Ujian Nasional


Beberapa minggu terakhir muncul isu dan wacana Ujian Nasional (UN) dimajukan sebelum pelaksanaan Pemilu legislatif April 2009, atau diundur sesudahnya. Wacana ini santer didengungkan di seantero penjuru tanah air (whew!!), hingga membuat beberapa sekolah kalang kabut dan sebagian di antaranya memutuskan untuk memampatkan materi pelajaran anak didik. Alasannya, supaya siswa siap mengikuti UN dan nilai mereka tidak anjlok. Bayangkan,  Anda terbiasa makan dua hingga tiga kali sehari atau 14 sampai 21 kali seminggu, tapi karena ada sesuatu dan lain hal, Anda harus menambah jatah makan dari tiga kali sehari menjadi empat atau lima kali. Apa yang Anda rasakan?!

Mau muntah, neg, mual, mulas, dan lainnya. Bahkan mungkin Anda harus berurusan dengan rumah sakit, bukan hanya karena sakit fisik tapi juga psikis Anda terganggu.

Nah, begitu jugalah yang mungkin dirasakan oleh siswa-siswi sekolah yang dididik oleh sekelompok gurugampangpanik oleh isu dan wacana. Meskipun, jika saya boleh menghujat, maka penyebar isu dan wacana itulah yang layak untuk dicaci. Lha kenapa juga dia mengeluarkan statemen untuk memajukan atau memundurkan UN HANYA KARENA AKAN BERTABRAKAN DENGAN PEMILU?! apa kaitannya UN dengan Pemilu?

“Loh, nanti kalo berbarengan dengan masa-masa Pemilu, bisa mengganggu to…”
Aih, aih!! siapa yang diganggu dan siapa yang mengganggu? UN dan PEMILU memiliki jalan masing-masing, arah berbeda, dan pelaku yang tak sama. Guru dan politikus. Kecuali, jika guru  mempunyai pekerjaan sambilan sebagai politikus atau para politikus merasa jumawa dan menganggap diri mereka guru. Aduh, saya kok ngelantur.

Gini deh, sekali lagi kalo boleh menghujat dan memaki, maka saya akan mengatakan kepada penyebar isu pertama “Eh, ente tuh bego, bahlul, apa jahil murakkab seh?!!! bikin isu kok nggak keren banget githu?!”
ato, “Eh, kurang kerjaan banget seh lu?! mau kerja? gimana kalo ngepel di rumahku 😀 ”

Kepada para guru, seharusnya dapat menerima isu dan menanggapinya dengan wajar, tidak terlalu mendramatisir dan panik. Ingat pelajaran berenang pertama, jangan cepet panik! (huehehehe…..). Maka Anda sebagai orang yang patut digugu dan ditiru sudah seharusnya bisa bersikap tenang dan berpikir dengan kepala dingin dalam menghadapi ragam isu terkait dengan pendidikan, dunia yang Anda geluti dengan penuh cinta (?).

4 responses to “Ujian Nasional

  1. Pinjem trade mark-nya Olga, “Sabar yaa Bu”

    Ehh…. Si Laura Bule nambahin,”Ngga’ ada hujan, ngga’ ada ojeg, buecek.”

    Padahal sama2 hajat nasional ya? ato nama Ujian Nasional aja yang diganti menjadi Ujian Umum biar bisa bareng pelaksanaannya.

    Ato Pemilu diganti Peminas, biar jadualnya bisa maju – mundur.
    (off the record)

  2. OOOOO gitu toooo.
    Saya kemarin juga sudah dengar lewat sebuah stasiun radio, tapi belum konfirmasi ke sekolah putraku (ia kelas 6 SD).
    Mudah-mudahan memang cuman isue ya….

  3. Ya emang, begitu hebohnya UN. Ngomong-ngomong UN yang deketan waktunya ame Pemilu, sekarang udah ada kepastian dari BSNP bahwa UN SMA/SMK tgl 20-24 April,SMP/MTs 27 — 30 April,SD/MI 12-14 Mei,SMK/SMALB 20-22 April 2009. Pemilu 9 April 2009. So, tetap di “alamnya” masing-masing.

  4. Ane denger isyu, kalau dalam ujian nasional (UN) akan disertakan fula amplop buat para pemilih pemula, maksudnya ikut pemilu sembari UN… entah isyu dari mana itu 🙄
    *ditendang masuf sumur*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s