Semur Jengkol


Saia memang paling jago masak air dan mie 🙂 , nah sejak tiga bulan terakhir, ada satu menu yang saia bisa memasaknya dengan lancar, hapal di luar kepala. SEMUR daging.

Sebenernya, have to say thanks to Bang Uchien seh, temen asal Jakarta yang bentar lagi balik ke tanah leluhurnya. Selama beberapa waktu, dia selalu mampir  di rumah pas wiken. Upz, bukan ngapel, tapi mengantarkan seorang sahabat, QQ untuk menemani akhir pekan saia.

Kenapa harus berterima kasih ke Bang Uchien?
Soalna doi pinter banget masak. Kita aja, me en QQ kalah telak 😀 dalam urusan perbumbuan. Kalo dia sudah memiliki resep masakan sebanyak tulisan di kamus besar Bahasa Indonesia, maka saia dan QQ hanya sebesar kamus saku yang sekecil genggaman tangan. Eitz, ada pengecualian lagi, QQ masih memiliki keunggulan dibanding saia. Dia bisa bikin kue!, beberapa waktu lalu QQ memperbolehkan saia mencicipi putri salju buatannya. ehmmm, yummy! enyak bangetz. Secara saia suka bangetz sama kue si putri itu. (wkakakakak, jadi inget perhatian Anita yang membawakan saia satu toples putri salju pas ada acara halal bihalal di rumah dirut. bayangin!!. Eh, nggak apa2 ding, lha wong toples itu akhirnya kan juga buat saia to? 😉 ).

Well, back to Bang Uchien. Selain mengantar sohib saia, si abang biasanya juga menyempatkan diri untuk memasak di rumah. Nah, tanyakan letak semua bumbu di dapur saia, dia lah yang paling tau 😀 . (kecuali sekarang, setelah saia menjadi penggemar tupperware, semua bumbu dapur jadi tertata apik dan teratur. akhirnya, saia menjadi penguasa di dapur sendiri 😀 )

Kalo si abang memasak, saia tak akan mengganggu keasikannya bersama QQ (jeng, aq tulis begindang, it doesnt matter to?). Selain dapur saia memang sempit, saia harus masuk kantor sore hari. Nah, disinilah saia bersikap kurang azzar. Bak sang putri, saia pergi bekerja, dan pulang dengan sambutan hidangan makan malam lengkap, siap santap. fiuh! indahnya dunia persahabatan, tul nggak?! say YES!!

Nah, akhir tahun lalu, Bang Uchien memasakkan kami Semur Daging, dengan bumbu lengkap ala keluarga betawinya 😉 , thanks to his mom yang dah kasih tau bumbu rahasia keluarganya. Ehmmmmm, sedap sangat! (eh bang! klo ngebaca postingan ini dilarang ge-er loh ya… !).
Sejak saat itulah, saia jadi tahu bumbu semur, dan sejak saat itu juga saia selalu memasak semur, sampe bosen!!.

Sayang seribu sayang. Februari 2009 ini Bang Uchien harus bener-bener balik ke Jakarta, meneruskan tugas dan kewajiban di tanah tercinta. Hiks, saia bakal kehilangan satu sahabat di Malang dan personil cowok Nyiru Savira. what a pity.

Hari ini (11/1), ia datang ke rumah, mengejutkan, karena tanpa pemberitahuan sebelumnya. QQ, yang sudah tau Bang Uchien bakal datang, tak memberitahu saia sama sekali. Ih, sebel!!
Tau-tau, si abang datang membawa satu permintaan saia sejak lama, JENGKOL!. Huehehehe, jangan ketawa dan dilarang nyengir. Sudah sejak lama, saia ngidam yang namanya jengkol. Saia inget bertahun-tahun lalu di ma’had, saat seorang teman membawa menu rendang jengkol dan kita makan beramai-ramai. Saia sudah lupa rasanya, tapi tetep penasaran, sampe hari ini.

Tidak tanggung-tanggung sodara!, Bang Uchien membawa satu kilogram JENGKOL!, dan langsung dimasak semuanya!. Whew! rumah saia jadi beraroma jengkol. Wangi Ambipur dan Stella tak mampu mengalahkan aroma khasnya 😀 .
“Wi, utangku dah lunas ya. Permintaanmu untuk ngerasain jengkol udah terlaksana loh,” katanya.

“Hiks, hiks, jadi pulang ya?,” kataku sambil ngelirik ke QQ, yang berlagak sok cuek menanggapi rencana kepulangan abangnya. (well, saia berdoa yang terbaik untuk kalian berdua, amiiin)

“Yupz!, Februari. Pertengahan bulan ada sodara yang nikah”

“Kalo NS ada acara gimana dunk?!, masak musti panggil ente dari Jakarte seh?”

“Bisa lah 🙂 ”

“Nah, berat di ongkos tuh 🙂 ”

Jadi hari ini dan besok, rumah saia akan mempunyai aroma khas, JENGKOL 😉 .

NOTE: UNTUK SEMENTARA TIDAK MENERIMA TAMU, SEBAGAI ANTISIPASI KERACUNAN AROMA JENGKOL

4 responses to “Semur Jengkol

  1. Daging jengkol mapsudnya? 😀

    kalo jengkol aku lebih suka digulai dengan daun ubi plus ikan. Resepnya: santan, lada merah, kunyit & asam jawa 🙂

    eh, bukan lagi ya……
    daging beneran lah…… 🙂

    klo yg maren mang jengkol beneran 😆

  2. Ampun deh! Mesti beli pengharum kamar mandi ekstra kalau di rumah saya ada menu jengkol 😆

    huehehehehe…..
    emang tuh…
    tapi asik juga sensasi makan jengkol, kenyal kek daging githu 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s