Blokir Situs Porno, Setuju?…. ENGgaK… (?)


Banyaknya penemuan video porno yang dikoleksi oleh pelajar (dan juga dimainkan oleh anak usia sekolah 😦 ) membuat pemerintah berencana memblokir situs porno di internet. Itu yang dikatakan oleh Wapres JK beberapa waktu lalu.
Dengan ‘kekuasan’nya, pemerintah memang dapat memblokir situs-situs porno dengan melakukan penertiban di warnet-warnet yang tersebar di seluruh Indonesia. Atau bahkan mungkin pemblokiran secara nasional (bisa yach? dewi gaptek nich…yang tau monggo sharing info).
Yang menjadi pertanyaan saya adalah, apa sih target penutupan atau pemblokiran situs porno itu?
Hanya untuk menghalangi kaum remaja kita, penerus generasi bangsa agar tak dapat melihat, mengakses, ‘menikmati’, gambar mati ato gambar hidup super hot dan aduhai?
Jika jawabannya ‘YA’, maka saya setuju dengan rencana tersebut. Sok atuh…pemerintah buruan aja nge-blokir situs-situs yang dianggap nyeleneh, aneh, dan mengandung unsur pornografi.
Akan tetapi, bila jawabannya “TIDAK” cuma itu, karena pemerintah ingin remaja Indonesia tak semakin terjebak dalam pergaulan dan seks bebas, tak menyia-nyiakan masa muda dengan melakukan hubungan suami istri hingga mengakibatkan kehamilan di luar pernikahan, mengeksploitasi diri dan tereksploitasi dalam video mesum, maka saya TIDAK SETUJU dengan rencana pemblokiran situs-situs porno tersebut.
Oh, bukan!.
Saya tidak setuju bukan karena mendukung aksi pornografi. Sudah saatnya kita, bangsa Indonesia meninggalkan segala kebijakan ‘instan dan praktis’ seperti rencana memblokir situs pornografi ini.
Bagaimanapun, sesuatu yang instan akan menghasilkan hal yang instan, temporer, tak akan bertahan lama.
Kebijakan instan dan praktis biasanya juga merupakan keputusan reaktif, yang biasanya tercetus spontan tanpa pemikiran matang. Saya yakin, jika pemblokiran benar-benar dilakukan, tidak akan ada orang yang berani mengakses situs porno.
Tak ada warnet yang mau menyediakan akses ke situs-situs yang mungkin jadi top 10 site pilihan netter (jika diadakan pemilihan web favorit 🙂 ).
Suasana aman terkendali, stabil, sesuai yang diharapkan. Para remaja kita akan bersikap manis, innocent, terlihat tak mengerti dan tak ingin tahu dengan segala hal yang berbau pornografi. Pertanyaan kedua saya, untuk berapa lama?!
Seminggu sesudah pemblokiran, pengusaha warnet mungkin sudah ada yang berani menawarkan situs tersebut ke pelanggan. Maklum, mereka sudah mendapat jaminan tak tertulis tapi A1 alias dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan, untuk tidak akan diciduk atau di-polisikan, dengan menyerahkan ‘agunan’ dengan nilai tertentu.
Sehari atau bahkan sejam sesudah blokir situs dilakukan, remaja kita yang amat sangat kreatif mungkin sudah dapat mengakses situs tersebut dengan bebas.
Remaja kita yang lain sedang mempraktikkan adegan dari salah satu scene film panas yang baru saja ditonton.
Sementara di sudut daerah yang mungkin namanya saja belum pernah kita dengar (karena luasnya Indonesia tercinta), merasa bangga dan bahagia karena terpilih dari sekian ratus pendaftar aktor film yang tanpa ia sadari akan menghancurkan masa depannya.
Dan masih banyak atau, atau lainnya…
Menekan tingkat seks bebas dan meminimalisir pembuatan serta peredaran video porno remaja lokal tak hanya dapat dilakukan dengan kebijakan spontan dan reaktif seperti pemblokiran situs porno ini. Dibutuhkan kerjasama, komitmen dan sinergi semua pihak untuk bersama-sama memiliki visi mencerdaskan dan membawa generasi muda Indonesia dalam lingkungan dan budaya pergaulan yang sehat.
Mulai dari entitas terkecil yang bernama keluarga, masyarakat, instansi yang disebut sekolah, penegak hukum, alim ulama, media massa, hingga kesadaran pemilik modal dan produsen untuk tidak mencekoki masyarakat dengan promosi dan produk ‘cabul’.
Peran keluarga harus benar-benar dikembalikan kepada ‘khitah’nya untuk menjadi kontrol pertama terhadap perilaku negatif anggotanya.
Masyarakat diajak untuk memiliki rasa peduli terhadap kebaikan, bukan acuh seperti yang terjadi saat ini.
Sekolah, tak lagi menutup mata dan dengan egois terus berusaha membentuk siswa menjadi yang terpintar dan tercerdas. Hanya untuk mengejar prestasi, gengsi, yang akhirnya memunculkan kucuran blockgrant bernilai puluhan hingga ratusan juta, tanpa memikirkan efek psikologis dan beban yang ditanggung calon-calon pemimpin Indonesia mendatang.

Keluarga, masyarakat, dan sekolah, harus dapat menciptakan formula dan rumus khusus dalam menyampaikan pemahaman tentang apa itu ‘seks’. Bukan mendiamkan dan menganggap tabu untuk dibicarakan, hingga membuat remaja nekad mencari tahu dengan jalan dan cara mereka sendiri.

Begitu juga dengan aparat dan penegak hukum, benar-benar melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Tidak membelokkan demi mengeruk keuntungan pribadi.
(aduuuh, cape juga nulisnya….. :-), dipersingkat aja dech ya.. )
Media massa? sebagai wadah penyebar informasi, koran, radio, tipi seharusnya berpegang teguh pada etika yang ada. Tak semata-mata menjual berita, program, dan tayangan bombastis, tanpa memikirkan efek dan pengaruh yang ditimbulkannya. Yach, lagi-lagi….media massa terkait erat dengan industri yang tujuan akhirnya adalah profit. Dan pemilik modal mana sih yang ndak suka keuntungan tinggi?
Tokoh dan para alim ulama, sudah seharusnya kembali membumi. Tidak berada di awang-awang, hingga tak tersentuh tangan orang awam karena (merasa) terlalu suci.
Mereka harus mulai melakukan dialog dan pendekatan kepada masyarakat, berbagi ilmu dengan bahasa yang dimengerti, berempati, dan tak sekadar mencari simpati.
Jika tatanan ini diabaikan, dan pemerintah (kita juga…) masih terus mempertahankan kebijakan-kebijakan instan, spontan, dan reaktif, maka selamanya seks bebas di kalangan remaja akan terjadi dan bahkan mungkin meningkat.
Sudah banyak contoh kebijakan reaktif yang akhirnya menjadi bumerang. Subsidi minyak tanah, alokasi beras untuk rakyat miskin (raskin) yang tak tepat sasaran, dan masih banyak lain.
Mengentaskan masyarakat dari kemiskinan, bukan dengan cara menggelontor mereka dengan berbagai bantuan yang semakin membuat manja dan malas. Begitu juga dengan rencana untuk menekan pergaulan bebas remaja, tak hanya dibutuhkan aksi blokir situs porno.
(ngantuux….dan selesai, titik. dan tidak bersambung 🙂 )

77 responses to “Blokir Situs Porno, Setuju?…. ENGgaK… (?)

  1. ah……itu kan akal-akalan saja, sebenarnya ada yang gak suka orang laen nonton film porno..dia mau nonton sendiri…siapakah mereka…ZZZZZZZT….(tukang sensornya) 😀

    wkakakakakakak…..
    kata jujur dari daeng…..
    emang biasa nonton sendirian yach 🙂
    (just kidding…..)

  2. saya rasa pemblokiran adalah salah satu cara dari sekian banyak cara, setiap kebijakan yang dilakukan untuk mengatasi masalah yang timbul pasti akan ada yang merasa “dirugikan” , disinilah akan terjadi tarik ulur kepentingan siapa yang memiliki kepentingan dengan kekuasaan dan fulus bisa saja menang. sehingga peraturan bisa berubah dalam hitungan waktu.

    Kalau pornografi menjadi suatu daya tarik tersendiri untuk meraup keuntungan dari dunia bisnis(apalagi lewat internet) kemungkinan kebijakan sang wakil presiden bisa berubah, paling tidak ada pengecualian.

    yang terpenting ketika kebijakan itu dilakukan(yang baik tentunya) harus konsisten, pasti dasar hukumnya, ada penegak hukum, sanksi.

    Tidak 100% pesimis sih, tapi kenyataan dilapangan begitulah keadaan hukum di negara kita(begitu gmn ???……..ya pikir aja sendiri, lihat tv,dengar radio, baca koran de -el-el)

    kita awali dari diri sendiri dululah, wass….(hanya ikut komentar).

    Yupz..
    memulai berbuat baik, berpikir positif, dan mengajak pada kebaikan dari diri sendiri…
    untuk kita, masyarakat
    bangsa, dan agama… 🙂

  3. Yang diperlukan adalah kebijakan yang komprehensif, jangan hanya tambal sulam

    Yupz…
    memang seharusnya begitu
    bukan kebijakan yang malah menciptakan peluang untuk berbuat curang
    salam… 🙂

  4. Saya merenung …
    Iya ya … gimana caranya ya …
    Apa kalo sudah di blokir … terus pornografi akan hilang ..??

    Lha kan banyak “sarana” dan “media” lainnya … ???

    Mungkin kita mulai dari membentengi anak-anak mudanya dulu kali ya …
    (dan aku tau ini tidak mudah …)

    (tetap merenung …)

    Pak…bapak….eh, Pak!! *sambil teriak kenceng*…..

    Loh, loh….ternyata tertidur yach?
    Ini nich akibat kebanyakan merenung,
    sampe ketiduran, he3.. 😛 😀
    (guyon nggih pak….jangan dimasukin ati, ndak bakal bisa….:-) )

  5. Katanya mulai berlaku april. Beneran nih ?

    Nah, gitu sich yang diinformasikan oleh berita-berita di media massa
    tauk tuh, realisasinya bisa apa engga
    kita tunggu aja kalo githu….

  6. saya sangat mendukung langkah pemerintah ini.

    ini bukti bahwa pemerintah masih peduli dengan rakyatnya..

    ayo dong dukung rame2…

    sambil ngetest kecanggihan program komputer bikinan pemerintah ini 😉

    Loh, loh si Det……
    MaksuD ngETes kecanggihan program ni apa ya?
    Bukan bermaksud ngebobol kan……..(?) 🙂

  7. itu kan bohong bohongan saja ,selama masih ada laki laki dan perempuan itu tidak di bisa dihentikan .siapa sih sebenarnya yang membuat adegan porno ?.tukang becak.supir angkot.petani singkong,orang miskin,tidak………………….
    tapi sanggup melakukan itu adalah pejabat pejabat kita yang banyak korupsinya ,alasan dia bisa membeli hp yang bisa merekam dan bisa menyewa hotel yang sejuk kalau orang tidak punya tidak mungkin.dan saya kira semua kita tahu

    Memang, selama ada stok pria dan wanita
    lelaki & perempuan…
    sampai di masa yang akan datang…
    akan tetap ada,
    hanya bukan untuk dibiarkan saja loh…
    PaLing enggak diminimalisir…
    SAma seperti jika kita sudah mandi pagi,
    apa beRarTi tak pERLu manDi soRE?

    ATO, baju yang baru saja dicuci bersih tetap akan kotor setelah dipake,
    Nah, dari pada capek nyuci, mending yaaa Nggak perlu dicuci…
    gitu juga soal seks bebas, pornografi, de el el….
    SALam kENal baNG SOLEh…. (saya pikIR ni tadi Pak SOLEh yG teRKenal ama AYAM goRENgya itu 🙂

  8. #

    #
    di/pada Maret 25, 2008 pada 5:29 pm6 deteksi

    saya sangat mendukung langkah pemerintah ini.

    ini bukti bahwa pemerintah masih peduli dengan rakyatnya..

    ayo dong dukung rame2…

    sambil ngetest kecanggihan program komputer bikinan pemerintah ini 😉
    berapa puluh ribu warnet dan sekolah yang memkai sarana internet?.dan berapa nantinya harga yang dipaksakan oleh pemerintah kepada pengusaha warnet ?.ujung ujungnya duit juga kan. apa kata bidan…………..

    Loh, kata bidan?

  9. setuju asal benar2 dilaksanakan dengan baik

    Oke….
    makasih dah mampiR yach…..
    say No to PorNOaksi n’ Pornografi… 🙂

  10. Ya, mudah2an berhasil. Niat baik harus kita dukung.
    Jangan langsung pesimis.
    Sambil kitanya juga kalo bikin tulisan, ga usahlah pake nyantumin nama ‘artis-artis’ tersebut hanya untuk menaikkan traffic.
    Pertama, norak.
    Kedua, itu sama saja dengan memberi tahu ‘kata kunci’ ke orang lain untuk googling.
    Makanya saya males ngunjungin artikel2 kayak gitu, soalnya nambah tinggi traffic dia. Akhirnya itu tulisan makin di atas.

    AMIiiin, sEMoga memang beRhasil (jika) rencana itu direalisasikan
    unTUK yang terakhir, saya sETUJU
    saya malah ndAK pErnah bERniat nGintIp…takut kENa bintil, 🙂

    makanya, saya nULis di posting sesudah ini…
    makLum, masih kagET dewi kok “mendadak SeLeb”
    eh, Gara2 kata ‘POrNO’ 😦

  11. Pemerintah tidak akan memblokir seluruh akses ke website porno, tetapi yang akan diblokir hanya akses ke website porno yang dilakukan melalui warung internet. Jadi, kelak jika anda ingin ‘menikmati’ situs-situs tersebut, dapat dilakukan dengan membukanya dari internet pribadi di rumah anda. Hehehehe..
    Upaya pemblokiran akses dari warnet ini akan mulai dilakukan bulan April mendatang. Tapi mengingat situs-situs porno di dunia ini saaaangat banyak jumlahnya, maka saya rasa proses pemblokiran tidak mungkin bisa tuntas dalam semalam..

    Lah Kok sEMALam…
    SeTahun aja….bELUM tENtu Kok…:-)

  12. kalau saya pribadi sangat setuju sekali dengan terobosan ini soalnya kalo mau dikaji lebih lamjut manfaat dan kerugian yang ditimbulkan website2 porno ini adalah lebih banyak kerugiannya kalo saya sbagai pekerja IT ya…Bandwithlah yang abis sia2 hanya untuk akses video Porno yang merusak moral.Mungkin hal ini bukan suatu finalisasi untuk hal ini akan tetapi setidaknya meminimalisir, dari pada tidak sama sekali hayooo.

    Ooooh, pENgaruh ke bandwith ya?…..
    dEwi ndak NgeRti blas, blas,blas…
    Mohon Izin…kapan2 biSa beLajar soal IT ya….

  13. jadi ingat kebijakan orde baru.. lama lama blog hosting seperti wp.com bisa diblokir juga dong?

    ehmmm….smoga Jangan dech…
    syuseh cari gRETongan… 🙂

  14. Jika ingin melakukan blokir, sebaiknya dibuat dulu batasan-batasannya.
    Jangan sampek blog ini juga ikutan diblokir karena ada komentar bernuansa pornogeraphi hi hi hi

    salam

    huehehehe….
    JGN sampE dunk……..:-( 😦
    bisa n@NGiS daRah nich….

  15. di blokir?

    apa itu cara yang efektif?

    yang paling penting tuh.. banyakin content positif, jadi bisa banyak kerjaan. liat situs porno itukan bisanya kalo gak ada kerjaan.

    bIAR ga sempet Liat,
    gimana KaLO dikasih banyak keRjaan juga…he3..
    (masalahNa, ndAK sedikit orG yg banyak keRJaan, dan akhirnya bikin content negatif Loh….)
    Asmara…makasih ya…dah mampiR

  16. saya sepakat n dukung langkah pemerintah ni…

    minimal dg semakin susahnya mengakses situs porno, bisa mengurangi konsumsi hal2 yang dilarang agama.

    jadi bisa diakselerasikan antara usaha pemerintah dan pembentengan anak2 kita thdp pornografi.

    OKE dEch…. 🙂
    makasih dah silaturahim ya…..
    ntaR dEwi maMpiR dech….

  17. Saya nggak setuju……!!!! La…yang usulkan saja liat kok, darimana ia tau ada situs porno kalau nggak liat…..? Lagipula sudah banyak kenikmatan dunia yang dihilangkan, jangan pula terjadi didunia cyber….

    Loh, loh….
    emangNa, ada kenikmatan dunia yG dihilangkan?
    yang mana ya pak?
    kasih tau duuunk…..:-)

  18. semakin di blokir, semakin banyak yg berusaha nge hack…..

    ingat kita peringkat 2 di dunia untuk urusan bobol membobol setelah ukraina

    Ehmmm…..
    ada yG pinTER nge-hack yach…
    Ehmmm *mikiR moDe ON*
    dimana belajarnya?

    EHmmm…dEwi agak gaptEK nich…
    makSUDNa…ajaRIN dunk….. 😀 😛 😀

  19. Bukan perkara setuju apa ngga’. yang dilakukan pemerintah emang ide brilian. Coba pak pemerintah, sebelum bapak memblokir situs/blog XXX rencanakan dan buat keputusan yang bijak. Jangan sampai menjadi bumerang. Bermain bumerang dibutuhkan SKILL KHUSUS (basa bulenya apa neng), jangan2 mencederai bapak sendiri.

    Ide brilian kalo ga setengah2 Om…
    Tapi kalo kebijakan itu malah bikin kesempatan seseorang atau institusi dalam mengeruk keuntungan pribadi
    Yach…. tambah mudharat dech… 🙂
    eh, Kalo Negara Inggris, bahasanya Inggris
    Nah, kalo ada bahasa buLe, emang ada NegaRa bulE yach?
    Jangan manyun…apalagi cemberut 😀 😛 😀

  20. setuju! (kalo cuman situs porno)
    masalahnya kalo yg ditutup bukan cuma situs porno
    kalo dikaitkan dengan yang tidak sesuai agama misalnya ditutup juga…patokannya seenak udel nanti

    🙂 🙂 🙂
    wah, wat yang terakhir dewi no commEnt lah…

  21. oke setuju banget

    btw, eniwe baswe…
    Setuju yAng Mana nich?
    Jadi inget gaya sebagian besar wakil rakyat kita dulu (berarti sekarang lebih baik kan?),
    yang selalu berkata setuju… (dont be mad loh…. 🙂 )

  22. Semoga saja tidak hanya segebrakan lalu adem-adem kembali seperti biasanya…

    Ehmmm,nah ItU yg ditakutkan…
    YAch..kLo emang bakal diREalisasikan,
    semoga seperti yang dihaRapkan…
    Salam Kenal yach… 🙂

  23. wahaha, dari dulu gwe selalu salut sama rancangan dan rencana pemerintah untuk bikin negara tambah maju dan tambah oke, tapi realisasinya?? hmmmm… yang gwe tau sih, smart card buat BBM sampe sekarang blom ada, padahal RENCANANYA maret realisasikan, makanya gwe salut sama rencananya aja, klo dilakukan ya bagus deh, berarti pemerintah ada kemajuan, klo ngga direalisasikan ya udah, tunggu pemerintah dimasa depan merealisasikannya 😀

  24. Saya sangat sepakat dengan adanya ide ini.
    Mengingat, saya yakin ga ada yg diuntungkan secara moral thd situs2 ini.

    “Kapital” saya yakin berperan sangat besar, mengingat profit dari situs2 porno di Amerika bahkan melebihi gabungan profit dari Yahoo dan Google sekalipun. Padahal sejak kapan kapital mau perduli dengan efek moral yang ditimpakannya?

    jika sudah dibutakan oleh profit,
    langkah apapun bakal dilakukan untuk meraup
    untung sebanyak mungkin
    salam 🙂

  25. ambil contohnya yang lebih mudah, singapura udah lama menerapkan itu, thailand juga, dan hampir sebagian besar negara asean. kita……

    Kita? gimana dunk?….

  26. saya ngak percaya 100% kalau semuanya dapat dijalankan sebagaimana mestinya….

    Kalo githu, mari kita berdoa…
    berusaha dengan melakukan kontrol…
    mengingatkan pemerintah dengan janji yang diucapkan..
    dan mulai berbuat baik dari diri kita sendiri (aduuuh, ini yang teRberat. saya sebenarnya enggan menulis yg terakhir, karena itu berarti saya juga menerapkannya kan?…..)
    Salam 🙂

  27. Saya sEbagai anak indonesia setuju banget sama usulan Pemblokiran situs porno,Tapi Kaya’nya p’Cuma aja deh,Karena di Indonesia sekarang ini udah menjamur pEnyakit Yang ga BAkal bisa disembuhin lagi(Ngertikan Maksudnya????)Walaupun ada sebagian dari kita yang peduli masalah yang seperti ini!!!

    Pzen ku MOga aja Pemblokiran situs Porno tercapai,Agar Anak2ku nAnti,Adik2ku,Tidak melihat apalagi melakukan hal tersebut sebelum tiba pada waktunya!!!!!!!!!!!!!!

  28. Saya sEbagai anak indonesia setuju banget sama usulan Pemblokiran situs porno,Tapi Kaya’nya p’Cuma aja deh,Karena di Indonesia sekarang ini udah menjamur pEnyakit Yang ga BAkal bisa disembuhin lagi(Ngertikan Maksudnya????)Walaupun ada sebagian dari kita yang peduli masalah yang seperti ini!!!

    Pzen ku MOga aja Pemblokiran situs Porno tercapai,Agar Anak2ku nAnti,Adik2ku,Tidak melihat apalagi melakukan hal tersebut sebelum tiba pada waktunya!!!!!!!!!!!!!!

    Kayanya yang perlu didikan ya “Anak2ku dan Adik2ku”, bukan media-nya dong ;).

    Mo nge-filter content porno dengan apa? keyword, tag, atau visual checking (OMG.. LOL..) ? trus nanti pake sistem bagaimana? enduser-nya yang dibebani komponen software atau gateway-nya yang pake di-routing ‘banned address’? Nanti pelanggaran mau ditertibkan seperti apa? Konsekuensinya, mengisi content website harus seperti apa?

    Dari segi resource, pembiayaan dan aplikasi, saya rasa kalau dialihkan untuk memajukan edukasi IT di indonesia dampaknya bakal menggigit.

    Kenapa sih pemerintah Indonesia itu terlalu naif?
    3×3=9. Untuk merubah score, bukankah lebih mudah mengurangi multiplier-nya saja ketimbang mengurangi endresult-nya dengan bilangan baru? 3×2 loh sudah menghasilkan 6, apalagi jika 3×1.
    Maksud saya Pak, mbo’ ya yang dididik positif itu anak dan adik dulu, baru kemudian benahi masalah ‘extraterestial’ begini.

    Kalo anak dan adik sudah mengerti tentang pornography dan pengaruhnya terhadap diri mereka sendiri, mereka dengan sendirinya akan menghindar tanpa perlu ada mekanisme ‘akal-akalan’ seperti ini.

    Setelah pornography, nanti menyusul situs2 yang bersebrangan dengan pemerintah, partai, agama, ideologi dsb-nya. Doh….

    Btw, mencampuradukkan huruf KAPITAL/angka/konsonan dalam menulis kata apa termasuk kategori penyakit? Tingkat epidemik-nya cukup tinggi loh.. 🙂

    GLod@K!@!!
    Nah, makanya to Om…, tugas ngedidik anak, adek, itu jadi tanggung jwab yg punya anak, yg punya adek, masyarakat dimana si anak dan si adik tinggal…
    mosok semua-mua musti pemerintah seh….

    jangan2 pemerintah ntar ngomong gini “Capeee dech….”

  29. saya setuju dengan rencana pemerintah untuk menutup situs porno. tapi apakah segamapang itu? karena menutup situs porno itu sendiri tidaklah mudah. menurut saya yang perlu kita perbuat adalah tidak hanya menutup situs2 porno saja, tetapi apapun yang berkaitan dengan pornografi itu sendiri. dan ini membutuhkan peran serta semua lapisan masyarakat.

    Yupz, peran serta kita semua….
    Saya, Anda, dia, dan merekaa……

  30. Bagi yang gaptek buruan liat2 situs porno sekarang dan unduh tuh semua videoku, gambrku dll. Entar kgk kebagian loh. Bagi yg master2 santai aja, semuax masih ada celahnya. He he he. Apalagi di indonesia.

    MaRia Ozawa
    baru dua hari kemarin Dewi dengER nama ini,
    itu juga setelah seorang rekan menceRItakan kekagetannya waktu mendapati proFIL FS yG ngelink ke Porn site, yG salah satunya si pemilik nama ini…
    dia kaget kaRna tampang si aRtis terlihat familiar. Eeeeh, ternyata adeknya kolektor foto2nya. “ADekku itu SMA!! poster2nya emang ndak naked, tapi kok yo aRTis kayak gini?….”

  31. Ping-balik: Akibat Blokir Site Morno « Wong nDeso yang Katro

  32. Bisa nggak pemerintah ngeblokir Bear Share atau program Peer to peer yang lain.

    Tak pikir tutuplah, tapi celah selalu ada.

    Hosting gratis tanpa iklan:

  33. Kalo di laksanakan dengan baik ana setuju banget nih. Aku dukung. Mari dukung rame-rame yuk . eeq siip sukses!

    Hayyyoooo!!!…. 🙂 🙂

  34. iya itu harusnya kita bersyukur, ojo grundell ae….khan pemerintah sebagai payung mau melindungi generasi penerus.
    ayoooooooooo…..brantas seng gilani…iku broooo.

    bukan grundel…
    hanya berharap agar payung ala pemerintah ini benar-benar dapat menjadi pelindung….
    ndak bocor di sana-sini, apalagi gampang sobek, rusak, trus patah…
    nah, klo udah githu? kita keujanan dunk?!…
    klo ga mau keujanan, berarti haRus beli payung lagi (iya klo ada yg jual), nah biasanya kek gini ada byk bisnis ojek payung yg tumbuh…memanfaatkan kesempatan hujan untuk meraup keuntungan…
    sama dengan kebijakan yang banyak celah untuk dimanipulasi… bukannya menjadi pelindung malah merugikan orang yang akan dilindungi..
    Nah, ndak mau kan? dapet payung bocor? 🙂
    Salam

  35. Biasanya, kalau semakin dilarang, itu bikin semakin penasaran. Yang dulunya mungkin tidak peduli, tetapi karena ada larangan, jadi pengin ngintip.

    Kata ngintip itu saja sudah menjadi bukti bahwa nggak boleh dilihat tapi pengin, jadinya sembunyi-sembunyi.

    Kalau sudah begitu, gimana tuh. Dari luarnya sih alim semua, tapi … 😛

    Ehmmm…..
    JujuR…JuJUR….KaLO mang suka PORn…
    Ngakuuuu, he3… 🙂 🙂

  36. Di arab saudikan 1001% bebas pornografi tapi mengapa justru banyak tkw kita pergi langsing pulangnya bunting TANYA KENAPAAA……apakah dengan diblokirnya situs porno bisa menjamin penyimpang prilaku sekssual atau hanya proyek buat kurupsi…..!!!

    whew!!
    nah, klo ada TKW Indo yg pulang buntiNg berartii kan ada something wROng kan?
    bisa dijadiin rEnungan juga tuh….

  37. kalau saya gak setuju, misalkan semua tempat prostitusi yang ada di indonesia sudah di tutup baru saya setuju pemblokiran situs porno di internet dilakukan. Adil kan

    lha terus kok dendanya 1 milyar, terus yang punya tempat prostitusi ama tempat hiburan malam dendanya berapa???

    bikin aturan kok setengah2 dan gak jelas

    hemm…ehmm…
    yach…atuRan dan kebijakan pemerintah emang kudu jelas dan dapat dipahami oleh ‘aparat,penegak hukum’ dan masyarakat
    (jika sudah jelas, berarti mereka tau konsekuensi klo melanggar)
    🙂 🙂

  38. jadi pengen tau. kira2 bisa gak ya. mungkin kayak pemerintah cina kali ya yang memblokir akses internet ke luar negri. situs porno kan lebih banyak yang hosting ke luar.

    POkokNa, teRgantuNG keseRIusan pembuat kebiJakan dech…
    QT skrG koar-koaR, teRiak menduKUNg, eeeh teRnyata ndak jadi, yaaa sama aja booNG
    Nah, ApRIL tinggal sebentaR lagi kan? 🙂 🙂
    we’ll see…. 🙂

  39. Setuju saja, biasanya sih yang “dipikirkan” pemerintah adalah terbaik buat kemajuan rakyatnya. Sembako mahal, BBM mahal, mungkin pemerintah pengen kita menjadi kaya, sebab harus jadi orang kaya dulu supaya bisa beliu bbm dan sembako dengan harga mahal. Nah untuk situs porno, mungkin pemerintah ingin kita menjadi masyarakat yang alim???
    setuju atau tidaknya, semua ttp ditangan pemerintah yang pegang kendali, fungsi negara adalah memaksa, dan fungsi rakyat harus tunduk pada aturan dan keadaan, begitu??? hehehe

    aih, kalo haRus tunduk mlulu, capee dunk?!
    lama2 bisa bungkuk dech 🙂

  40. Emang segala yang berbau nafsong itu indah bro,pertama liat,trus jd pengen praktek deh!

    whew!….Indah dibawa2 nich… 🙂

  41. *mikir*

    *membayangkan*

    berarti ntar ada badge gini.

    LEMBAGA SENSOR WEB INDONESIA MENYATAKAN BAHWA BLOG INI TELAH LULUS SENSOR

    muehehehehehhehe

    Ga usah dibayangin deh ya….

  42. Gak setuju..,!!!karna internet itukan media bebas tapi sya yakin walaupun pemerintah jadi blokir situs porno.para bokep mania pasti punya cara untuk menembusnya.walau bagaimana pun setan aslikan pasti lebih pintar daripada setan belang

    ehmm…
    semoga, kek cerita2 film yg hepi ending aja dech..
    yg baik mengalahkan yang jahat:-D

  43. Ping-balik: Pornografi: Kok Harus Repot-Repot? « Just Other Stories About Freedom

  44. salam kenal mbak Dewi 🙂

    tentu saja, saya sangat tidak setuju dengan pendapat anda. Kenapa? ya tentu saja tidak setuju, karena gimana pertanggung jawaban saya di akherat kelak kalo saya setuu dengan pendapat anda.

    Gini, seperti apapun caranya, dengan pembatasan ini lambat laun orang orang yang memanfaatkan situs porno ini dapat ditekan secara drastis.

    Coba bayangkan jika dibiarkan dan pemerintah tidak mengambil tindakan. Mau jadi seperti apa generasi muda sekarang? lha sekarang aja sex bebas udah terjadi dimana mana, ya to?

    Dengan membatasi akses ke situs situs tersebut, itu adalah langkah pertama dalam memperbaiki moral bangsa. Kalo gak dibatasi, tumbuhnya generasi ‘rusak’ pasti jauh lebih cepat dari pada memperbaiki dan mencegahnya.

    Jadi, setelah akses ke situs porno dibatasi, generasi muda kita paling nggak akan kehilangan akses. dan kalopun ada yang mencuri curi untuk menyediakan akses, toh jumlahnya JAUUUUHHHH lebih sedikit dibandingkan kalo dibiarkan.

    Intinya, kalo emang niat nonton situs porno, ya pasti ada jalan. Yang dihindarkan dari pembatasan ini adalah, akses yang gak sengaja, dan selain itu, biar situs porno gak mudah diakses.

    Amar ma’ruf nahi mungkar. ya to 😉

    Salamualaikum…
    salam kenal juga mas/pak Fauzan 🙂
    sah-sah saja kok mas-Na ga setuju
    hak prerogatif setiap orang..

    cuma, karna udah bawa2 akherat, keknya dewi musti sedikit ngejelasin dech… lha kesannya kok, dewi kampanye NO BLokiR ya?…
    ehmmm…gini, klo lebih dicermati lagi smbil ngebaca tulisan dewi yg lain (klo sempet)…rasanya kok naif kalo dewi ngajakin org untuk bebas mengakses situs2 seperti itu.

    yg dewi harap adalah, sebuah kebijakan yang tidak melahirkan keburukan lebih besar. misalnya, penutupan situs membuat oknum aparat memiliki alasan untuk narik upeti lebih banyak, peradilan yang belum siap, software yang setengah-setengah, hingga gampang dibobol, de el el…

    Akar masalah dari banyaknya ‘kasus pornografi’ bukan karena keberadaan situs itu saja, ada banyak faktor yang saling terkait.
    Pendidikan, ekonomi, politik, agama, kondisi sosial hingga psikologis masyarakat yang berada di level terendah.

    Anda meminta saya untuk membayangkan kondisi pergaulan bebas remaja sekarang? tidak perlu. Saya melihat, mengetahui, tanpa harus membayangkan..
    saya jadi teringat satu hari, 14 februari (lupa tahunnya), saat dan seorang rekan mendapat undangan dr perusahaan mitra kerja ke sebuah cafe yang disponsori.
    Cafe kelas menengah yang sekarang ditutup karena konflik internal, full dengan anak remaja usia SMA dan mahasiswa, yang semakin malam tingkah mereka kian tak terkendali (untuk yg ini silakan membayangkan sendiri2 🙂 )
    “Ngeliat aksi anak-anak ini, aku kasihan sama orang tua mereka,” kata teman saya.
    “Loh kok orang tua?”
    “Iya, mereka nggak tau anak yg dibiayai untuk sekolah,belajar,malah berasik masuk kayak gini!”.
    “Kalo orang tuanya cuek aja, masih tetep kasihan?”
    “ehm…klo org tuanya sampe nggak peduli, gw sumpahin, syukurin kalo sampe terjadi apa2 sama anaknya. Duuh, tapi kasihan juga…masa depan mereka. Kasihan juga anak-anak gw nanti kalo teman2nya kayak gini, waduuuh gimana dunk?!”
    ****
    Perhatian keluarga yg kurang, tren konsumtif yang kian banyak didengungkan, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang saling menghujat kubu dan pihak lain hingga melupakan tugas untuk mengayomi umat, harga-harga barang yang melonjak sementara kebutuhan tak dapat dikurangi, politikus, pejabat yang perilakunya berlawanan dengan janji manis yang dilontarkan, adalah sebagian dari banyaknya faktor yang berpengaruh. porn site? hanya menjadi sumbu..

    Salam 🙂

  45. setuju… setidaknya anak anak yang masih kecil kemungkinan ga bisa buka… karena pake software… nah yang jadi bingung sebagus apa?

    …”setidaknya”….
    seharusnya, saat membuat program, kebijakan, ato apapun namanya, mematok target maksimal…
    Nah, itu juga yg saya harapkan bila nanti pemerintah memang benar-benar merealisasikan program blokir porn site
    untuk mencapai target maksimal, tentu dibutuhkan trik dan strategi yang banyak dan matang…
    bila plan A tak mampu, diganti plan B, ato gabungan antara plan A & B
    sehingga tak ada kata ‘setidaknya’…
    Salam 🙂

  46. Jangan salahin inetnya, salahin otaknya yang kotor, nggak ada gunanya blokir situs gituan, ntar banyak orang impoten nanti ….wakakakakaka… apa orang dewasa tidak boleh lihat gituan ? mendingan ah tunggu saja, mana yang lebih kuat memblokir atau menjebol !

    Vinc..
    makasih dah mampiR…
    waah, kalo ada kubu yang mo main kuat-kuatan, susah dan menyusahkan loh…
    bukan cuma dua kubu itu aja yang bakal ngerasain akibatnya, tapi juga pihak lain.
    yach…smoga kebijakan pemerintah memang yang terbaik dan diimbangi oleh perilaku dan sikap aparatur pelaksananya dengan baik pula…
    salam 🙂

  47. Selain situs porno sebaiknya siaran tv yg menampilkan pacaran anak sd dan smp juga patut dipantau karna sinetron tersebut juga secara tidak langsung mengajarkan tidak baik.masak msh smp saja sudah.aku yang sdh kuliah saja msh jomblo

    e, eh…
    klo soal jomblo…
    no comment dech 🙂
    Rinawati, salam kenal ya…

  48. Namanya saja Dunia Maya ya untuk menampung bagi para penggemar teutama tulisan, gambar atau video, lha kalo diblokir namanya akan menjadi Dunia Akhirat kayaknya tidak cocok ?

    eh, ya enggak sama dunk…

  49. setuju.. pi jngn cma stus2 porn ja,msalny acara tv..skrg bnyk konser2 dangdut dngn goyng erotis n kostm mnim.yg ga bisa internet juga sering liat..tu kan jga merusak moral anak2..

    he-eh tuh,
    saya paling sebel kalo ngeliat goyangan ‘aneh bin ajaib’ githu…
    lebih parah lagi klo mereka tampil off air…waah, tambah aneh poll

  50. 97% pengunjung pertama dunia maya, pasti kesitus porno
    2% 3 bulan selanjutnya, mulai mencari informasi sesuai yang dibutuhkan.
    1% pengguna internet, menggunakan internet untuk membangun bisnis dan informasi.

    Situs pornografi seperti virus yang uptodate, disatu sisi siapkah pemerintah mengantisipasi cyber war akibat pemblokiran ini. Ekses masalah ini kita pengguna internet juga yang kerepotan, karena server-server layanan didefeace sama bokeper.

    pemblokiran ini saya setuju sekali dan pertanyaanya berapa jauh kesiapan pemerintah untuk antisipasi kelumpuhan telekomunikasi. ( mudah-mudahan nggak terjadi )

    waaah, jangan sampe ada kelumpuhan komunikasi dunk…
    bisa berabe kan… 😦

  51. Pemerintah jangan hanya ngeblokir stus porno doang. tuh TV SWASATA banyak yang ngajarin gak bener. yang didepan mata tiap hari aja gak disikapin, gimana mo nyikapin yang maya.

    yupz!!
    emang harus ada batasan dan aturannya…
    jadi nggak seenaknya aja bikin cerita khayal
    yang ngeracunin generasi muda (dan tua…)

  52. Setuju-setuju saja.

    97% pengunjung pertama dunia maya ==>tujuannya situs porno
    2% setelah beberapa bulan kemudian cari informasi
    1% pengguna tingkat lanjut==>bisnis dan jaringan informasi

    pertanyaanya : seberapa siap pemerintah mengantispasi ekses pemblokiran ini ?

    Antisipasi terhadap cyber war yang dilakukan oleh para pornoer, yang kebanyakan jago hack ?

    Ada baiknya pendidikan mental, spiritual dan teknologi lebih ditekankan. Moralitas dimulai dari rumah, sekolah, kemudian baru masyarakat. Kalo yang membuat aturan aja immoral bagaimana menuntut moralitas rakyatnya.

    pepatah lama mengatakan : LIKE FATHER LIKE SON.

    JK aja yang wapres nggak sanggup mengantisipasi keributan mahasiswa disulawesi akibat tindakan aparat yang kelewatan.

    Naif so naif……., like the frog want to be a pricess.

    Prinsipnya setuju ! dan siapkan semua yang harus diantisipasi.

    ah….
    no comment deh utk yg ini
    capeee :-0

  53. btw, apakah ada sanksi bagi individu pengakses dari rumah? ntar didenda 1 M lagi hehe?..( selama ini kan yg dibahas selalu dari sisi pemilik warnet dan pembuat situsnya) any idea….?

    ehmmm… kalo ntu seh, dewi belon baca UU-nya secara lengkap seh…

  54. kalau ada yg mau dukung gerakan anti pornografi,
    silakan link / pasang banner ke http://situsbersih.com

    oke mgkn gk efektif, tapi walau sedikit ttp berusaha

    ada pahalanya kan? =)

    yupz…
    usaha untuk hal positif tak akan dilihat dan dinilai dari sedikit ato banyaknya…
    judulnya tetap ‘positif’ 🙂

  55. Blokir situs porno, tetapi maraknya pelacur wanita Indonesia dimana-mana dibiarkan…, inilah bangsa yang munafik dengan segala permainannya. Yang lain di blokir, yang dibiarkan menjadi pelacur dimana-mana.

    Ini namanya bangsa Indonesia dengan segala permaninannya propaganda munafik, blokir porno tetapi selingku persinaan ada dimana-mana.

  56. sekarang gini aja deh, klo lo semua berfikir bahwa dengan penutupan situs2 porno bisa memperbaiki moral bangsa yang udah kekurangan ini, gw ga sepenuhnya setuju… sekarang siapa pemilik kekuasaan tertinggi di alam semesta ini???
    TUHAN YME!!!!
    Tuhan udah ngasih peraturan2nya dalam semua kitab2 suci, walaupun beda agama, tapi seruannya sama, misinya sama, yaitu bikin mahluk2 ciptaannya untuk bisa hidup sesuai aturannya.
    Nah sekarang jujur aja deh sama diri sendiri, berapa banyak aturan2 larangan2 dalam kitab suci yang udah lo kerjain???
    Intinya adalah aturan Tuhan aja ada yang lo ga kerjain, larangannya ada yang lo kerjain (GAK USAH MUNAFIK YAH…) jadi langkah2 pengamanan moral melalui pemblokiran situs2 porno menurut gw cuma usaha buang2 duit negara utk bayarin anggota dewan yang terhormat utk melongo dan ngangguk2 kepala dan berkata setuju!!!!
    Udahlah moral ko diatur!!! Jangan munafik lah pemerintah!!! Lagian liat sisi lainnya, klo polisi razia ke warnet2, dengan sejuta alasan bisa nyita komputer2 warnet, terus minta di tebus dengan nilai rupiah yang keterlaluan semata2 demi membayar moral????

  57. Orang yang punya kemampuan mencegah kemunkaran tapi ga melaksanakannya itu biasanya identik dengan dosa (kalo yang percaya terhadap agama). Kayaknya pemerintah kita khawatir diminta pertanggung jawabannya di hari akhir, karena beliau-beliau mampu tapi ga mencegahnya, ya jadinya mereka ambil jalan untuk memblokirnya.
    Pendefinisian ‘solusi instan’ atau bukan kan tergantung tolok ukurnya. Kayak di Singapore kan, bisik-bisik tetangga nih, itu ada hukuman murid yang seluruh kelas dikumpulin untuk ngelihat satu anak yang di setrap di depan dipukulin pantatnya. Kalo itu dianggap sebagai ‘solusi instan’ yang bisa bikin bangsa semaju Singapura, wah saya mau aja tuh dipake sistemnya di negara Indonesia tercinta ini.
    Janagn dimarahin ya mbak, saya cuma usil aja ini. Huhuhuhu….

  58. Apa kata dunia uang pajak 3o trilyun mo dihabis untuk memblokir situs porno.mendingan tiru tuh china dalam memberantas korupsi dengan menghukum mati para penjarah uang rakyat braniii kau INDONESIAKU

  59. numpang nanya donk dosa mana poligami ama akses situs porno

    waduh, klo soal dosa kan urusan Tuhan tuh
    yang jelas, menjadi berdosa kalo kita tidak menjalankan perintah-Nya
    tapi melakukan larangan-2Nya…
    Poligami, bukan larangan. karena itu berpoligami ya tidak berdosa..
    akan menjadi berdosa kalo ada “oknum pria” yang menyalahgunakan konsep poligami untuk kesenangan dan kepentingan pribadinya 😀
    (eh, heran juga yach, kok perbandingan dari pertanyaannya poligami sama akses situs porno?….jauuuh…. 🙂 )

  60. saya sih setuju-setuju saja sama pemblokiran..
    tapi apakah pemerintah mampu?
    wong admin-admin jaringan internet pada jago koq,,
    hehehe..
    jangan-jangan di warnet-warnet di blok tapi di kantor pemerintahan malah lebih banyak lagi cewek-cewek berextension jpg dan 3gp..

    saya sih lebih setuju kalo ada sosialisasi dari sejak kecil 🙂
    for better future..

  61. untuk org dewasa yg gaptep cara menembus situs yg diblokir. gampang masuk ke ***** ketikan **** pfoxy enter kalau ketemu masuk saja kesitu trus ketikan alamat yg mo kita kunjung misalkan http://www.youtube.com trus enter tuiiiing….langsung terbuka .aq sering melakukannya diwarnet dekat sekolahanku di sdn.,*@n(sensor)negeri jakarta selamat mencoba

  62. contoh sudah banyak pembuat Undang2 nya sendiri suka main porno tuh kayak si amin malem2 dihotel transaksi ditemenin cewek lagi, cewek masih muda kok keluyuran?
    alasannya pacarnya temennya, pacaran kok sampai larut malam.
    Itu baru satu yang ketahuan .lha yang lain bagaimana ? itu aja baru bikin peraturan hutan lindung.
    Mungkin yang berkaitan dengan pornografri transaksinya lebih dahsyat lagi.
    Dukung sih dukung benahi dulu bapak2 yang sok pinter bikin undang2.

  63. TenanG aJ, paLing2 juGa anGet2 tai aYam, d dPan d0anG say.
    LagiaN dEpk0m inFoNya mSh maNtaN reKToR ITS it kN? Yg g pnYa k0mpie d Rmah, tenAnG aJ.

  64. wajib di blokir ………………..kaena apa:
    1.agama melarang keras
    2.merusak moral bangsa terutama anak muda
    3.membakar hawa nafsu anak muda untuk melakukan diluar ikatan nikah
    4.mereusak pikiran
    6.merusak tubuh.
    7.DLL….masih banyak yang tidak bissasaya sebutkan…

  65. saya setuju untuk memblokir situs2 porno yang beredar di indonesia bahkan diseluruh dunia…….. karena situs yang negatif tersebut akan merusak moral bangsa………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s