Rahasia dan Resolusi


Tak terasa, 2008 akan segera berakhir menyambut hari-hari baru di 2009. Beberapa tabloid dan majalah bahkan sudah mulai mengulas ramalan-ramalan yang (mungkin) terjadi tahun depan dengan mewawancarai para peramal dan ahli “apapun istilah sejenisnya” yang wajah mereka sering wira wiri di layar kaca, menawarkan solusi instans dan singkat seharga Rp 2000.
Hair stylist dan fashion designer juga  naik daun. Pendapat mereka tentang tren potongan rambut dan model busana tahun depan diburu untuk kemudian disajikan kepada pembaca. Topik tersebut diulas karena begitulah yang diharapkan dan  dibaca oleh masyarakat,  sekaligus menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat kita adalah orang-orang kurang pede.

Memasuki tahun baru yang ditanya kok si mama, ki bodo, atau  ki dan ki lainnya. Yang saya yakin, mereka sendiri nggak tahu tentang masa depan mereka dan apa yang akan mereka temui dan hadapi nanti.

Masa depan adalah rahasia.
Dan karena rahasia itulah ia menjadi tantangan dan misteri hidup yang menarik…

Sama dengan model rambut dan baju. Fashionista kita rasanya kurang pede dengan gaya rambut  dan model baju kreasi sendiri. Kurang afdhol bila tak mengikuti tren yang diciptakan oleh para expert di bidangnya itu. Padahal, laiknya kita yang bingung dengan rencana dan kegiatan apa yang akan kita lakukan dalam sehari, mereka harus berpikir keras untuk menciptakan sebuah model baru.

Biasanya, model baru itu sebenarnya tidaklah baru. Modifikasi dari rancangan sebelumnya. Karena  mereka juga bingung akan menampilkan kreasi yang bagaimana lagi. “Ciri khas”  dijadikan alasan untuk membenarkan rancangan modifikasi itu. Nah, jika demikian,  Anda juga bisa merancang sendiri to? tak harus designer minded, apalagi kebablasan mengikuti tren yang belum tentu cocok dan sesuai dengan Anda. Loh, loh, rasa-rasanya saya menulis ini sebagai obat karena barusan menugaskan salah satu anggota tim untuk mewawancarai hair stylist dan fashion designer 😦 . Yach, bussines is bussines 😀

Resolusi

Saat tahun berganti, biasanya kita membuat resolusi pribadi. Merencanakan dan mencanangkan niat, aktivitas, dan perubahan baru yang akan dilakukan dalam setahun ke depan.  Anda tentu memiliki resolusi yang sudah Anda buat awal tahun ini. Pertanyaannya, berapa persenkah resolusi yang sudah Anda kerjakan? 100 persen, 75 persen, 50 persen, 25 persen, atau bahkan tak menyentuh 10 persen?

Loh, loh. Padahal waktu 2008 tinggal menghitung jari tangan dan kaki 😀 , hanya sedikit waktu yang tesisa. Apakah hari-hari sebelum tutup tahun ini masih memungkinkan Anda untuk melakukan semua resolusi yang tertunda?. Ups! jangan samakan melaksanakan resolusi seperti aksi menghabiskan dana para pejabat pemerintah kita tercinta. Menghabiskan dana tak memerlukan waktu panjang, sedetik pun bisa.

Salah satu resolusi yang dapat saya wujudkan tahun ini adalah berdirinya Nyiru Savira yang dalam perjalanan singkat hingga menjelang tutup tahun, perkembangannya di luar ekspetasi saya.

Yang menyedihkan, resolusi mendekatkan diri kepada Sang Khalik, masih berjalan datar-datar saja. Belum ada perkembangan menggembirakan, ampuni Hamba Ya Rabb.
Bahkan yang lebih menyedihkan (lagi), saya melakukan tindakan bodoh yang menurut saya menyakitiNya beberapa waktu lalu. Sekali lagi, ampuni aq Tuhan.

Tentang ini, jadi inget obrolan dengan Om Luki tadi sore (hi Om, if u read thiz, la tadhak ya… 😉 ).

Dewi        : Eh, bentar mo maghrib dulu ya…
Om Luki : Oh ya aku juga mo persiapan buka nih
Om Luki : Puasa juga kan?
Dewi   : huehehehehe….dulu pas masih di ma’had rajin…..sekarang klo pas imanku naik aja tuh 😦
Om Luki : Ya ngga apa-apa al Imaan yaziid wa yanqush. Mungkin imannya lagi yanqush, entar juga yaziid lagi…

waduuuh, lha kok yaziid (nambah)nya syuseh bangetz yach, yanqush-nya (berkurang) gampang poll. Kek berat badanku aja, gampang nambah susah turun 😆

Ow!, nggak terasa kelamaan ngendon di kantor. Have 2 go home….
Tuhan, terima kasih untuk sinar mentari panas hari ini
terima kasih untuk curahan air hujan, kemarin
terima kasih atas limpahan kasih dari orang-orang terkasih
cinta dari yang tercinta
terima kasih untuk setiap detik udara yang aku hirup,
waktu yang aku lewati,
pelajaran yang aku dapat,
kisah yang tertoreh,
sejarah yang terangkai
terima kasih untuk lautan CintaMu
malam Tuhan 😉



7 responses to “Rahasia dan Resolusi

  1. namanya iman emang gitu ya…….
    kaya’nya makin tua makin yanqus aja,
    dah belum dapat jodoh, eh bukannya tmbah rajin ibadah eh malah tambah gak karuan…

    Ya Allah, zidnaa imanan wa zidnaa shabran
    amin

    Ya ampyun Q!!!!
    harusx tuh titik pas makin yanqus aja!!! 8)
    napa juga ditulis2 belon dpt jodoh….
    Huwaaaaaa emang iya ya?! 😦

    Ya Allah, zidnaa imanan wa zidnaa shabran
    amin 999x

  2. Seperti petualang sejati aja, mbak. Hadapi yang ada di depan. Tapi jangan lupa kadang tengok belakang-kiri-kanan, agar tahu dimana kita berada. Lebih dari itu, “mata hati” kita harus senantiasa melihat ke atas. Eh, tapi perlu lihat ke bawah juga nggak ya, mbak?

    lah, klo ga liat ke bawah, ntar kesandung, gimanna? 😀

  3. Mata Ibu berbinar buangetz mengalahkan resolusi TVHD, mungkin karena ibu lahir hari Minggu menjadikan ibu seorang yang supel.
    Ingin melihat masa depan anda, Ketik Reg spasi Ya Rabb spasi nama, kirim ke 34244 bebas pulsa. Insya Allah dikabulkan-Nya.

    Semoga ditaon 2009 podo luancar kuabeh urusane, rezeki lan jodone.

    AMMmmiiiiiiiiinnnnnnnnnn 9999 x
    😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s