Berdamai dengan Masa Lalu


“Jangan terlalu fokus dengan kesalahan masa lalu. Kalo kamu belum bisa menerima masa lalumu, bagaimana dengan orang lain?”

Itu adalah kalimat yang dilontarkan entah siapa namanya dalam film Caludia/Jasmine di tipi tadi malem (saia juga lupa tipi apa yach? klo ga salah seh RCTI. Lha wong emang gak ngikutin pilemnya dari awal). Ngomong-ngoming soal masa lalu, saia jadi inget shout out temen “sulitnya berdamai dengan masa lalu” (upz!, dont wori bi hepi, dirikyu tak akan menyebut namamu sobat tersayang….), yang ditulis di salah satu situs pertemanan.

gak usah diajak berdamai,
masa lalu tetap bagian dari perjalanan hidup…
mau ga mau, ia tetap ada, nyata…
senyata masa sekarang dan masa depan

Itu komentar yang saia tulis untuk one of my best fren di profilenya. Ehm, kalo boleh jujur, tulisan itu sebenarnya cocok untuk siapapun, termasuk saia sendiri 🙂 . Bagaimanapun masa lalu kita, apapun yang terjadi saat itu, tak dapat dihapus dan dihilangkan begitu saja. Menyesal? boleh. Mengutuki? ehmmm…., keknya juga boleh2 saja.  Namun tak seharusnya kita terperangkap dengan masa lalu dan terus merasa bersalah tak ada habisnya. Rugi! sebab waktu terus berputar, tak pernah berhenti, apalagi berbalik arah ke belakang.

Aih, mudah sekali diucapkan ya?!
Memang. Ngomong dan nulis itu paling gampang, merealisasikannya yang sulit 😀 . Tapi bukannya tak mungkin untuk dilakukan to? Dengan kemauan dan tekad kuat, dan  seizinNya, segala hal mungkin terjadi di dunia.


* dedicated to me yang terus belajar dari masa lalu



5 responses to “Berdamai dengan Masa Lalu

  1. pertamax..dew..

    masa lalu juga menjadi “guru” yang amat berharga, krn kita dengan nyata mengalaminya..peristiwa baik ato pun buruk,

    tentu yg buruk dapat kita antisipasi sebelumnya..

    yang baik pasti sukacita menyambutnya..:-)

    yupz mbak…..
    setujuuu….. 🙂
    btw gimana kabar? sehat2 aja kan?

  2. Bagaimana dengan kesalahan “masa kini”? Bagaimana caranya berdamai?

    saat kita (bisa) belajar dari kesalahan masa lalu, tentu akan meminimalisir kesalahan masa kini.
    meski tentu saja manusia tak luput dari khilaf.

    berdamai dengan kesalahan masa kini?
    ehmmm, ketika melakukan kesalahan, terkadang kita tak menyadari atau tak mau tau bahwa itu salah.
    Nah, di saat kita berada di level ingin berdamai dengan kesalahan, berarti kesalahan itu sudah menjadi “masa lalu”, meskipun itu hanya berjarak seminggu, sehari, ato sebulan dari waktu kesalahan dibuat…
    btw, makasih dah mampir di sini ya pak….
    senang nih dikunjungi penulis buku
    salam kenal 🙂

  3. Ooh.. Kalo sering nonton sinetron, itu kesalahan bukan? :p

    huehehehehe……
    tergantung deh, orangx ngerasa bersalah ga tuh?
    bukan diriku kan? 😀

  4. Bu De, ponakanmu mo komen(tar) nih 😆
    damai….
    damai itu indah
    mau gag ya di ajak damai?
    Dengan kemauan dan tekad kuat, dan seizinNya, segala hal pasti terjadi di dunia.
    ketika Kaf dan Nun bertemu.

    bu de……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s