Rasa


Rasanya melilit, menusuk, sakit. Membangunkanku dari tidur dan mimpi indahku. Tanpa sadar aku berteriak “Ya Tuhan, kenapa sih ini?” lalu spontan mulutku komat-kamit membaca salawat, menyebut asma Allah, dan bacaan-bacaan lainnya, berharap kalimat suci itu menyembuhkan rasa sakit di perutku. Sembuh. Ah, manjur. Jangan-jangan rasa sakit itu ‘pemberian’ penunggu rumahku, pikir otakku setengah tidur, sebelum kemudian pulas ke alam mimpi, meneruskan kisah indah yang terpotong. Baca lebih lanjut

Antara Sriwijaya-Bondowoso


Sudah lama aku tidak menghirup campuran segala macam ‘aroma’ seperti yang aku rasakan tadi sore. Ada bau apek jaket yang sudah berminggu atau berbulan-bulan tak pernah dicuci, aroma asinnya keringat (entah kenapa aku menulis keringat itu asin, padahal ya belum pernah sekalipun indra perasaku mencicipi tetesan keringat), aroma parfum, cologne, campuran keringat dan cologne, asap rokok, bau shampo rambut, dan aroma-aroma lain yang susah didefinisikan karena sudah tercampur menjadi satu.

Baca lebih lanjut