Kekalahan Indonesia Vs Thailand, Siapa Paling Dirugikan?!


Sampai umur saya saat ini 😀 , sepertinya baru dua kali saya menonton pertandingan sepak bola, lengkap, dari awal sampai akhir. Pertama kali, tahun 1998 ketika perhelatan piala dunia. Saya menonton di rumah orang yang saya sudah lupa namanya. Dia adalah seorang bapak baik hati yang menawarkan saya tempat menginap karena kemalaman di jalan. Fiuh! untung bener-bener baik hati, kalo enggak, tak taulah jadinya dirikyu yang saat itu masih polos dan lugu 😉

Ceritanya neh, waktu itu saya pulang dari Malang ke Tulungagung. Berangkat menjelang sore dengan harapan bisa sampai di rumah sehabis maghrib. Tapi sayang, perjalanan bus lambat poll, dan saya mabuk perjalanan 😦 . NAh, di samping saya ada seorang bapak yang merasa kasian, lalu menawarkan rumahnya sebagai tempat persinggahan.
“Sudah terlalu malam, apalagi kamu sendirian. Nanti di jalan kalo ada apa-apa gimana?”

Ehmmm, setelah saya pikir dalam kondisi setengah teler saya putuskan untuk ikut bapak tersebut. HAH?! saya nggak mikir sama sekali, gimana kalo seandainya yang “ada apa-apanya” malah bapak itu?!. Tapi thanks to Allah!, dia dan keluarganya ternyata buaaik bangetz, semoga Tuhan merahmati mereka, amiin.

Nah, karena si anak gadisnya penggemar bola dan saya tidur dengannya, hiks 😦 jadilah saya bangun tengah malam hanya untuk mencoba berpartisipasi dengannya menonton bola. Swear ewer ewer boom2, saya nggak ngeh tim mana yang bertanding saat itu, apalagi nama-nama pemainnya. Yang ada, perasaan jengkel dan sebel, karena tak bisa memuaskan rasa kantuk saya :mrgreen: .

10 tahun berlalu 😆 saya kembali menonton pertandingan sepak bola. Kali ini dalam suasana dan feel yang berbeda. Tepatnya, saya menonton pertandingan antara timnas Indonesia dan Thailand sabtu malam (20/12/08) di rumah bapak di Landungsari bersama Nadia, Tsakif, dan ponakan Nadia (lah, aku lupa namanya). aff-bola

Sepanjang pertandingan, banyak pertanyaan yang saya lontarkan. Mulai dari ‘kenapa kok ada tendangan bebas’, kenapa si A melanggar, kenapa dapat kartu kuning, de el el.
Berbeda dengan 10 tahun lalu, ketika saya menonton dengan hati dongkol, bingung, ngantuk, sebel, kemarin saya tak hanya melotot tapi juga ikut berteriak. whew!! sepertinya saya bisa merasakan sensasi dan antusiasme para gibol saat menonton tim kesayangannya bertanding. Padahal menurut saya yang baru dua kali menonton pertandingan bola 🙂 , permainan timnas kita terlalu biasa-biasa saja. Lama mendapat bola, tapi cepat kehilangan. Kurang cepat saat mengejar bola, berlari, dan kurang koordinasi dalam menendang.

MaksudNa, kalo nendang tuh keknya asal githu loh. Nggak diarahkan ke pemain lain untuk kemudian ditendang dan digiring ke gawang. Coba bandingkan dengan tim Thailand, tendangan-tendangan mereka terstruktur, terarah, terkoordinasi, hingga membuat Markus Horison kewalahan. (wkekekekek…akhirnya saya tahu nama kiperx 😀 ). Coba kalo si Markus nggak sigap menangkap bola, waaaah….bisa-bisa kalahnya 5-1 tuh 😀 .

Menurut saya, dalam pertandingan ini, Markus benar-benar menjadi pahlawan karena beberapa kali mampu menangkap si bunder ser itu dengan tepat. Dia juga pastinya langsung menawan hati para gibol perempuan. Dengan postur tinggi menjulang kalo gak salah 186 cm, kepala plontos dan wajah lumayan ganteng 😀 dan tentu saja lompatan tingginya, waaah…..
Satu lagi, wajahnya jadi sering disorot kamera karena terlalu sering bola dari tim lawan yang akan masuk ke gawang Indonesia.

Sebaliknya,  saya sangat kasihan dengan kiper timnas Thailand. Saya tidak tahu namanya, tapi saya berempati dengan dia. Amat sangat berempati. Bagaimana tidak, dalam pertandingan lebih dari satu jam tersebut, wajahnya hanya beberapa kali disorot kamera. Itupun saat menit-menit pertama pertandingan. Sesudah itu, jangankan di-close up. Wajahnya tak tertangkap kamera sama sekali.

Lah, apa kameramen sentimen dengan si kiper? tentu saja tidak. Lha wong pertandingan digelar di Thailand, seharusnya kameramen lokal yang nasionalis akan mendukung timnya dan menyorot wajah-wajah anggota timnas. Tapi tentu kameramen harus obyektif, dengan menyuguhkan gambar oke untuk jutaan pemirsa di Thailand dan Indonesia. Mereka hanya akan menyorot kemana si bola bundar itu lari. Karena si bundar lebih senang dengan gawang Indonesia, yaa kamera pun lebih menyorot ke sana, meng-close up gerakan dan wajah Markus lebih dekat, bahkan ekspresi kesakitannya karena terbentur pemain Indonesia usai melompat tinggi.

Bener-bener kasian kiper Thailand. Mungkin selama pertandingan berlangsung dia duduk-duduk santai di gawangnya. Ngopi-ngopi dulu sambil menikmati kue basah ato kue kering. Ke toilet ato sempat ngobrol  dengan pelatih timnas, nelpon pacarnya ato malah nge-godain penonton cewek. Usai pertandingan, dia pasti akan memprotes kameramen TV yang menyiarkan acara itu.
“Lu gimana sich!! kata temen gw, Lu nggak pernah nyorot wajah gw ya?!!! awas Lu ya!!!! JANGAN DIULANGI LAGI!!!”

Jadi menurut saya, orang yang paling dirugikan dari kekalahan Timnas Indonesia Vs Thailand adalah kiper Thailand yang saya tak tahu namanya itu. 😀
bener kan?!! say yes!!

Well, semoga permainan timnas kita semakin bagus ya…. 😉

PS:  saya juga suka ngeliatin ekspresinya Nutnum, imuuut…. 😉



6 responses to “Kekalahan Indonesia Vs Thailand, Siapa Paling Dirugikan?!

  1. mbak dewi, mulai suka bola ya, bisa maen sepak bola mbak? any way salam kenal, mbak untuk angal 27 desember 2008 kita ada kopdar pertama di t.agung untuk yang suka ngeblog. jam 18.30 di alun alaun t.agung . gratis dapet hosting juga kalo ingin. info lebih detail bisa hubungi saya (udin) mesijoyo@yahoo.com atau dendy di kabari lainya ya. mas biar kompak. atu lihat disini http://syaifudinzuhri.com/belajar-affiliate/kopdar-pertamax-blogger-tulungagung-apaan-sih.html suwun udin

    waduuuh, makasih info kopdarnya…
    masalahx, saya skrg stay di Malang tuh pak….
    klo pulang ke tulungagung, ntar langsung kontak deh 🙂

  2. ya kalo mau maju tim nas kita, yang harus dibenahi adalah organisasi PSSI. Masa ketum nya menjalankan roda organisasi lewat penjara, kyk gak ada orang lain aja….

    yang itu setuju…
    yg lainx msh banyak juga deh keknya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s