Antara Sriwijaya-Bondowoso


Sudah lama aku tidak menghirup campuran segala macam ‘aroma’ seperti yang aku rasakan tadi sore. Ada bau apek jaket yang sudah berminggu atau berbulan-bulan tak pernah dicuci, aroma asinnya keringat (entah kenapa aku menulis keringat itu asin, padahal ya belum pernah sekalipun indra perasaku mencicipi tetesan keringat), aroma parfum, cologne, campuran keringat dan cologne, asap rokok, bau shampo rambut, dan aroma-aroma lain yang susah didefinisikan karena sudah tercampur menjadi satu.

Aku paling susah mentolerir aroma aneh hasil perpaduan aneka macam ‘bahan’. Biasanya, perut langsung mual dan kepala pening. Untuk menghindarinya, aku bergantung pada embusan angin di pintu dan jendela, sehingga tempat duduk di paling pojok (agar bisa membuka jendela) dan tempat duduk samping pintu menjadi favoritku. Sore tadi, aku memilih duduk di dekat pintu. Di depanku ada seorang lelaki berjaket kulit imitasi sibuk dengan hape Nokianya. Memencet-mencet keypad, mengirimkan SMS, entah kepada siapa. Namun melihat ekspresi sumringahnya saat SMS berbalas, aku menduga pastilah sms itu dikirimkan kepada orang terkasih. Di sampingnya duduk pria tua,  sekitar umur 70 an. Kenapa aku prediksi  70-an dan bukan 65 atau 72, yaa karena gurat di wajahnya sama dengan gurat-gurat Pak Sui, penjaga kantor, yang menurut Pak Udi, rekan kerja di samping mejaku sudah berusia 70-an ‘lebih’.  Ia duduk manis dan selalu melihat antusias saat mendengar ringtone hape, entah itu SMS atau ada panggilan masuk. Tak heran jika pria berjaket kulit imitasi menjadi target pandangan mata tuanya, selain seorang perempuan berambut sebahu yang sejak pertama kali duduk asik bermain dengan hape CDMA-nya. Padahal ya cuma mencet2 menu hapenya yang lumayan minim, buka folder contacts, sms, setting, dan begitu seterusnya. Bukan sedang nge-game atau menulis SMS.

Di sampingku, ada seorang perempuan berkaos merah asik ngobrol dengan pemuda di sampingnya. Gaya bicaranya manja dan sedikit centil. Awalnya aku menduga mereka sepasang kekasih. Ah, ternyata bukan. Otakku terlalu cepat menciptakan persepsi dari obyek pandangan mata dan suara yang dikirim gendang telingaku.

“Wah, kita udah naik angkot dua kali ya. Ntar kamu ndak SMS aku…,” kata si cewek.
“Enggaklah, SMS kok…,” jawab si cowok meyakinkan.
“Bener ya?”
“Ya”
“Trus, kok ambil penelitiannya di Balikpapan, napa ndak di sini aja?”
“Yaa…pengin aja..”
“Oooh….”
en bla..bla…blaa percakapan lainnya.

10 menit kemudian, sepertinya aku menjadi perhatian orang-orang yang aku lihat dalam perjalanan dari Jalan Sriwijaya ke Bondowoso. Itu setelah pak sopir mengatakan “Kurang Rp 500 mbak…”
Ups! ternyata biaya angkot udah naik lima ratus, meski patokan pemkot Malang masih Rp 2000. Aku memakluminya, kenaikan harga BBM mengerek naik harga bahan-bahan pokok dan harga barang lainnya.

4 responses to “Antara Sriwijaya-Bondowoso

  1. Selamat menempati rumah baru, moga kerasan, membawa barokah dan tambah sukses.

    AMIIINNN….
    matur tenkyu ya pak…
    tadi dah hadir, kasih doa…(de most important thing is doanya bwaaanyak lagi 😀 )

  2. Antara Solo – Pati
    Awal perjalanan yang sangat menyenangkan, karena cuaca hari ini cukup mendukung untuk mengadakan sebuah perjalanan… cerita selanjutnya ntar yah 🙂

    hallah! pake bersambung…

  3. Mata dalam perjalanan bisa jadi kamera tajam dan cerdas. Menangkap setiap gerak obyek dan menafsirkannya dalam bilik pikir.

    Banyak catatan perjalanan antara dua tempat yang bisa menjadi karya besar. Misalnya dengan mengembangkan konflik berdasarkan tokoh-tokoh dan latar yang dilihat.

    Ngomong-ngomong, kalau ga dibikin sambungannya, bikin jadi cerita pendek dong!

    Tabik!

    ehmmmm…..
    jadi cerpen yach?….

  4. tumben hUnny bunny sWeety naek aNgkOt? 🙂

    huehehehe, soalNa ke kantor pas dianter ma adek tuh…
    trus, dirikyuh lg ada rencana ke Wilis, jadilah naek angkot…
    duh….miz u so much sis…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s