Terkunci di Kamar


           Beberapa minggu terakhir, kunci kamarku memang bersikap agak ‘bandel’, tidak langsung klik dengan ‘pasangannya’ untuk bekerjasama membuka pintu dengan cepat. Minimal, aku harus memutar kunci lebih dari 20 kali, baru kemudian pintu terbuka.

        Ih, ngeselin bangetz kan?. Tapi aku masih belum mau berpisah dengan si kunci, menceraikannya, lalu mengganti dengan yang baru. Yach, paling tidak aku mencoba menghargai dedikasi, dan pengabdiannya kepada pintu serta pemilik kamar sejak bertahun-tahun lalu. (entah sudah berapa tahun, sebab aku bukan pemilik asli kamar itu, ngekos je…. 🙂 )

        Keinginan dengan kenyataan terkadang memang tak dapat sejalan. Maunya sich, mencoba menghargai si kunci, tapi usia dan daya tahan ‘tubuh’nya yang memang sudah aus, memaksanya untuk menyerah. Dan pagi menjelang siang hari ini (senin, 25/3/08), si kunci ‘meninggal’ dengan mendadak dan membuatku kalang kabut.

        Bagaimana tidak kalut, lha kok sempat-sempatnya kunci yang kuhargai itu menciptakan kenangan yang tak kan pernah aku dan teman kos, ibu Tun serta tetangga di BaRNes melupakannya dengan mudah. Si kunci ternyata sudah menyiapkan melodrama penuh tangis (iiih, ini sih ditambahin aja, nggak ada yang nangis kok….trust me!..), tawa, dan perjuangan keras (loh?…) sebelum meninggalkan dunia  dan berpisah dengan pintu :-(.

Kunci mengurungku di kamar!! Ia benar-benar tak mau membukakan pintu meski aku sudah mencoba memutarnya berpuluh kali.

Bahkan saat aku membaca doa-doa dengan khusyuk, berharap dapat memudahkannya untuk bersatu dengan pintu, ia bergeming. (lah, soalNa yg terbaca doa sebelum makan, gara2 kelaperan tuuuuh, he3…. 😀 ).

Untungnya, hari ini Evi, temen samping kamarku masih libur Paskah. Dia mencoba membuka pintu dari luar, dan tetap tak berhasil. “Mbak, ada bagian dari kunci yang patah. Makanya ndak bisa buka,” katanya.

Glod@k, geDEbUG!?!#$!. Nah loh?

“Huwaaaaaa……Panggil tukang kunci dunk Vi, pliss…… Pengin ke kamar mandi negh….,” kataku setengah berteriak.

Di tengah kekalutan, Bu Tun bergegas memanggil pak Tukang yang kebetulan sedang membangun rumah di lingkungan kami. Melalui perjuangan panjang (dibayangin yach…..), akhirnya Pak Tukang yang asli Probolinggo itu berhasil membuka kan pintu kamarku. 😀 😀 😛 😛


5 responses to “Terkunci di Kamar

  1. tukang kunci dari probolinggo itu pasti tampan sehingga dengan mudahnya bisa membuka kunci kamar dewi 😀

    😀 😛 😀
    he-eh, namanya juga lelaki 🙂
    Apalagi kalo qt tanya ke istrinya….
    langsung deh ngomong “ganteeeeeeeeNg bangetz!”

  2. kenalkan…tukang kunci dari pekanbaru.
    Kalau terkunci lagi ..silahkan hubungi saya 24 jam nonstop (emangnya dokter jaga) 😀

    yaaaaach…..klo nunggu tukang kunci dari pekanbaru
    bisa-bisa yang terkunci dah klenger duluan dech…. 🙂

  3. hah!!…
    memutar kunci ampe 20 kali, tapi tetep gak mau pindah ke laen kunci???
    ckckckck…..

    huehehehe3…..
    SoaLNa, udah maLemmmmm bangetzz, ga ada yG jual kunci
    tukaNg kunci jg dah tidur tuh…
    Mo pindah, eh pinjam kunci tetangga…NgGak ada yG cocok 😦 🙂 😉 😀

  4. gak usah pake pintu aja… ehe he hehehehe

    tomy——————->penggemar band-band legend

    aih!!!
    Bisa masuk anGIN dunk….. 😀 😛

  5. Untung tukang kuncinya dari Probolinggo, kalo dari daerah laien mungkin Dewi bisa dikamar berhari-hari kali ya. heheheh

    waaah, untungnya…
    udah ga terkunci lagi:-D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s