Ujian


“Q, apa artinya iktasaba?,” tanyaku pelan setelah mendengar salah satu penguji berkata “wa maktasabuu fii attadriis”
“Mendapatkan,” kata QQ tak kalah pelan.

“Eh, kalo “sajjil” apaan artinya?”. Itu setelah si penguji berkata “sajjil ma wajadta bla..bla..bla..”
“Uktub”
“Ooohhh….”

“Duh, gw sakit peyut negh, boleh keluar g?”
“Tafadholii…kamar mandi di ujung ruangan, belok kanan?”
“Yupz!”. Nah loh, sapa yang ujian, kok aku yang sakit perut yach?!.

Ya, pagi ini (22/9) emang hari bersejarah si Uchien, abang tersayang dari temanku tercinta dalam mempertahankan tesisnya di depan penguji. Aku, bersama QQ, dan teman-teman Uchien menjadi audiens ujian sejak pagi. Hiks, dirikyu yang baru bisa tidur  pukul 01.30 , dan bangun dua jam kemudian untuk sahur bersama QQ, benar-benar harus menahan kantuk. (kalo bukan karna QQ, dirikyuh mungkin masih molor…wkakakakakak No-lah, aku bener2 ikhlas kok jadi fotografer ujian ente Chien…secara, aku masih nungguin janji traktiran bis lebaran ntar)

Suasana ujian seperti de javu, yang membawaku kembali ke lebih dari 10 tahun lalu. Saat aku menikmati ujian, menjawab pertanyaan dengan semangat dan ekspresif melalui gerakan tanganku yang menjadi penegasan jawaban non verbal yang ampuh. Hiks, aku dulu pernah begitu lancar berucap dalam bahasa yang digunakan Uchien tadi. Dan sekarang? 😦

Well, mabruuk…

3 responses to “Ujian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s