(hanya) Untukmu


ada sedih ada bahagia.


tepat hari ini ada momen bahagia dan sedih, dalam waktu bersamaan
bukan tentang aku. dan tak ada kaitannya dengan diriku
tapi dirasakan ia yang berada nun jauh di sana, sahabatku…

saat mendengar ceritanya kemarin, aku tak dapat berkata apa-apa. tak jua berusaha menghiburnya dengan kata-kata indah, karena aku tau kata seindah apapun tak dapat menutupi kegalauan dan keresahan hatinya. aku juga tak berusaha untuk berucap ‘sabar’, sebuah kata basi yang seringkali diucapkan sebagai penghiburan basa-basi.
aku sedang tak mau berbasa-basi.
yang aku tau, sepahit dan segetir apapun masalah yang terjadi harus dihadapi.
bukan dihindari, apalagi dengan melarikan diri.

sobat, tunjukkan wajah tegarmu. berikan senyum termanismu. ucapkan doa tulusmu.
tanpa merasa malu untuk meneteskan air mata, menunjukkan rasa sedih, berbagi kisah dan luka.
tak perlu kau sembunyikan lara, karena ia memang ada
senyata doa yang aku panjatkan untukmu, hari ini, saat ini, detik ini.

***

hi, waktu kau baca ini, aku membayangkan mukamu yang imut dan lucu itu berubah warna. dari sawo matang, pucat, lalu bersemu merah. idung mungilmu yang jauh dari mancung itu pun langsung kembang kempis menahan tangis.
air mata yang dengan susah payah kau tahan, akhirnya berderai berjatuhan,  mendobrak bendungan semu yang kau bangun. kau menangis sambil mengumpat pelan, “dewooooolll, kurang ajar lu!!”.
seandainya aku berada di depanmu, aku akan menertawaimu, tertawa terbahak hingga tanpa sadar air mataku berlinang, berlomba dengan suara tawaku dan isakan tangismu.
lalu kita berpelukan, erat, saling menguatkan.

hi, masih menangis? cup..cup..cup…
satu yang aku percayai dan membuatku terus hidup adalah janji Tuhan untuk selalu berada bersama hambaNya, memberikan yang terbaik, tanpa syarat.

aku,
aku ingin berbagi kepercayaan itu denganmu.

pejamkan matamu, genggam erat tanganku
rasakan energi murni kepercayaanku kepada Tuhanku,
bahwa Dia ada, hidup, dan akan selalu membimbing kita, aku dan kamu…
ciptaan terbaikNya…

masih nangis juga?
ah, aku tak tau harus berkata dan menulis apa lagi…
yang jelas, Tuhan memilihmu karena DIa tahu…
ketegaranmu
ketabahanmu
kekuatanmu…

dedicated to u, sobat tercintaku 🙂

2 responses to “(hanya) Untukmu

  1. keknya enak kalo habis nangis. hik….hikk…hikkk bisa plong.

    Jadi inget obrolan Ibu Dewi, sedih – menangis, bahagia – menangis.

    🙂
    menangis itu sehat Pak
    mulai kapan panggil aq ibu? 8)

  2. dew… asli mewek gue!!
    makasih ya dew.. lu emang sohib gw yang paling sinting bisa bikin gw sesegukan sambil nyengir geneeeeeee!!

    lah, loe lebih sinting 😀
    gw dah bkin karakter loe ambigu, eeeeh malah nongol di sini,
    huehehehehe……tapi ya itulah dirimu, apa adanya, en thats why I love u 😉
    gbu en always kabar kabari yach…
    klo msh sedih, nonton laskar pelangi lagi deh
    ato, ntar gw bikin blind date sama andrea, sounds great kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s