Hilmi


Hari ini, bangun pagi agak telat (salah ding, SUPER TELAT!!!!), itupun gara2 dibangunin dering SMS “Ass…mbak makasih ya axxx….meski gak perlu..bla..bla..”. Uh, kirain…… 😦

Belom sempet reply SMS, eh ada telpon masuk dari HILMI! duuuh, ponakanku tersayang yang bikin kangen 🙂 Dia  mo mastiin rencana kepulanganku untuk menjadi saksi prosesi SUNATnya 😆 Yupz, Minggu besok (6/7) Hilmi yang jadi idola semua orang di rumah (maklum lah, cucu dan ponakan pertama), bakal ngejalanin potong bur  …..huehehehehe…

Oia, para tamu saya yang terhormat, bukan mo pamer loh…Hilmi memang pantas dibanggakan. Ndak cuman nyenengin tapi doi pinter banget.  Sampe sekarang sih belom ikut tes IQ, tapi saya yakin dia termasuk anak gifted. Aih, bukan karena saya tantenya -cuman mo bilang “Sapa dulu tantenya…?! 😛 , tapi banyak tanda-tanda anak gifted yang dimiliki Hilmi yang saat masih dalam kandungan bertepatan dengan kesibukan mbak dan mas saya mengerjakan tesis.

Saya teringat testimoni beberapa ibu yang memiliki anak-anak cerdas dalam acara festival anak gifted di PSikologi UMM, beberapa tahun lalu. Saat mengandung, ada seorang ibu yang sedang mengerjakan skripsi, ada yang sedang memulai membuat tesis, atau ada juga ibu yang memperbanyak membaca dan sengaja tidak membuat otaknya stagnan apalagi memanjakannya dengan tidak melakukan apa-apa. “Saya ingin mengajak anak saya untuk melatih otaknya sejak dalam kandungan,” ujar seorang ibu.

Kesehatan dan mental ibu hamil memang berpengaruh besar pada kondisi anak. Makanya tuh, ibu hamil harus dijauhkan dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bikin stres, biar si jabang bayi ndak ikutan stres. Ehmmm…thats why ada ibu yang ‘mewariskan’ gangguan mentalnya kepada anak. Meski ketika dilahirkan dan saat tumbuh kembang dia seperti anak-anak normal lain, tapi ada unsur kepribadian (duh, istilahnya kurang tepat. Tapi saya lagi males nginget2….next time ajah ya…) yang sewaktu-waktu dapat terpantik dan membuatnya cepat mengalami stres. Eitz, bukan berarti mereka dapat ditingalkan dan boleh dihindari. Sebaliknya, ANDA harus memberikan PERHATIAN lebih jika menemui anak-anak seperti itu.

Nah loh, kok jadi nulis serius ya? Padahal tadi tuh mo nyeritain Hilmi. Well, next week saya bakal nyeritain proses SUNatan dan suasananya kepada Anda. Tunggu aja deh 😉

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s