UKM Tetap Eksis, Pulsa Tak Terimbas Krisis


Imbas krisis ekonomi global di Indonesia mulai membuat beberapa perusahaan yang berorientasi ekspor dan joint venture dengan perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran. Krisis memang terasa hingga ke Malang, namun tak sampai membuat ribuan orang di-PHK dalam waktu singkat. Itu karena banyak Usaha Kecil Menengah (UKM) yang tetap eksis di tengah terjangan dan hantaman krisis.

UKM menunjukkan kekuatan dan kemampuannya bertahan. Saat krisis moneter 1998, UKM tak hanya eksis tapi juga menjadi penolong pertumbuhan ekonomi rakyat. Sekarang, ketika miliaran kekayaan (saham, red) konglomerat menguap dalam waktu singkat, pelaku UKM masih dapat menjalankan bisnis, bertahan, dan bahkan berekspansi. (semogaaa NS juga bisa. huehehehe…. mauku tuh… 😉 )

Keunggulan UKM ada dalam pemberdayaan produk lokal, menggandeng SDM lokal, dan pemasaran dalam negeri. Meski tentu saja, ada produk UKM yang sudah dikenal dan dipasarkan hingga ke luar negeri. Banyaknya pembatalan order dari Amerika dan Eropa ke perusahaan besar di Indonesia, tak begitu dirasakan pelaku UKM. Mereka, masih memiliki pasar lain.

Bahkan sebenarnya, menurut saia, pelaku UKM dapat memanfaatkan kondisi krisis sebagai momentum untuk “mencuri” pasar yang selama ini selalu luar negeri minded. Misalnya, saat harga produk furniture merek asing naik seiring melemahnya rupiah, pengusaha lokal dapat menawarkan furniture berkualitas dengan harga terjangkau.

Loh, peluang itu hanya untuk UKM lama yang memang sudah eksis dunk?!
Eitz, kesempatan tak hanya berlaku bagi pemain lama, pelaku UKM baru pun dapat menambah modal dan melakukan ekspansi. Mereka yang selama ini bingung mendapatkan suntikan modal karena tak ada agunan, dapat mencoba tawaran program dari Swamitra Bukopin di Jalan Borobudur Malang. (hi Pak Tris, saia promosiin neh. Rencana yang kmaren jadi yach…. -NGaREP mode ON- )

Bekerjasama dengan Bank Indonesia Malang dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), Swamitra menawarkan program sertifikasi tanah. Jarang loh instansi yang membidik bisnis pelayanan ini, dan jikalau pun ada, belum terlalu diseriusi karena prosesnya yang rumit. Meminta kelengkapan administrasi dari masyarakat (nasabah) hingga mendaftarkan ke BPN. Tak heran jika sejak diluncurkan setahun lalu, program ini langsung diminati masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan. Mereka tak perlu lagi pusing bolak-balik ke BPN untuk sertifikasi tanah. Cukup mendatangi Swamitra, dan semua akan beres.

Bahkan bila masyarakat tak memiliki dana cukup, mereka dapat mengajukan kredit sertifikasi tanah ke Swamitra. Setelah semua administrasi lengkap dan didaftarkan ke BPN, masyarakat masih berhak mengajukan kredit usaha ke Swamitra. Sehingga, ada dua kredit yang diajukan, kredit sertifikasi tanah dan kredit UKM.

Sepanjang 2008 sejak program tersebut digulirkan, ratusan pelaku UKM di Malang Raya dan Pasuruan sudah terbantu dengan program ini (saia lupa neh datanya, contekan dari Pak Tris dah ilang tuh 😦 ). Di Kabupaten Malang, ada puluhan warga yang kemudian menjadi peternak sapi perah setelah mendapat kucuran kredit, dan puluhan lainnya mampu mengembangkan usaha yang sudah dirintis sebelumnya.

Selain UKM, sektor bisnis yang tetap moncer di tengah krisis adalah bisnis yang terkait erat dengan pulsa dan seluler. Bagaimana tidak, saat krisis melanda, masyarakat tetap berbelanja untuk kebutuhan pulsa. Iklan operator selular selalu diputar di TV, selain dimuat di media cetak. Dari sekian banyak acara musik di TV ex Inbox, Dahsyat, de el el, coba lihat, sponsor utamanya selalu operator seluler.

Bisnis telekomunikasi tetap eksis bukan hanya karena masyarakat menyadari pentingnya sebuah komunikasi, tapi perubahan lifestyle. Kurang afdol rasanya, jika saat ini tak memegang HP, GSM dan CDMA. Apapun profesinya, mulai dari kondektur sampai direktur, dari tukang parkir hingga pemilik Mercy, pembantu rumah tangga sampai Ibu RT, hampir bisa dipastikan memiliki telepon genggam. Hari ginnni githu loh!! 😀

Tukang sayur yang biasa keliling di Locari aja bawaannya hape.  Saat Ramadan lalu ada paket FlexiPhone yang dijual di rumah saia, ia menjadi salah satu pembeli pertama 😀 . Hapenya, dikit-dikit berbunyi, kriiiiing, dari kenalan, sampeibu-ibu yang nanya sayuran yang dibawa si abang 😀 .
Anak kecil? Huh!, dari usia TK, mereka sudah dibawain hape sama ortunya. Perusahaan operator seluler memang benar-benar sedang meraup untung. Tapi bukan cuman mereka aja yang dibikin senang oleh ulah konsumen yang konsumtif.
So, jika Anda ingin mengeruk keuntungan bisnis, coba deh bikin kegiatan yang menggandeng perusahaan operator seluler. Belanja iklan dan kegiatan off air mereka cukup besar loh 😉


7 responses to “UKM Tetap Eksis, Pulsa Tak Terimbas Krisis

  1. iya, UKM kan gak dollar minded. Ga suka ngutang kaya Abu Rizal Bakrie cs. Kalo ngutang rajin bayar. UKM terbiasa hidup sederhana meski pundi2nya banyak disimpan di bank. Soalnya, sense of crisis nya tinggi. Selalu siap sedia kalo bisnis lg lesu.

    Bisnis pulsa emang ttp bs bertahan meski marjinnya tipis. Btw, Dewi trainer atau bisniswoman sih?

    ato wonderwoman?

    ehmmm….. bisniswomen yg jadi trainer deh 😀
    wonderwomen? hallah!!

  2. Yup. Saat ini mobile phone sudah jadi kebutuhan primer yaa.. Bahkan sebagai sarana untuk memperoleh penghasilan.. Hm.. 🙂

    yupz…. bener bangetz pak…
    salam bwt keluarga, met tahun baru yach…. 🙂

  3. Yang ini bukan nebeng AX** kan 😆
    keknya mo go internasional beneran nih, ok bos aku bantu (janji melulu)
    jangan lupa bikin NPWP atau … udah punya?
    SIUP kalo ada waktu juga diurus.
    butuh karyawan? Hubungi management bisa nego kok 🙂
    waduh…. lupa, mo perpanjang nempel iklan di NS 😆

    nah, bintang dua tuh apaan? bingung deh
    iya nih, janjiiii mulu deh pak!
    NPWP, alhamdulillah….sebagai warga negara Republik Indonesia yang bijak, baek hati dan ramah tamah, dirikyu dah memanfaatkan sunset policy kmaren en mengantongi kartu pajek seumur hidup itu tuh 😀
    SIUP?! whew! ini nich, yg musti ngurus2 again…… 😆

  4. Salam kenal? 🙂 hidup ukm!!! ngomongin soal SIUP D***N! Ribet banget gitu loh.. Kalo ngurusnya sendiri n mau biayanya murah.. Kalo lewat notaris kynya bisa gampang tp kynya lebih mahal.. Sharing nich.. Kemaren mo bikin SIUP syaratnya harus ada HO, nah pas bikin HO harus ada IMB??? selain HO kan harus ada surat domisili usaha dari kecamatan.. eh minta IMB lg.. aargh! tau ga bikin IMB brp? mau legal dgn biaya minim jaman sekarang susah.. Ya.. Secara tempat usaha ms rumah orang tua jaman dulu yg gak ada “IMB” nya lgian daku supplier yg make rumah buat transit brg sebentar trus lgs di kirim ke klien.. kapan ya bisa bikin siup dgn gampang n murah??? soalnya br bikin surat domisili kecamatan aja udah keluar ratusan ribu karena ga ada IMB nya.. Sekali lg hidup UKM!

    waaah, bisa sharing pengalaman dunk?
    secara dirikyu newbi di dunia bisnis 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s