Hunting Rumah (1)


“Saya tidak membeda-bedakan pekerjaan domestik. Misalnya, ini wilayah suami, dan ini tugas istri. Kalo istri ada kerjaan, saya juga memasak lho, makanya saya siapkan bumbu-bumbu masak, mulai dari bumbu instan yang kemasan sampe bumbu jadi yang ditaruh di kulkas. Ngemong dan gendong anak? sudah biasa…”

Wah, nyari rumah tapi dapat wejangan panjang lebar soal bagaimana hidup berrumah tangga. Glek!!, diiyain aja sambil terus tersenyum menahan tawa. Ya, sejak pukul 14.00 tadi dirikyu mengelilingi daerah Gading Pesantren

Awalnya sih, ngobrolin rumah, tapi pas si bapak tau sama-sama satu perguruan dengan dirikyu (cieee….:-D ), eeeeeh, lha kok malah kasih wejangan. Itu juga gara-2 celetukan spontanku tentang beberapa teman alumni yang dipersunting kader-kader ma’had. Mereka, perempuan super pintar itu harus rela berkutat di wilayah domestik (saja), setelah menikah. Apalagi kalo suami ditugaskan di ma’had lil baniin. ndak bisa apa-apa.

Ups, jangan menjudge saya pro feminis dan berharap mereka bekerja di luar rumah. Bukan itu, lha wong saya sekarang lagi merintis usaha di rumah ;-)paling tidak, para istri yang juga perempuan hebat itu diberi wadah untuk beraktualisasi, sehingga otak mereka tidak stagnan, mandeg, sekaligus dapat memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat.

“LOh, mereka (para istri, RED) itu ikhlas dengan apa yang dijalanin. Kok dewi yang sewot?!”. Aiiih, salah bo’!!, saya ndak sewot. Lagian, kurang kerjaan deh, kalo ngurusin orang lain (yang gak punya masalah). Lha urusan ndiri aja seabrek. FYI, beberapa waktu lalu saya trenyuh mendengar celetukan seorang teman saat berlibur di TR Sengkaling Malang, yang tak perlu saya tulis di sini.

He3, niat cari rumah akhirnya berlanjut ke diskusi panjang kali lebar sama dengan luas, sampe kemudian si bapak nyeletuk “ANEH, masak alumni Gonput nyari kontrakan. Yang ada, bareng sama suami mau beli rumah. Itu didikan untuk alumni Gontor Putra”. Wah, mang gak ada kecap nomor dua.. dan aku cuma bisa tersenyum, nyum, nyum nyum…. 🙂

2 responses to “Hunting Rumah (1)

  1. buat apa jeng cari kontrakan? ;;)

    Waduh Det, ya dibuat tempat tinggal إن شاء الله. Secara, aku belon punya rumah sendiri. Trus, buat buka butik, ekspansi bisnis dari NYiRU SAViRA. Kapan2 kalo ke Malang, mampir yoo…. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s