Lelaki, Perempuan, dan Naluri Mendua


Bos mau dicariin satu githu, tapi aku tak janji. Aku upayakan, nanti selera bos payah pula

Itu sepenggal kalimat Sekretaris Daerah Bintan Azirwan dalam percakapan telpon dengan anggota DPR Al Amin Nasution. Ya Tuhan, saya tidak bisa membayangkan perasaan Kristina saat mendengar percakapan yang diketahui jutaan masyarakat Indonesia. Lha wong saya yang bukan siapa-siapa Kristina dan tak memiliki hubungan kerabat dengan Al Amin saja kaget plus shock saat membaca judul berita “Amin Minta “Bonus” Perempuan” di Jawa Pos pagi ini.

“GiLA!! ndak malu sama namanya ya…….. AL AMIN!!, yang terpercaya. Ya Allah, gayanya alim kek gini, lha kok doyan juga. dasar laut, dasar sungai, dasar samudera! dasar lelaki kurang ajar!!….” ucapku spontan. Air mineral yang sudah di tangan pun urung aku minum.  

“Yah mbak, biasa deh kayak githuan,” kata Nita, mahasiswa UMM, yang membangunkanku pagi-pagi hanya untuk mengambilkan sertifikat workshop untuk temannya. Nita sebenarnya juga peserta workshop, dia ikut sejak acara pertamaku dulu, dan sekarang sudah menjadi dekat layaknya sodara aja.

 Jadi inget pernyataan spontan yang pernah dilontarkan seseorang “Mendua itu naluri lelaki. Aku mencintai yang satu, tapi nggak mau kehilangan yang lain”. Fiuh!!…Naluri ya?.

 

9 responses to “Lelaki, Perempuan, dan Naluri Mendua

  1. iya yah… ga tau malu.
    kalau aminnya ja udah ga kuatan gitu, apa lagi imannya, Wa Allhu a’lam…
    perlu ganti nama tu orang, biar keterima taubatnya.

    waduuh, tapi ya jangan gonta-ganti nick name dunk…
    awalnya Tony, trus swayya, eeeeh sekarang Leony
    yg bener sapa to namanya?
    cewek apa cowok ya?
    atooo…. 🙂

  2. haha.. lebih tepatnya, naluri manusia!

    banyak kok cewek yang mau begitu. mau dapet yang baru tapi gak mau nglepas yang lama, karena dua-duanya memberikan fasilitas yang membuat dia melambung

    huehehehe…
    iya det, emang banyak juga cowok yang kek githu
    mau dapet yang baru, gak mau ngelepas yang lama
    alasannya, dewi gak tau. bukan cowok sih… 🙂

  3. iya heran, dana ratusan juta gitu habis untuk pelesir pejabat, anggota parlemen, mana tanggung jawabnya pada rakyat ..

    ehmmm….
    padahal ngaku2 wakil rakyat ya….
    hweerrraann dech

  4. naluri … hmmm … naluri …
    yang jelas there’s always a wild side of human nature …

    and the key is how to handle it …

    🙂 bapak mo bagi2 kunci, tips n’ triknya gak?
    biar para lelaki bisa nge-handel

  5. di Ina memang masih sukanya begitu,…
    yang halal dihujat, yang haram dihujat juga sih (kalau ketahuan), fenomena gunung es, memang lebih enak jalan fujur satu atau dua, daripada jalan takwa yang “berat”

    🙂
    sebenernya, yg halal gak bakal dihujat kalo memang sesuai dengan ‘konsep’ halalnya. nggak ngejadiin “halal” sebagai kedok…. 🙂

  6. “Sebenarnya diriku masih mengharapkanmu”. Kayak lagunya siapa ya?
    Sepenggal bait lagu itu aku dengar dari suara merdu mempelai wanita setelah acara resepsi pernikahan.
    Naluri, insting, atau ya…gitu deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s