Kesalahan Kecil (Fatal) di Film Laskar Pelangi


فَمَن يَعْمَلْ مِثقالَ ذَرّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Anda pasti tahu ayat ketujuh dari surat الزلزلة ini. “Barangsiapa mengerjakan kebaikan sebesar zarahpun, maka ia akan melihat (balasan)nya”. Ayat yang sering dijadikan rujukan saat seseorang menasehati sesamanya untuk berbuat baik. “Ente nggak bakal rugi kok. Berbuat baik itu mesti ada pahalanya, meski itu masih dalam niat sekalipun. Malaikat mencatat, Allah melihat”

Ayat ini pula yang ditulis Bu Muslimah yang diperankan Cut Mini dalam Laskar Pelangi. Ayat ini muncul dan di-shoot tak lebih dari tiga detik. Cukup singkat, tapi otakku melakukan scanning cukup cepat. Karena itu, setelah papan tulis tak terlihat, aku bertanya kepada QQ, yang kebetulan duduk di sampingku “Q, mitsqoola itu pake tsa (ث) apa sin (س)?”.

“Pake (ث)

“Ehmmm….then..ada yang salah tuh dalam penulisan ayat tadi. Ente liat nggak?”

“Waduh, aku nggak liat semuanya, cuman sempet ngelihat yang يره aja”

“Nah, sepengliatanku tadi, nulisnya مِسْقَلَ padahal seharusnya kan مِثْقَالَ to Q?” “Lah, iya!…artinya salah tuh. Duuuh, kesalahan kecil yang fatal….”

Pembaca, katakan saya salah…bahwa pengliatan saya sedikit kabur dan memang tulisan di papan tulis di sekolah Muhammadiyah di Belitong itu memang benar seperti seharusnya…..


14 responses to “Kesalahan Kecil (Fatal) di Film Laskar Pelangi

  1. Kalo salah tulis artinya berubah jadi apa?

    D, aku juga pernah di komplen temen, karena nulis logo pada Bus sekolah Al-kausar, yg bener bla…bla… bla….

    Lah… master tulisannya kek gitu mau di ubah kek apa, ntar malah salah.

    Kalo dah salah dari masternya ya dikonfirm dulu dunk…
    dikasih tau yang bener, baru kemudian ditulis mas…

  2. ya ampun dew.. brovo! dek udah nuntun 2 kali, tapi kok gak nyadar yaaaaa?? apa gerangan yang kuliat waktu itu?? *tuing..tuing…* tapi asli dew, scene yang itu dek malah gak inget! suweeeer!!! jangan2 di jakarta bagian yg itu dicut lageeeeee.. *ngeles mode on*

    lah dek…. lo dah terlanjur jatuh cintrong sama Andrea seh…
    makanya, semua mua juga terlihat indah, bagus, menyenangkan, membahagiakan…-nah loh, kok ngelantur ya-

  3. wah, yang bener tuh…klo emg di film salah…mbok di komplain aja bu!…itu penting sekali, masalah yang krusial dalam sebuah kitab suci…..ayo saya dukung klo mo komplain (klo bener salah lho)………….

    best regard, arif
    nurrahmanarif.wordpress.com

    he3….
    pak, jangan asal ngedukung
    trus, jangan asal percaya tulisan saya
    sebelum ngebuktiin dengan mata kepala sendiri…
    salam kenal en makasih dah mampir ke sini yach…. 🙂

  4. Wah.. kebetulan saya belum nonton tuh… (anak-anakku udah.. tapi aku… gak ada yang jagain aini.. -hufff-.) Mudah-mudahan ini bukan karena kesengajaan…
    Dan.. sayapun punya kebiasaan jelek.. suka nulis kebalik atau kurang huruf atau salah huruf… dan seriiiinnng banget tetap gak nyadar walaupun sudah baca tulisanku berkali-kali… apa ya.. namanya.. dislexya (kata yang ahli ya…)
    Saran saya… dewi… “wajib” untuk memberitahukan.. ya.. mungkin bisa dengan e-mail jadi gak kebaca banyak orang…
    (ehmmm saya juga doooongg kasih tahu…ya… )
    Jazakillah khairan katsiran

    eh, ditulisan ini kok ga ada yg kebalik yach? he3…
    ya udah, klo belom nonton Insya Allah ntar ada kesempatan bwt nonton kok mbak…
    oia, salam buat buah hati tercinta yach…

  5. kayaknya postingan ini perlu di teruskan ke pembuat film laskar pelangi… biar diperbaiki…

    salam aja

    lama gak kesini 😀

    yaaaa….smoga aja ada yg baca y pak…
    lagian, saya yakin deh, yang nulis ayat itu pasti bukan para sineasnya 😀

  6. Belum sempet nonton…
    Wah…. kalo memang demikian…. harusnya hal kecil tapi sebenernya besar maknanya bagi orang yang paham…. diperhatikan sungguh-sungguh ya..
    Ayo kritik sineasnya…

    waduh mbak Nin, klo ngeritik sineasnya berarti ngeritik proses pembuatan pilemnya…
    nah, diriku kan bukan sineas en nggak ngeh, cuman tau kalo soal penulisan ayat itu, he3…
    salam bwt keluarga ya mbak…
    sukses selalu 🙂

  7. Benar, pengamatan Mbak Dewi.
    Aku juga lihat, cuma belum sempat ngomong aja.
    Ini artinya tim produksi film tersebut kurang all out dalam mempersiapkan data….
    Masalah merubah arti atau tidak?
    Kalau pake huruf sin, kayaknya nggak ada artinya ya…
    Yet, mudah2an kesalahan kecil ini tidak mengurangi keseluruhan film.
    Aku juga melihat ada adegan yang mikenya kelihatan (alias bocor)…
    Mungkin lupa diedit. Hal ini juga terjadi di AAC.
    Film2 Holywood juga ada kok yang seperti ini.
    Jadi, jangan sedih…

    he3…..

  8. Ketika sebuah film di apresiasi tiap scene tidak akan mendapat cerita yang runtut. Apa dan kemana scene itu akan dijelaskan hanya penulis dan sutradara yang tau. Semoga apresiasi dan koreksi film ini cukup bagus untuk perbaikan selanjutnya.

    Untuk out frame/mic bocor, bukan sutradara + editor tidak sempat mengedit, semua itu karena format film yang berbeda-beda.
    Ketika anda menyaksikan TV width screen, Flate atau TV tabung pas jelas terlihat perbedaannya.

    format Film Bolywood berbeda dengan dengan format film kita. begitu juga dengan Holywood. coba perhatikan secara detail.
    kabuuurr………..

    kabur???
    lah, napa musti kabur pak?
    gak bakal lempar sandal kok…
    paling yaa…sepatu aja 😀

    Ketika sebuah film di apresiasi tiap scene tidak akan mendapat cerita yang runtut.

    memang, kalo hanya diapresiasi tiap scene rasanya kurang adil. namun satu scene dengan yang lain memiliki keterkaitan, sekali ada yang cacat, akan berpengaruh pada scene lain.
    atau sebaliknya, kekurangsempurnaan itu malah menyempurnakan cerita secara menyeluruh, sama seperti melihat wajah seseorang. kalo cuman “diapresiasi” hidungnya yang pesek, ya…terlihat jelek, tapi kalo diliat secara keseluruhan dengan kombinasi mata, bibir, alis, bentuk wajah, dll, terlihat sangat cantik ato ganteng.
    back to thiz pilem, koreksi yang saya berikan dan teman2 lain tulis mungkin karena kami terlalu mengapresiasi pilem ini, hingga merasa sayang melihat ada kesalahan yang sebetulnya tak perlu terjadi.


    Apa dan kemana scene itu akan dijelaskan hanya penulis dan sutradara yang tau

    lalu untuk apa pilem dibuat??
    untuk sutradara dan penulisnya?
    sebuah film tentu memiliki misi khusus, minimal menyenangkan penontonnya hingga mampu menarik pundi-pundi rupiah. lha kalo cuman penulis dan sutradara yang paham, ngapain bikin pilem komersil. rugi pak…

  9. yang laen uda padaliat blom sih
    di film laskar pelangi ada kelihatan mic nya
    waktu adegan bu mus gak jadi pergi kesekolah setelah pak arfan meninggal
    itu
    di dekat kepala cut mini kelihatan mic
    nya
    waduh fatal tuh

  10. kalau masalh aya firman Allah maka tidak salah karena kalau salah tulis artinya menjadi lain. Sebab bahasa arab jauh berbeda dengan bahasa indonesia. Hati-hati loh bisa berdosa. (Dari Mahasiswa Universita Isalam madinah al-munawwarah Arab Saudi) no hp : +966564973498

  11. kalau masalh ayat firman Allah maka tidak boleh salah karena kalau salah tulis artinya menjadi lain. Sebab bahasa arab jauh berbeda dengan bahasa indonesia. Hati-hati loh bisa berdosa. (Dari Mahasiswa Universita Isalam madinah al-munawwarah Arab Saudi) no hp : +966564973498

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s