.:: Dia Selalu Ada Untukku ::.


momm

Umur lima tahun

Dia selalu ada saat kubutuhkan.

Ketika aku takut gelap, takut petir, takut dengan mimpi-mimpi buruk yang selalu datang saat sakit, saat malas mandi sendiri, saat mau keramas, saat mau makan, saat mau pakai baju.
“Ibu, nanti saat kiamat jangan tinggalkan Dewi ya buk,” itu salah satu ucapanku saat meringkuk tidur berbantal lengan ibuku, sambil menghirup aroma khasnya.

***

Umur enam – sepuluh tahun

Dia selalu menjadi pesaing tunggalku di rumah!

HAH?! ibukku dibeliin perhiasan dan baju baru, sedangkan aku ENGGAK?. :angry: .
Hiks, aku harus punya baju dan perhiasaan baru yang jumlahnya sama dengan yang dimiliki ibuku. HARUS. Karena itu juga aku menangis meraung-raung, berteriak, memberontak, sampe berniat mau kabur dari rumah. Bapakku yang sudah capek mendengar tangisanku, merekamnya, memintaku untuk diam, tak aku patuhi, hingga kemudian menyumpal mulutku dengan kerudung. Hiks… jahaat!
Tapi dia selalu ada saat aku butuhkan.
Dia membangunkanku yang tertidur di belakang pintu mushala, memintaku untuk makan siang, dan berjanji akan membelikan perhiasan baru seperti miliknya. “Nanti sore kita beli ya…. sekarang makan dulu. Nanti sakit”

Umur sebelas -lima belas tahun

“IBuuuuuuuukkk…. ini apa?????,” teriakku dari kamar mandi.

“Ooooh, sudah dapet to?. Lha dulu ibuk kan pernah cerita kalo perempuan itu memiliki kodrat haid. Nah, berarti kamu sekarang sudah besar nduk!, sekarang pake ini ya…,” kata ibukku sembari menyerahkan selembar pembalut wanita tebel. Uh, rasanya nggak nyaman sama sekali. Saat aku kelas enam MI, emang belum ada aneka pembalut super tipis seperti yang ditawarkan sekarang 😦

“Nggak enak buk!. Nggak bisa duduk, risih. Nggak usah pake deh!”
“Loh, loh. Kalo nggak dipake nanti, tembus…..”
“Nggak, cuman dikit ini 😀 “

Hiks, inilah diriku yang tak mendengarkan nasehatnya. Saat pertama kali mendapatkan haid, memang yang keluar sedikit. Tapi sesudah itu?! huwaaaaa……. tembus beneran di rok sekolahku yang berwarna putih!!.
PELAJARAN: Selalu dengarkan nasehat orang yang punya pengalaman lebih dulu 😀

Di waktu yang lain. “Ayok, bra-nya dipake dunk…”

“Hiks, nggak mau. temen-temenku pada nggak pake tuh”

“Iya, tapi kamu belajar pake ya…”

“Duh, rasanya gimannnaaaa githu…baju jadi tebel. ANEH”

“Nanti kalo sudah terbiasa, enak kok nduk…ayo buruan dipake!”


wie-mom-2-baruUmur enam belas – dua puluh tahun

Dia selalu ada saat kubutuhkan.
Salah satunya, momen sebelum kembali ke ma’had. Pasti dapat uang saku tambahan dari ibuk 😀

Ibukku tidak pernah kuliah. Tapi dia berharap semua anak-anaknya belajar sungguh-sungguh di bangku kuliah. Dia membebaskanku dan saudaraku untuk memilih jurusan apa yang ingin kami ambil. Dia tak tahu Psikologi, tapi legowo saat aku masuk ke jurusan itu.

Umur dua puluh satu – sampe sekarang

Dia selalu bertanya tentang siapa yang sedang dekat denganku. Ah, cerewet!.
“Si A, gimana kabarnya?”
“Baik-baik saja”
” ???…..”
“Yaaa, aku nggak tau buk…”
Ato,

“Hiks, hiks, hiks….lagi sedih nih”
“Susah ngelupain yang dulu (hallah!!) ”
“Lha kenapa diinge-inget? biarin aja, bukan jodoh to…”

Dia selalu mengingatkanku untuk berbagi, mensyukuri semua nikmatNya.
“Kalo ada rejeki, tolong kasih duit untuk si mbok. Dia selalu ngebantuin ibuk”
ato,
“Jangan boros! cari duit itu susah. Liat, banyak orang yang harus banting tulang, kerja fisik, dari pagi sampai malam, untuk mencari makan. Syukuri yang sudah kamu peroleh”
ato,
“Kalo bisa ya puasanya dijalanin terus. Mas Prim sama Mbak Eva puasa senin-kamis terus tuh”
Huehehehehe….. Imanku tuh kemana seh, kok nggak yazid-yazid (hallah! bahasanya…)

Ibu. Ibuku bukan orang yang ngeh soal internet, apalagi tentang blog. Mungkin dia tak akan membaca tulisan ini, tapi dari lubuk hati terdalam, I wanna say I luv u Buk!….. semoga dalam sisa umurku dapat membahagiakanmu. Menggantikan semua perjuanganmu saat mengandung, melahirkan, dan membesarkanku.
Ah…. rasanya tak akan ada yang dapat membayarnya….


12 responses to “.:: Dia Selalu Ada Untukku ::.

  1. “wes nek terah awakmu gak iso golek dewe, iki ibuk nduwe calon, nduk… bocahe ganteng, agomone apik, saiki lagi kuliah neng mesir, tapi tahun ngarep wes lulus. dek wingi bapake bocah kui matur neng ibuk. piye, koe gelem opo ora nduk? wes wayahe lho nduk… ibuk wes pengen nggendong putu.. kerjo yo kerjo nanging ojo lali masalah iki.. penting pisan iki nduk ayu…”

    arek edan, sableng, gendeng, kurang asem…..
    awas yooo!!!!
    btw, terah itu apa artinya? 😀

  2. umur sekarang – sampe nanti
    ibuku bertanya, “cukup nda kita cetak undangan 1000 lembar?”
    setahun kemudian ibuku bertanya, “cukup nda kamu kasih susu?”
    7 tahun kemudian ibuku bertanya, “cukup nda kamu sekolahkan disitu?”

    ah, perhatian ibu…..
    so sweet….. 🙂
    salam, makasih dah mampir yach….

  3. Sumprit! kirain yang pake mukena itu kamu D.
    ternyata…… anak gag ada apa-apanya dibanding Bundanya.

    mesemnya itu lo 🙂

    salam kagem sadulur kabeh.

    yg pake mukena yg mana?
    yg sama hilmi yach? lah emang dirikyu……

  4. salam dari bandung

    masih layakkah hari ibu di peringati di saat para ibu takmampu membeli susu untuk anaknya karena suaminya di PHK kemudian bunuh diri karana di negeri para bandit mati adalah mimpi indah kaum jelata

    artikel terbaruku …… perempuan yang berhati kudus (artikel ini buat saudaraku kaum perempuan yang memperingati hari ibu di negeri para bandit di mana kemiskinan menantang langit, membuat kami tak mampu lagi menggurat kasih ibu di batu yang berlumut tapi kasih ibu hanya bisa di permainkan lewat iklan-iklan politik)
    http://esaifoto.wordpress.com

    masih dan amat sangat layak sekali. sampai kapanpun dalam kondisi apapun…
    mbaknya seorang ibu bukan? masak mendapat penghargaan dan penghormataan dari anak ditolak?
    “eh, jangan sekarang. nanti saja kalo harga susu sudah murah”

    kenapa ibu harus membeli susu instan sementara dia dianugerahi karunia terbesar yang bernama ASI? (baca ini http://deteksi.info/2008/12/menyusui-selama-dua-tahun-mau/ ) 😀

    makasih dah mampir di sini ya mbak…

  5. Hm.. that is so sweet..

    Kalau hitung2an memang akan susah membayar atau memberi apa yang telah diberikan Ibu untuk kita. yaa..

    We all love our Moms.. 🙂

    yupz….
    salam buat ibu dan ibunya anak2 🙂

  6. yang pertama2….salam kenal dulu ^_^

    yang kedua…kapan2 manpir ya ke blogqu,

    yang ketiga…the one of great blog,

    yang keempat…,

    hhaaallaaahhh kapan commentnya yaa..???

    ya itu comment-nya,
    hehehehheheh…hehehe..e.e.e..e

    pertama, salam kenal juga

    kedua, ok, bakal mampir bis ini yach…. 🙂

    ketiga, makaziiiiiiihhhh 😉

    – ga ada yg keempat deh –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s