau, ndak bakal aku nanya…Kalo tau, ndak bakal aku jatuh…Kalo tau, nggak akan ada rasa terhina. Jadi KEnapa?”

“Ada beberapa hal yang sudah aku tentukan, dan tak dapat kau atau manusia lain mengubahnya. Tapi, keputusanku itu tak berarti menjadi batas ruang gerakmu, engkau bebas sebebas-bebasnya, dalam melangkah serta menentukan ritme dan warna perjalanan hidupmu”

“Allahku….Engkau tak bermaksud mengatakan kalo jatuhku, sakitku, hinaku, karena kemauanku? Aih, yang bener aja! Ndak ada hambaMu siapapun mereka, yang dengan sengaja memilih untuk merasakan semua itu. Bermimpi pun tidak!”

” 😀 😛 “

” Nah, kok malah ketawa?!”

“Kau katakan tadi, kamu jatuh?”

“Ya”

“Sakit?”

“Ndak perlu jawaban!! ya… iiiyalah!”

“Terhina?”

“He-eh”

“Kok bisa?”

“Yaa Rabbiii…..Ya bisa dunk! jatuh itu menyakitkan, makanya hamba terhina. Tapi jatuh dan sakit, masih terkait dengan fisik. Ada banyak obat untuk menyembuhkannya, lha terhina? heran dech, kok Engkau tega hamba di-hinakan?”

“Loh, kok balik nyalahin aku? Dengar, aku menyayangimu, mencintaimu, dan akan selalu merahmatimu. Bagaimana mungkin kau mengatakan AKU, merelakan dirimu dihina?”

“Amin, terima kasih Ya Rabb. Tapi, aku masih belum mengerti dan memahami kenapa ENgkau tega dan membiarkan semua terjadi?”

“Agar kau belajar”

“Belajar?…duuuh…Eh, dialognya diterusin besok dech…Ya Rabbii, aku cape bangetz.. mo bobo’, boleh kan?”

(bersambung…. 😉 )

5 responses to “Aku, Allah, dan Cinta…

  1. enggak kamu paksapun Allah akan mendengar protesmu mbak, hehehe 😀

    monggo silahkan bobo..ditunggu kelanjutannya 😉

    Emang kok
    Allah akan selalu Mendengar
    bahkan saat kita lupa dan enggan untuk protes
    atau sekadar meminta dan berdoa

  2. walah sedih amat, emang do’a apa yang sama sekali g’ terkabul ?, online dong, pengen ngobrol banyak … please, online ya … dewiyuhana@yahoo.com

    loh, loh…..??!@?!
    kayaknya di tulisan ini akyu nggak nulis kalo ada doaku yang nggak terkabul dech…
    Malahan, Allah, Tuhanku, Pencipta, dan Pembimbing hidupku memberi kesempatan untukku mengajukan permohonan dan doa, yang akan Dia kabulkan… 😉

    😀 😛 😀 😛
    kiRaiin, yG kasih comment ini sapa?
    ndak taunya diRimu toh…
    gw dah kirim via imel…
    dibaca ya….
    (Awas aja lu bilang mata gw kek mata kaki…..!!!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s