Festival Lampion Kota Malang


Festival Lampion. Saya tak pernah menghitung, berapa kali Pemerintah Kota Malang menggelar festival lampu cantik yang diadopsi dari negeri rumpun bambu itu. Saya tak pernah tertarik untuk melihat arak-arakan ratusan atau bahkan seribu lebih orang yang membawa aneka lampion dalam ukuran, bentuk, dan warna. Bukan karena tidak tertarik, tapi lebih kepada rasa malas harus berdesakan dengan ratusan orang, dalam waktu yang lama 😦 .

Festival Lampion Kota Malang

Sejak tahun lalu, saya termasuk di antara ratusan orang yang “menjadi tontonan”, puluhan ribu warga yang berjubel menonton di sepanjang jalan.
Nah, Sabtu (12/4), saya juga akan berpartisipasi dalam Festival Lampion yang jarak tempuhnya sengaja diperpendek, dari Jalan Ijen (Simpang Balapan), lewat Jalan Semeru, Balai Kota Malang, dan berakhir di depan Stasiun Kota Baru. Too short!!

Panitia sengaja memangkas jarak tempuh agar festival tersebut dapat berakhir dalam waktu yang “wajar”, tidak terlalu larut seperti pengalaman tahun lalu, hingga pukul 00.00. Padahal lampion diberangkatkan pukul 18.00 WIB, dan baru sampai titik finish, lima jam kemudian!. Menurut pengamatan saya -berdasarkan pengalaman nich-, jarak tempuh bukan alasan yang menjadikan peserta “berlama-lama” di jalan dan “enggan” mempercepat langkah menuju pemberhentian akhir.

Penonton yang tidak tertib, karena nekad bersepeda motor di jalan yang dilewati peserta festival (padahal jalan sudah ditutup), aparat dan petugas lapangan yang tidak tegas menindak penonton bandel serta kurang sigap mengamankan rute, menjadi PENYEBAB UTAMA lambannya perjalanan kami, para pembawa lampion.

Untungnya sih, waktu itu saya membawa lampion sambil duduk manis di dalam mobil 😀 :-P, sehingga tak perlu merasakan lelahnya perjalanan, he3. enyak, enyak, enyak….

3 responses to “Festival Lampion Kota Malang

  1. Katanya hari Sabtu, gimana sih. Untung ngga’ jadi kesana. Kalo ngga’ mau capek jalan, ya gitu duduk manis aja. 🙂

    akhirnya, dewi jalan dari start sampe FINISH kok 🙂

  2. wah ini bisa dijadikan daya tarik pariwisata kota malang lho… tapi dinas pariwisatanya peka ndak dengan yang beginian? kan asik kalo diikutin program visit indonesia 2008

    Nah, buat ngejawab komen ini, dewi sengaja nulis khusus loh…
    SoalNA, jawabannya panjaaaanG
    githu loh Det… 🙂

  3. Hihihihh …
    enyak-enyak-enyak …
    (tora sudiroooo kale …)

    Halo Ibu Dewi ? apa kabar ?

    Hai Juga Pak…
    Alhamdulillah kabar baek…
    semoga, begitu juga dengan bapak… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s