selera yang serba aneh


Aneh. benar-benar aneh.

Selera sebagian masyarakat kita terkadang memang aneh bin ajaib, bahkan cenderung ke sebuah penyimpangan. (Mohon maaf, tanpa bermaksud menyinggung keluarga atau para simpatisan) pengagungan berlebih terhadap three bombers, hingga menjadikan mereka selebritis baru, idola baru, menurut saya adalah sesuatu yang menyimpang. Baca lebih lanjut

injury time


tadi seorang rekan menanyakan detil kontrak dengan salah satu perusahaan, padahal kontrak tertulis yang asli tidak ada di tanganku.
aku putuskan untuk membuka imel, membuka folder sent mencari file berisi tentang rekaman komunikasi dan negosiasiku dengannya. sebagian file itu masih ada, tapi yang membuatku  betah membuka folder adalah beberapa file masa lalu yang ternyata belum terhapus dan masih bertengger manis di  sana . aku buka, membacanya sembari tersenyum dan  mengingat ragam cerita yang pernah terjadi saat semua file tersebut ditulis, dikirimkan.

Baca lebih lanjut

Klik a la Fotografer


hun-ian

PEGANG YANG BENAR: Pegang kamera dengan tangan kiri seperti aku yaa *_^

Saya masih inget protes selebriti bintang iklan Lux beberapa tahun lalu. “Duh, jangan pake blitz mbak…wajah saya ntar jadi kayak topeng, background gelap”

Yupz, emang bener. Blush on, shading dan make up yang dalam kondisi nyata tampak soft terlihat mirip topeng. Wajah si selebriti yang cantik jadi seperti ondel-ondel. Saya kembali memotret, kali ini dengan menghilangkan flash, blitznya, dan memanfaatkan cahaya yang masuk dari jendela kamar hotel. Dengan konsekuensi, saya harus memotret dengan benar-benar tenang, tanpa ada goyangan sedikitpun. Sekali goyang, hasilnya akan blurrrr….ndak jelas, membayang, dan foto nggak bakal kepake deh.

Baca lebih lanjut

anulir Makassar *_^


beberapa waktu lalu, aku menulis keinginanku untuk sekali berkunjung dan menetap di antara dua kota, Pekanbaru dan Makassar. “Makassar? nggak salah Wi. Wong isine tawuran terus githu loh. Masak kamu mau tinggal di sana,” kata Nadia, setelah mendengar ceritaku.

lah, tiga hari terakhir ini kok yoo berita dari Makassar emang soal tawuran dan kekerasan. hiks, sorry to say deh, keknya harus dianulir.
berkunjung, yes, menetap… I dunno

dari (mas) Bima


04.10 WIB, dering hape membangunkanku. dari nomor yang tak aku kenal, dan spontan tanganku memencet tombol ok. “halo….” (huehehehehe….suaraku pasti serak-serak kering tuh 😀 )

“Halo, assalamualaikum…Hana ya, gimana kabar?”

“Baik. Ini sapa?”

“Waduh, sudah melupakan suaraku ya?”
Hiks, ni terima telpon sambil melayang di dunia mimpi, kok disuruh nginget suara orang. gimana to…

“Duh, sapa seh?”

“Dari Bima” Baca lebih lanjut

Dana Penjaminan


moneyyyyySejak imbas krisis ekonomi global terasa di tanah air, ada kebijakan ‘menggembirakan’ yang diputuskan pemerintah, yaitu menaikkan dana penjaminan dari Rp 100 juta maksimal per nasabah, menjadi Rp 2 miliar per nasabah per bank. Kebijakan diambil agar tak terjadi rush karena ketakutan berlebih  dan kepercayaan nasabah kepada perbankan tetap terjaga. EHmm….such a great policy, tapi ternyata masih ada kalimat “syarat dan ketentuan berlaku” di belakang kebijakan tersebut. Baca lebih lanjut