Idul Adha; Belajar Ikhlas


قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى


قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ


Saat onlen di YM tadi sore aku menuliskan “learning to sacrifice, Met Hari Raya Idul Adha”. Lalu ada seorang teman bertanya “Emangnya ente belajar berkorban apaan?”

“Ehmmm, aku nggak tau juga. Belajar berkorban apa, untuk apa, atau untuk siapa”

“Lah, trus why did u write the sentence?”

“Suka2 dunk. Lagian kan aku nulisnya sedang belajar tuh. Yang namanya belajar itu proses…”

“dari dulu kok prosessss……..”

” 😀 ”

***

Ismail dan Ibrahim kembali populer saat Idul Adha tiba. Bisa dipastikan, keduanya akan menjadi tokoh sentral dalam setiap bahasan di pengajian, kultum, khutbah, atau pembicaraan yang berkaitan dengan religi dalam seminggu sebelum atau sesudah hari raya. Ya, lumayan lah, dibicarakan setahun sekali, dari pada tidak sama sekali.

Ya, ada banyak pelajaran yang dapat kita petik dari kisah Nabi Alaihimasalam itu. Pelajaran tentang kekuatan, ketabahan, keikhlasan, dan iman, yang semakin hari terus terkikis, tipis. Oh, maaf,  aku tidak sedang membicarakan Anda. Tapi tulisan ini refleksi dari apa yang aku rasakan. Tentang mengikisnya kekuatanku, menipisnya ketabahan, kurangnya rasa ikhlas, dan keimanan yang tak jua bertambah.

Saat melakukan kesalahan, aku sering bersembunyi dalam kalimat “manusia tempat salah dan khilaf”, jadi wajar dunk kalo sekali-kali berbuat salah. Wong ya nggak setiap hari.

Ketika keimanan dipertanyakan, aku menggunakan tameng “al imaanu thooli’ wa naazil”, iman itu naik dan turun. Mungkin saat ini imanku terkoreksi mengikuti kurs rupiah yang anjlok seiring imbas krisis global. Tapi sebentar lagi bakal terkerek naik ke posisi aman, seperti langkah Bank Indonesia yang baru saja menurunkan BI Rate menjadi 9,25 persen. Penurunan yang nangung, se-nanggung ‘peningkatan’ keimananku  yang tak optimal.

Ups! jangan tanyakan keikhlasan. Aku tak mampu menyamai ikhlasnya wong cilik dalam menerima apapun yang dititahkan dan ditimpakan kepada mereka. Ikhlasnya pelaku usaha mikro kecil menengah menanti kucuran bantuan, yang nominalnya hanya nol koma nol sekian persen dari dana yang diberikan untuk menyuntik dan membantu perusahaan besar.

Ikhlasku tak bisa menyamai ikhlas bunda saat menerima omelan dan kata-kata kasarku.
Ikhlasku, sedikitpun tak mampu mendekati ikhlas bapakku ketika mendengar keluh kesah dan curahan hati anak perempuannya, aku.
Ikhlasku, tak dapat disejajarkan dengan ikhlasnya Aziz, adekku yang selalu siap sedia menolong, memberi perhatian kepada keluarga, kapanpun, setiap saat, setiap waktu.
Ikhlasku, masih harus terus dipupuk, dijaga….

ah, jadi pengin nangis….
inget semua kesalahan, ketololan, kekhilafan yang pernah ada…. 😦
Selamat Hari Raya Idul Adha, kepada siapapun,
Anda, yang sedang mampir atau nyasar ke blog ini…. 🙂


5 responses to “Idul Adha; Belajar Ikhlas

  1. D, salahku dimaafin khan?

    met Hari Raya Idul Adha juga.
    Pulang kampung nih?

    titip info aja.
    Blavatar yang biasanya ada huruf W-nya di side bar bisa diganti dengan image lain. setting penataan-pilih image-upload-cropping-yes-back-save-jadi deh narsis-narsisan ketika buka blog. 🙂

    aih, belum tau ya?
    selain ramah, dirikyu tuh pemaaf 😀
    sama-sama ya pak, maafkan salahku
    yupz, pulkam. nayamul lah, liburNa dua hari

    hiks, keknya musti ada pelatihan khusus neh…
    dr tadi mantengin yg ada huruf W-nya tuh yg mannna??

  2. Ping-balik: Idul Adha; Belajar Ikhlas « Ayo Belajar…..

  3. Sadar yang kita korbankan hanyalah seekor kambing, mungkin tak membuat kita merasakan keagungan Allah, seperti yang dirasakan nabi Ibrahim saat menyadari yang disembelih bukannya Ismail putra kesayangannya.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA, SEMOGA KITA MAMPU MENYELAMI KEDALAMAN MAKNANYA.

    sama-sama ya…..
    Selamat Hari Raya Idul Adha juga….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s