MLM Pesantren


Berapa banyak jenis multi level marketing [MLM] yang Anda ketahui?. Saya, insya Allah sudah bergabung dengan sekitar lima MLM atau lebih. Mulai dari Amway, High Desert, Melilea, hingga MLM yang namanya pun saya sudah lupa. Biasanya, saya “terpaksa” bergabung karena terlalu bosan dengan ajakan teman yang terus menerus merayu, sambil tak putus asa menunjukkan iming-iming income besar.
Innama-l-a’maalu binniyah memang benar adanya. Niatnya hanya ikut-ikutan dan agar si teman tak merecoki lagi, maka itulah yang saya dapat. Sejak bergabung, teman saya tak lagi datang dengan segala macam penjelasan dan rayuan mautnya, hidup kembali tenang. Tapi jangan tanya keuntungan bisnis, sebab saya memang tak menjalankannya sama sekali. Starter kit, brosur, dan kuitansi dari MLM tersebut masih tersimpan rapi di lemari, bersama beberapa dokumen lain, yang entah penting atau tidak. Yang jelas, masuk kategori barang yang dibuang sayang, entah sampai kapan.
Bukan berarti saya tidak suka bisnis MLM loh, ada banyak orang yang sukses menggeluti bisnis ini. Orang tua penyanyi bermata sipit Alena adalah contoh pengusaha yang sukses menjalankan Amway. Beberapa teman juga asik bermain dengan MLMi, hanya bermodalkan brosur, mencari downline, dapat income tambahan. Asik juga.
Saya hanya tahu jenis MLM sebanyak yang sudah saya ikuti. Selebihnya ya karena ada berita MLM tersebut di media, di internet, atau karena stokisnya berada di jalan utama. Hingga kemarin, saat nyalon dan memanjakan diri seharian, ngobrol dengan pemilik salon dan beberapa pelanggan lain, saya baru tahu ternyata ada satu jenis MLM yang incomenya tak kalah besar.
Menurut mereka, member MLM tak didominasi kaum proletar [seperti saya] yang berharap pemasukan besar dari bisnis sampingan tersebut. MLM tersebut mampu menarik minat para pejabat, politikus, dan artis papan atas untuk bergabung. Yang menggiurkan, MLM asli buatan putra Indonesia ini tak hanya menjanjikan kemapanan duniawi tapi juga janji-janji ukhrowi. Whew!!
Dalam bisnis MLM, biasanya Anda harus menjual dan memenuhi target tertentu untuk bisa mendapatkan pemasukan besar. Di MLM ini, Anda tak perlu menjual karena memang tak ada barang yang bisa dijual. Anda hanya perlu mengajak orang bergabung, begitu mudah, sangat gampang. Semakin tinggi jabatan dan semakin kaya orang yang bisa Anda ajak menjadi member, maka semakin besar juga pundi-pundi yang akan Anda kumpulkan. Sebab setiap member diwajibkan menyetorkan iuran 10 persen dari pendapatannya per bulan. Jika ia bergaji Rp 5 juta, maka harus menyetor Rp 500 ribu, bila berpenghasilan Rp 20 juta, minimal harus mengikhlaskan Rp 2 juta. Akan lebih baik dan afdol bila sesekali beramal dengan sodakoh beberapa juta. Bukankah semakin banyak memberi, akan mendapatkan imbalan lebih banyak lagi? Begitulah janji Allah SWT dalam kitab suci.
Bergabung dengan MLM ini juga memberi kesempatan Anda untuk mengenal para elit yang dalam kehidupan nyata tak mungkin Anda dekati. Prestise, memberikan gengsi tersendiri dan mungkin saja membuka peluang bisnis baru, who knows? rejeki tak boleh ditolak loh.
“Eh, aku ikut pengajian di pesantren ini loh. Yang ikut waaaah, pengusaha besar dan pejabat tinggi”, mungkin itu ungkapan member MLM kelas menengah kepada rekan dan saudaranya. Huh!, bukan isi pengajian yang diinget, tapi siapa yang datang. Yach, bergaul dengan kalangan atas memang memberikan kebanggaan bagi sebagian orang.
Aih, penasaran pengin ikut? gampang bangetz. Cari saja bangunan megah dengan masjid besar berhalaman luas yang dipenuhi mobil-mobil mewah, mulai dari station tangguh buatan Toyota seperti Landcruiser, Harrier, dan Fortuner hingga sedan-sedan elegan ala Jaguar, Camry, dan Mercy [wkekekekek, saya belon pernah duduk di joknya tuh. tapi ntar pasti punya deh, insya Allah, euh! 😉 ]. Nah, jika Anda beruntung akan ada tulisan besar di pintu gerbang masuk area tersebut dengan kata pertama “PESANTREN”.
“Tidak akan terlihat jika hanya ikut sesekali, apalagi saat pertama datang. Tapi akan terasa aroma busuknya ketika kita sudah bergabung minimal 2 bulan. Saat itu, secara terang-terangan Gus pemimpin pesantren meminta upeti dari santrinya,” kata si mbak sembari menggosokkan peeling di kepala saya usai keramas.
“Ah, yang benar?”
“Iya. Lha makanya yang datang para pejabat, sampe pejabat provinsi dan pusat. Itu karena ada broker yang bertugas cari member, dia dapat fee dari situ. Makanya usai pengajian, biasanya mereka diingatkan untuk tidak pelit bersodakoh ke sana biar dosa-dosanya terhapus. Lha klo kasih duit aja trus dosa kita ilang, ya paling enak jadi orang kaya dunk. Makmur di dunia, tentram di surga,” ucap si mbak sembari memberi isyarat kepada saya untuk beranjak ke tempat membilas rambut, menghilangkan peeling untuk menuju proses treatment selanjutnya.
Agama, saat ini memang kian populer. Namanya disebut dimana-mana. Bukan karena pengikutnya memahami agama dengan keberagamaannya, tapi menjadikannya alat kampanye untuk mendulang suara dan harta sebanyak-banyaknya.

==> selain oknum yang mendulang rupiah lewat agama, masih banyak orang yang memang mendedikasikan diri untuk menyebarkan ajaran Tuhan, ikhlas, sepanjang hidupnya.

One response to “MLM Pesantren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s