Si Bulat Merah


Jerawat.
Aku masih ingat kulit wajah mulusku saat masih kecil dulu. Ya, bener-bener mulus, tanpa ada jerawat satupun. Hingga kemudian Allah SWT mempercayakanku untuk menanggung satu kodrat wanita, haid. Sejak saat itu, tiap jengkal dari kulit wajahku selalu mendapat giliran untuk tempat nongkrong si bulat agak kemerahan ini!.

Aku masih ingat, bagaimana grogiku saat menghadap salah satu ustadz dengan satu jerawat di ujung hidungku. Uh, mo disembunyiin dengan cara apapun, si jerawat menyebalkan itu tetap saja akan keliatan. Sok mengatakan bahwa ia si penguasa wajahku, bahwa aku tak memiliki hak untuk mengusirnya, dengan cara apapun, bahkan dengan aneka produk yang di-iklankan di tipi.

Jerawat.
Si bulat merah menyebalkan itu ternyata benar-benar mencintaiku dengan sangat. entah kenapa, meski tamu bulanan itu sudah selesai sejak berhari-hari lalu, ia tak jua menghilang. Masih setia menjadi hiasan di pipiku. Huwaaaaaaaaaaaaaaaa………………………………………. :-(( 😦

One response to “Si Bulat Merah

  1. wah perlu di-hijamah/bekam tuh…
    kata para ahli dapat menyembuhkan segala penyakit yang dokterpun keok menghadapinya 🙂
    coba deh…

    wah, klo githu mah kudu ama ahlinya…
    kalo ama org yg baru belajar, waaaaaah…….ngeri deh 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s