Kantor Pos, Jawa Pos, Kompas, SBY, SB, Bentoel, Nyiru Savira


Mendengar kantor pos, secara otomatis Anda akan terbayang suasana ruangan dengan aktivitas petugas sedang melayani masyarakat yang hendak mengirimkan surat, paket, atau wesel. Kok bisa? sebab kantor pos masuk dalam salah satu materi pelajaran di sekolah. Jadi meskipun belum pernah melihat langsung bentuk kantor pos, Anda dapat menjelaskan fungsi dan definisi kantor pos.

Meski mempunyai kata akhir sama, namun Jawa Pos tidak memiliki kaitan dengan kantor pos. Jawa Pos bukan kantor pos yang ada di Pulau Jawa. Ketika mendengar Jawa Pos secara otomatis otak langsung menghadirkan bentuk visual koran, itu karena Anda pernah membaca Jawa Pos, meski dari koran langganan di kantor atau pinjam ke teman. Lain lagi bagi yang belum pernah mendengarnya. Ia akan mengerutkan kening, lalu bertanya “Kantor Pos?”

Pengalaman ini pernah dirasakan rekan saya ketika ada verifikasi data dari sebuah bank penerbit kartu kredit. “Sebel!!, masak dikira kerja di kantor pos?,” cerita temanku dengan mimik cemberut. Kesalahan wajar jika si penelpon tinggal di Jakarta, berasal dari luar Jawa dan berlangganan koran X.

Saat Kompas lahir, saya belum menghirup udara Indonesia, sehingga tidak pernah merasakan sensasi mendengar kata “KOMPAS” untuk pertama kali. Namun saya membayangkan mimik masyarakat kala itu, bisa jadi mereka mengasumsikan Kompas dengan kompas penunjuk arah. “Eeee lha dalah, ternyata Kompas iku koran to…”. (mungkin) itu kalimat yang terlontar saat mengetahui Kompas yang dimaksud adalah nama koran.

Jika pergi ke Malang, Anda akan melihat rumah makan yang menjual Soto Lombok. Apa yang Anda bayangkan? soto sangat pedas, penuh dengan irisan lombok (cabe) hingga membuat siapapun yang memakannya ber-huah-huah nikmat karena kepedesan hingga meneteskan keringat, ehmmm… yummy!!. Jika ya, hapus bayangan itu. Soto Lombok yang ini sama sekali tidak pedas kecuali Anda menuangkan bersendok-sendok sambal ke mangkok. Dinamakan Soto Lombok karena rumah makan tersebut berada di Jalan Lombok 🙂

SBY. Dulu menjadi singkatan dari Surabaya. Namun sekarang juga menjadi nama singkat dari Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum menjadi presiden, sebagian besar dari kita akan mengasosiasikan SBY dengan Surabaya.

SB. Hah, SB?!! Mungkin yang dimaksud SBY, tapi lupa menulis Y. (di belakangnya). Eits, kalau SBY kok fotonya orang lain? Ooooooh……., SB itu Soetrisno Bachir Ketua PAN 😀

Ya, tiga bulan lalu hanya konsituen PAN, pembaca dan pendengar berita, artis, dan mereka yang peduli dengan dunia politik lah yang mengenal dan tahu sosok SB. Namun sejak pencitraan diri yang gencar dilakukan dengan bantuan lembaga yang dipandegani Rizal Mallarangeng, orang pasar dan tukang becak pun mulai mengenal sosoknya dan hapal tagline yang dituliskan dalam setiap iklan di media dan spanduk di jalan, “Hidup adalah Perbuatan”.

Bentul adalah sebutan dari salah satu jenis umbi-umbian. Sebagian besar orang Malang tahu betul apa itu bentul. Cita rasanya, kelezatan yang ditawarkan. Saat saya menuliskan bentul dengan ejaan lama BENTOEL, masyarakat Malang dan mungkin juga Anda masih dapat membayangkan cita rasa dan kenikmatan yang dapat diperoleh dari merek rokok yang berkantor pusat di Malang ini.

Loh, loh…apa bedanya bentul dengan BENTOEL? dari cara pengucapan, keduanya sama saja. Sebab merek BENTOEL memang nyontek dari nama bentul. Hanya untuk lebih kerennya, tulisan dibuat BENTOEL. Bahkan “maskot” BENTOEL yang rokok pun ternyata adalah BENTUL umbi. Tidak percaya? silakan datang ke kantor Bentoel dan Anda akan mendapati umbi-umbian dipajang dengan bangga di ruang tamu perusahaan tersebut.

Tulisan ini merupakan lanjutan (pertama) dari pertanyaan “Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar NYIRU SAVIRA?” di postingan sebelumnya

Ya, NYIRU SAVIRA. Bukan Nyiur, seperti yang diprediksi Si Det. Sebab saya memang tidak sedang salah mengetik, apalagi salah menuliskannya. 🙂



2 responses to “Kantor Pos, Jawa Pos, Kompas, SBY, SB, Bentoel, Nyiru Savira

  1. aha..

    kantor pos, jawa pos, kompas, bentoel, sby, sb
    kesemuanya sudah menjadi generic brand, dan itu tidak terjadi begitu saja, ada proses panjang sehingga berhasil menciptakan asosiasi di otak siapapun yang mendengarnya

    proses itu bisa disengaja maupun tidak. yang tidak disengaja biasanya mengalir karena fungsi waktu. yang sengaja biasanya menggunakan cara-cara marketing communication

    yang lebih dahsyat, apa yang ada di benak anda ketika mendengar kata: JAVA ………?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s