Pedagang Bakso & Mie Masuk Jamsostek


“Omzet pedagang mie dan bakso bisa mencapai Rp 27 triliun sebulan”

PT Jamsostek (Persero) akan mengikutsertakan enam juta pelaku usaha mie dan bakso menjadi anggotanya, yang secara otomatis mereka akan mendapat jaminan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, dan jaminan hari tua. Menurut Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno, usaha kecil menengah (UKM) di sektor mie dan bakso menjadi pilot project  jaminan sosial untuk sektor informal. Maklum, selama ini hanya pekerja formal yang dapat menjadi anggota Jamsostek (itu juga dengan catatan, perusahaan tempat mereka bekerja aware dan memperhatikan karyawannya)

Dipilihnya UKM mie dan bakso sebagai  proyek pilot,  karena enam juta pedagang dan pelaku usaha ini sudah tergabung dalam Asosiasi Pedagang Mi dan Bakso (Apmiso). Nah, dengan keputusan menteri, Apmiso akan menjadi penjamin iuran wajib Jamsostek bagi pedagang mie-bakso dan keluarganya. (organisasi bisa menjadi payung hukum anggotanya. tuh bener kan, bersatu kita teguh?  ato, satu lidi bisa dipatahkan dengan gampang, tapi “lidi yang bersatu” alias sapu, sapa yang kurang kerjaan sampe mo matahin ya…:-D )

(masih menurut menteri) saat ini terdapat 49 juta pekerja informal dari total 97 juta pekerja. Nah, enam juga dari total pekerja  informal itu bergerak di sektor mie dan bakso. Usaha ini cukup strategis karena berkaitan langsung dengan 34 industri derivatif (turunan) dan 24 juta tenaga kerja tidak langsung. Lha, bahan-bahan mie & bakso kan cukup banyak tuh. Ayam, daging, cabe, saos, kecap, kerupuk, sayur, minyak goreng, de el el.

Tak hanya itu, omzet omzet bulanan pedagang bakso dan mie di seluruh Indonesia ternyata amat sangat besar sekali loh…..diperkirakan Rp 27 triliun. Meskipun, perkiraan omzet ala pemerintah ini “cukup sederhana”. Enam juta pedagang dikalikan rata-rata penjualan 30 mangkuk per hari lalu dikalikan Rp 5000, selama 30 hari.
Itu omzetnya, lalu keuntungannya? Kalo dikurangi biaya bahan yang mahal, tenaga kerja, dan biaya operasional. Waaaah, ndak taulah, bisa untung berapa.

Terlepas dari untung rugi, langkah Jamsostek ini layak diapresiasi. Asal tidak kemudian dijadikan ‘lahan baru’ untuk mengeruk keuntungan.Semoga tidak.

3 responses to “Pedagang Bakso & Mie Masuk Jamsostek

  1. Mudah-mudahan ini bisa benar-benar sebagai pelindung para pedagang atau pengusaha bakso dan mi, dan bukan akal-akalan dari pihak penyelenggara… 🙂

    semoga….
    makasih dah mampir di rumah kecil saya ya… 🙂

  2. wah berita bgs ini, jd insurance gak orientasinya ke klien korporat aja (yang notabene masih mampu). ternyata banyak pedagang kecil dan mandiri yang perlu jaminan sosial kan ..

    yupz!…. 🙂

  3. Mudah-mudahan berguna buat para pedagang mi dan bakso. Kesepakatan yang sama-sama menguntungkan, tidak berat sebelah. Ngomong, dompetnya sudah ketemu kan bu?

    Alhamdulillah pak…
    dompetnya dah balik lagi..
    tenkyu… 🙂
    tetep SEMANGAT ya pak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s