Hape dan Jari (ku)


Sejak selasa (16/9) kemarin, aku resmi menjual Flexi Phone “Paket Ramadan”. Cukup senang sih, hari pertama jualan, 10 handset terjual tak lebih dari lima jam (padahal ya cuman berani ambil 10 handset itu aja. more than that, masih belum berani spekulasi. maklum lagi Rp 0 modal).
Hari ini, aku kembali mengambil 20 Flexi Phone, dan semoga bisa cepet laku, amiiin….
sodara-sodari di dunia per-blog-an, mohon doa dari Anda semua yach…. 😉

Bukan soal berapa jumlah Flexi Phone yang sudah berhasil aku jual yang ingin kutulis di sini (secara, sebagai penjual aku tentu berharap mampu menjual sebanyak mungkin), tapi tentang karakteristik masyarakat kita yang ternyata sangat konsumtif (ups! gila bener, jari telunjukku kok mengarah ke jidat seh…duuuh, berkhianat nich, hiks, hiks, hiks….).

Sangat konsumtif.
Seorang pembeli, yang juga istri dari salah satu rekan kerja mengambil dua handset langsung di hari pertama (16/9), hari ini ia kembali mengambil dua handset. “Dua HP yang kemarin diberikan ke saudara  suami, padahal niat saya itu ya ingin membelikan anak. Karena di rumah, dia sendiri yang masih pegang GSM, yang lain sudah pegang dua HP, GSM dan CDMA,” katanya menjelaskan.

Whew!! aku seh seneng-seneng aja, ndak perlu penjelasan panjang lebar plus bumbu tetek bengek lainnya. Dia beli barang dagangan, bayar, titik, selesai. Hanya saja, melihat latar belakang ekonomi dan usia anaknya, rasanya kok belum perlu untuk memegang dua HP. Untuk apa??!

“Iya neng, masyarakat kita ini memang aneh. Bisa pegang HP terbaru, pulsa penuh tapi anak kelaparan. Mampu beli dua HP, tapi masih minta zakat, aneh to?,” kata si bapak dari perusahaan BUMN, tempat saya mengambil barang jualan.
“He3, iya tuh pak. Heran juga deh….,” jawabku.

****

Loh, loh, loh, maksudmu itu apa to???
Tuh kan, aku jadi ngomong sendiri. Ini gara-gara dua jari telunjukku yang kembali mengarah ke diriku sendiri. WHat?!!! eits, dua jari itu sekarang menunjuk ke arah tiga HP yang berjejer di depan monitor, mengajak mataku untuk memandang ketiganya. Maksud Lo?!@#!!

Ooooooh, aku termasuk golongan mereka? konsumtif? ndak bisa ngerem keinginan untuk belanja?!. Eh, gini ya Ri (panggilan untuk jari telunjuk, Red), HP GSM itu aku beli karena emang butuh alat untuk komunikasi dengan relasi, HP CDMA yang satu dibeli juga untuk kebutuhan komunikasi dengan biaya murah untuk relasi yang menggunakan CDMA. Kamu tanya HP yang satunya?!
Lah, kan Itu pemberian salah satu perusahaan komunikasi untuk loyalitasku terhadap produknya. Jadi yaaa, ndak bisa dibilang konsumtif dunk!!.
Dua HP yang kemarin? Idih Jari, gimana sich, ente lupa yach, dua HP itu kan dah berpindah tangan. Yang satu buat my luvly lit bro, satu lagi harus kembali ke asal karena itu HP komunitas.

Aih, aih…ngapain juga sekarang dua jari telunjukku bersekongkol dengan jari-jari lain dan membuka dompet. Voucher belanja??!
Naaah, itu juga dapet kok. Lumayan lah, bisa ngeborong beberapa baju gratis 😉
Dari mana aku mendapatkannya?
ehmmm….Bonus!
Bonus apaan katamu? aduuuuh JARI!! kok ente cerewet bangets seh? Ya tentu saja bonus dari belanja setelah aku berbelanja dengan nominal tertentu. Ups! 😦 swear ewer-ewer boom2, Im not that women anymore dweh. Aku sudah ndak pernah belanja-belanji lagi, muflish jiddan!. Ndak pernah lagi mampir ke All n C Salon & Spa, even dah mupeng bangets. Nggak pernah, aku sedang berpuasa, menahan diri dan nafsu belanja, dan yach… so far bisa kok!. Jadi Ri, kamu jangan meremehkan aku, dan jangan nunjuk-nunjuk lagi ke jidatku, NDAK SOPAN TAUk!!!.




3 responses to “Hape dan Jari (ku)

  1. Alhamdulillah saya masih punya satu hp, dan mudah2an tidak akan terpengaruh untuk membeli hp tambahan.
    Tapi, kalau semua orang seperti saya, kasian kan pedagang dan produsen hand phone.
    Nah lho….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s