Kepingan Masa Lalu


Seorang teman lama, aku katakan lama karena memang pertemuan terakhir kami, face to face bertatap muka, sekitar 14 tahun lalu, dan thanks God yang menjadikan fesbuk washilah untuk mempertemukan kami 😀 . Dia mengirimkan SMS dan meminta no hape teman kami yang berasal dari Malang. (hai, hai….dont be mad yach temankyu…ditulisnya no name kok, jadi ndak apa2 too…pizzz 😉 ..). Ada note di balik permintaannya itu. “Soalnya pas keluar dulu, kita kan lagi marahan, biasa deh marahan ala anak kecil lah”.

Aku tak tahu, apakah sekarang dia sudah menghubungi teman lama kami yang berasal dari Malang itu. Aku pikir sich sudah, sebab minggu lalu ia langsung menghubungiku sesaat setelah mendapatkan nomer hapeku. Dalam bayanganku, teman di Abu Dhabi ini akan menyapa teman lama kami yang berasal dari Malang, mengabarkan siapa dia, meminta maaf dan sekaligus memaafkan.

Meminta maaf dan memaafkan.
Masalah yang terjadi antara keduanya sudah berlangsung begitu lama. Siapa yang memulai dan apa inti permasalahan saat itu mungkin juga sudah tak dapat diingat. Tapi, bahwa ia merasa ada yang mengganjal di hati, sesuatu yang perlu diselesaikan, dituntaskan, adalah hal yang sangat wajar. Membayangkan apa yang (mungkin) sudah dilakukan temanku di Abu Dhabi dengan yang di Malang, aku jadi teringat beberapa hal kecil, kepingan masa lalu yang juga masih mengganjal di hati, belum final, tak sampai tunas.

Satu yang pertama adalah, keinginan untuk mencari  sohibku, Faza, yang lost contact sejak komunikasi terakhir kami sekitar tiga tahun lalu. Ada utang yang harus diselesaikan secara adat  😉 (hush, jangan bilang2 orang lain ya. Tapi kalo ente kenal dengan si tinggi semampai Faza yang berasal dari Gresik dan kabar terakhir stay di Jogja, contact me pliz..).

Sesuatu kedua dan terakhir, yang harus segera aku selesaikan adalah…tuing…tuing…tuing…TOP SECRET! 😀 . Maklum deh, penyelesainnya nggak cuman secara adat, tapi juga agama, eh bukan ding, kok sampek bawa2 agama. Maksudku, penyelesaian yang tak hanya dengan dia, tapi juga DIA Tuhanku yang Esa. Mengharap pengampunan dan bimbinganNya untuk menjadi lebih baik lagi. Nah loh, kamu pasti penasaran masalah apa sih yang sampai harus melibatkan DIA? Eits, jangan menebak yang enggak-enggak, karena tebakan yang salah bisa menjurus pada syak, suudzon tak mendasar.

Kuakui, aku cukup sering mempertanyakan jalan takdir yang dibuatNYa. Ber-syak kepadaNya, mencoba melupakanNya, uh ampuni hamba ya Tuhan, tapi ternyata sama sekali tak bisa. Dia selalu datang setiap saat, tanpa diminta, mendekat, terus mendekat. Hingga membuatku kembali padaNya, lagi, lagi, lagi, dan lagi. capeee dee… 😉

Eh, kok jadi ngelantur ya. Well, I’ve back to my works, tandhiful bait, nyapu, ngepel, nyuci piring dll, coz its sunny day setelah berhari-berhari Malang diguyur hujan dari pagi sampai petang. Malang yang dingin semakin terasa lembab, gelap, seperti kota vampir (hallah!! ini gara2 Twilight deh, padahal ya ndak ngefan tuh sama pilemnya, kekekekek wong belom nonton, baru baca aja juga ndak terkesan amat).
Nah, nah..kok belom berhenti ngetik seh…
udah ah! bubye rumah kecilku di dunia maia 😉

5 responses to “Kepingan Masa Lalu

  1. 14 tahun masih teringat berbuat kesalahan adalah luar biasa. yang umumnya terjadi 20 tahun yang dingat telah menanm jasa pada seseorang.

    mengingat kesalahan, dan harus memperbaikinya… 🙂
    klo teringat menanam jasa, ehmmm…. keknya boleh2 aja, asal kemudian berbuat lebih baik lagi, bukannya malah menyombongkan diri 😉

  2. Hmm.. Masa lalu yg berkeping-keping ya? :D\

    banyak kepingannya Dit….
    tapi gak berserakan loh…
    dah mancep cep, kek puzzle githu 😀
    tinggal nyari kepingan masa depan 😉

  3. udah mencoba merangkai kepingan itu ?
    belah dua atau berkeping-keping…. pyar 🙂 berantakan deh.

    setiap detik, bahkan seper sekian juta detik ketika aku bernapas…
    saat itulah aku merangkai kepingan-kepingan hidupku…
    detik ini, bisa menjadi masa kini
    dan masa lalu saat berganti detik berikutnya…

    membelah kepinganx?
    rasanya aq tidak pernah dengan sengaja ingin membelah kepingan2 itu, apalagi memecahkannya…
    bukankah kepingan itu anugerah, berkatNya yang luar biasa?
    menjaganya adalah bentuk tanggung jawab dan terima kasih atas karunia jutaan, miliaran keping yang indah 😉

  4. waduh mirip ama postingan saya sekarang..intinya: teman lama dan masa lalu…paling enak memang mengingat masa lalu, yang pahit jadi lucu 😛

    mengingat masa lalu emang asik…
    hanya mengingatnya aja,
    untuk kemudian dijadikan pelajaran, tul ga?

    yupz! benner bangetz, yang dulu terasa amat sangat menyedihkan, mendayu2 kek lagu dangdut en India (sori bwt penggemar keduanya), jadi terasa ngerock abis! 😀
    well, makasih dah mampir, ntar aq liat postinganx yg mirip itu 😉

  5. Masa lalu selalu menjadi kepingan-kepingan kan, mbak? Ada kepingan yang kita ingat dan yang samar-samar dan yang terlupakan. Betapa senangnya kita kalau berhasil menatanya kembali. Bukan untuk tempat kita sembunyi dari kenyataan sekarang, tapi demi mencari inspirasi dan semangat untuk menjalani hidup dan menatap masa depan.

    he-eh mas…
    lagian, napa juga musti sembunyi dr kenyataan saat ini,
    sembunyi di masa lalu lagi! waaah…. sungguh merugi 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s