Kesalahan Kecil (Fatal) di Film Laskar Pelangi


فَمَن يَعْمَلْ مِثقالَ ذَرّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Anda pasti tahu ayat ketujuh dari surat الزلزلة ini. “Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarahpun, maka ia akan melihat (balasan)nya”. Ayat yang sering dijadikan rujukan saat seseorang menasehati sesamanya untuk berbuat baik. “Ente nggak bakal rugi kok. Berbuat baik itu mesti ada pahalanya, meski itu masih dalam niat sekalipun. Malaikat mencatat, Allah melihat”

Ayat ini pula yang ditulis Bu Muslimah yang diperankan Cut Mini dalam Laskar Pelangi. Ayat ini muncul dan di-shoot tak lebih dari tiga detik. Cukup singkat, tapi otakku melakukan scanning cukup cepat. Karena itu, setelah papan tulis tak terlihat, aku bertanya kepada QQ, yang kebetulan duduk di sampingku “Q, mitsqoola itu pake tsa (ث) apa sin (س)?”. Baca lebih lanjut

Yoga


MInggu, 26 Oktober 2008

Minggu pagi ini berbeda dengan minggu sebelum dan sebelumnya. bukan hanya karena tanggalnya yang keramat, tapi pagi ini aku dan QQ yang nginep di rumah tiap akhir pekan, langsung bergegas bangun, mandi, dan langsung meluncur ke Ijen Nirwana Residence. Mengikuti yoga, menikmati fresh juice, dan merasakan sejuknya udara ala hutan tropis di tengah kota. Baca lebih lanjut

ordinary day


I wish I could tell you
The things I never got the chance to
I wish I was with you now
To see you smile again
I wish we had more time
But time goes by so fast

The moment comes and
Then the moment passes by
In the blink of an eye

And If I had one wish
I wouldn’t ask for money
I wouldn’t ask for fame
I wouldn’t ask for the power to
Make this world change
If I could have one thing
That one thing that I would chose
Is one more ordinary day with you
With you Baca lebih lanjut

temannya temanku


beberapa waktu lalu ada temannya temanku yang memberikan apresiasi dan aplaus panjang padaku, dewi atau yang biasa dipanggil hana oleh sebagian orang, hanya karena melihat salah satu koleksi buku yang terpajang rapi di lemari. persepsinya terhadapku langsung berubah. “hebat!!, dewi punya koleksi buku keren. itu kan buku langka, sejarah! bukan hanya isinya tentang sejarah Indonesia tapi buku itu memang benar-benar kuno, mahal!! mendekati satu juta!”

begitulah ungkapan hiperbola yang dikatakannya kepada temanku. aku yang mendengar kekaguman temannya temanku itu langsung spontan ngakak, huahahahaha….tawaku benar-benar lepas tak terkendali. hah! belom tau dia, buku itu memang ada di lemariku, tapi bukan milikku. aku menghormati sejarah, mengagumi apa yang sudah dilakukan para pahlawan, dan mengapresiasi para musuh (loh kok?!. ya iyalah, kalo nggak ada musuh, maka tak akan pernah ada pahlawan yang mengharumkan nama bangsa to… 😀 ), tapi kalo disuruh membaca buku dengan bentuk yang kurang eye catching itu, aku akan langsung ngantuk.

tapi bagaimanapun juga aku harus mengapresiasi pemilik buku yang sudah memaksa meminjamkan buku tulisan tokoh komunis itu, tentu saja dengan membacanya. halaman demi demi halaman,  satu per satu, meski harus selalu diselingi dengan tidur di tiap lembarnya 😀


Menkominfo Jamin Kebebasan Blogger


’’Selama ditugaskan menjadi menteri, saya tak akan kontrol maupun melarang kebebasan berekspresi. Sebab, kebebasan menjadi kekuatan kita. Kalau ada yang mengadili blogger, istilahnya dia kurang kerjaan,’’ kata Menkominfo Muhammad Nuh di Jakarta, kemarin.

Nah, ini kabar menggembirakan untuk semua blogger di tanah air. Menkominfo Muhammad Nuh menjamin kasus hukum yang menimpa blogger di Malaysia dan Singapura tak akan terjadi di Indonesia. Walaupun ada UU Kebebasan Informasi Publik (KIP), pemerintah menjamin kebebasan blogger dalam menulis informasi dan menyuarakan opininya dalam blog.

Blogger juga tak perlu khawatir bakal ditahan, sebab pemerintah melihat blogger sebagai orang yang yang ingin menyampaikan pendapat kepada publik. Dengan catatan, tulisan yang dimuat dalam blog dilandasi dengan etika dan kaidah moral.

“Selama tulisan tidak mengajak warga untuk keluar dari koridor NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) atau tidak mengajak orang lain saling bermusuhan, wajar-wajar saja,” tegas mantan rektor ITS itu sembari menambahkan blogger memiliki kontribusi positif terhadap masyarakat.

Nuh juga mengatakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata membuka kesempatan bagi lima orang blogger asing (dari Amerika Serikat, Australia, Tiongkok, Singapura, dan Malaysia) yang ingin berkunjung ke tanah air dan membuat tulisan perjalanan wisata Indonesia di blog mereka. Para blogger tersebut akan diajak melakukan perjalanan wisata ke situs-situs sejarah dan kawasan wisata yang penting di daerah Bali dan Jogjakarta.

Setelah itu, mereka menghadiri Pesta Blogger 2008 di Jakarta, yang merupakan Pesta Blogger ke-2 dan menjadi ajang temu nasional blogger terbesar di Indonesia yang digelar di Gedung BPPT II, lantai 3, Jl M.H. Thamrin No 8 Jakarta. Tema yang diusung kali ini adalah blogging for society.


Gedung Kuwait dan Haid


*Episode Masih satugontorputri*

Dibandingkan gedung lain, Kuwait selalu menjadi favorit untuk tempat belajar  di malam hari. Gedung dua lantai yang berada di bagian depan area Gontor Putri itu akan dipenuhi oleh santriwati. Ada yang menghapal sambil berjalan mondar mandir di depan gedung, ada yang duduk di dalam kelas, ada yang mengambil kursi dan menjadikan pagar di lantai dua sebagai meja belajar sekaligus bantal untuk tidur 😀 . Tak sedikit juga santriwati yang sengaja masuk ke ruangan KMI di lantai satu, menghadap ke ustadzah atau ustadz untuk sekadar bertanya pelajaran, mengobrol, atau hanya iseng memanggil.

Ustadzah dan ustadz, siapapun mereka, yang sedang berada di kantor KMI, akan siap sedia melayani berbagai pertanyaan. Menjelaskan, dan membimbing dengan sabar anak didiknya, yang mungkin terlelap tidur saat dia menerangkan pelajaran di kelas. Jika sekarang ini ada konsep one stop shopping, maka guru-guru di Gontor Putri memberikan one stop services kepada seluruh santriwati dari semua kelas, dengan ikhlas.

Aku, termasuk santriwati yang sering berada di area Gedung Kuwait. Sejak sehabis Isya sampai bel waktu tidur dipukul. Bukan, bukan untuk bertanya ke ustadz dan ustadzah tentang pelajaran yang belum kumengerti, tapi aku senang berjalan-jalan di sekitar Kuwait yang diterangi lampu ratusan watt sehingga dapat menghilangkan rasa kantuk, duduk di taman kecil depan gedung sambil melihat lapangan hijau dan pintu gerbang, sambil menunggu kantin dan koperasi yang berada di samping kanan gedung dibuka 😀
Jika ada banyak santriwati yang sengaja mengejar-ngejar ustadz atau ustadzah untuk bertanya, maka sebaliknya, akan selalu saja ada ustadz atau ustadzah yang mendatangiku dan bertanya “Dewi sedang belajar apa?”

“Ups! ini ustadzah,” kataku sambil menunjukkan buku yang aku pegang, yang seringkali aku sendiri lupa sedang membawa buku apa.

Suatu malam, sesudah bagian Ta’lim menutup pintu-pintu kamar, dan menyuruh semua santriwati belajar di luar kamar, aku berencana pergi ke Kuwati seperti biasanya.

“Dewi mau kemana?,” kata Nadi, salah satu temen di kelas III B, saat melihatku berbegas dengan dandanan rapi sambil membawa buku.

“Mau ke gedung Kuwait. Jalan-jalan, mo baca koran, kalo nggak males ya belajar”

“Loh, anti kan lagi dapet (baca: haid) to?

“Lah, emangnya kenapa?

“Eh, nggak tau peraturannya ya?

“Peraturan apaan?

“Yang lagi haid, nggak boleh jalan-jalan ke depan. Di sana banyak ustadz”

“Nah, nah. Apa hubungannya haid dengan ustadz?”

“Yaaaa…kan ketauan nanti Dew!”

“HAH?!! ketauan gimmmana?! emangnya ni lagi tembus ya…,” jawabku dengan nada terkejut, mata terbelalak, sambil spontan melihat ke bagian belakang rokku, dan tak kulihat bulatan merah di sana. Bersih, sebersih rok yang baru saja aku cuci. “Waduh, anti bikin kaget saja. Ketauan gimana sih maksudnya?”

“IYAA! ketauan kalo ente tuh lagi HAID!! kan keliatan to Dew!. Muka jadi kinclong, trus payudara membesar, wes pokoknya cewek yang lagi dapet pasti keliatan berbeda di mata cowok. Makanya nggak boleh ke Kuwait, ntar diliat ustadz kan malu”

Waduh. Mendengar penjelasan Nadi, sekali lagi, aku spontan melihat tubuhku.
Ah, masak iya sih, keliatan? Masak orang tau kalo aku lagi haid? Perubahan payudaraku? Aduuh, padahal sudah pake baju gombrong bin longgar gini. “Eh, emang keliatan ya?,” tanyaku khawatir.

Dengan gaya sok ahli, Nadi mengamatiku dengan seksama. Melihatku dari ujung jilbab (he3…bukan ujung rambut…) sampe ke ujung kaki. Tak hanya sekali, dia menegaskan pengamatannya lagi. Kali ini dari kaki, ke rokku, baju, muka, lalu tersenyum. “Ehmmmm….kayaknya sih keliatan. Tapi aku kan bukan cowok,” ucap Nadi sembari memegang dagu lancipnya.

“Waduuuuh…gimana sih??!. Padahal aku sering ke depan kalo pas dapet, trus kalo ada ustadz yang tau gimana dunk. hiks, hiks…..kan malu Nad….”

“Yaaa…anti sih. masak nggak tau kalo nggak boleh ke depan”

“Emang enggak tau. Lagian peraturan dari mana itu? Kok nggak tertulis, aku ya baru denger dari anti”{

“Itu dari ustadzah senior. Emang peraturan nggak tertulis sih, tapi semua orang tau kok, KECUALI KAMU!”

****

Sejak obrolan dengan Nadi saat itu, aku tak pernah lagi nekad belajar di Gedung Kuwait ketika sedang haid. Aku sendiri, tidak pernah mengkonfirmasi apakah peraturan itu memang ada, ataukah hanya akal-akalan Nadi untuk mengerjaiku. Maklum, gadis cantik asal Jember itu memang terkenal usil. Sayang, cewek dari keluarga borju itu tak dapat menyelesaikan pendidikan di ma’had, bukan karena dikeluarkan, bukan karena nggak kerasan, juga bukan karena malas-malasan, tapi atas permintaan orang tuanya. Hi Nad, klo nggak sengaja ngebaca tulisan ini, call me yach…


* Obrolan terjadi pada tahun 1994.


Workshop Pendidikan


Setelah vakum menjelang Ramadan kemarin, akhirnya Nyiru Savira (NS) Consulting & Training bakal menggelar workshop lagi. Mengusung tema “Menciptakan Kelas Kreatif, Melahirkan Generasi Inovatif”, NS mencoba menghadirkan workshop yang menggabungkan dua materi dari Psikologi dan Manajemen Pendidikan.

Bertempat di Lantai 8 Gedung Telkom A.Yani 11 Malang, workshop insya Allah akan digelar 23 November 2008, mulai pukul 08.00 sampai selesai dengan dua pembicara, Yudi Suharsono, S.Psi, M.Si (Psikolog dan dosen UMM), serta Dr Sutirjo (Praktisi Pendidikan dan Ketua Fokus Guru Malang).  Informasi dan pendaftaran tentang pelaksanaan workshop bisa menghubungi Kiki di 0341-9029200, ato Hana (0341-5454800) 😀

Biaya Workshop:
Guru, Mahasiswa S2, dan Umum Rp 65.000
Mahasiswa S1 Rp 45.000