Kartini dan Tren Buku Wajah


Seorang ibu, menjelang 50 tahun, berwajah cantik, berkulit mulus dan putih, membuat karyawan di sebuah klinik kecantikan langganan saya kebingungan dengan pertanyaannya yang aneh, “Apa klinik tersebut punya koleksi ‘buku wajah’ yang saat ini banyak diperbincangkan orang”.

“Siapa penulisnya? Gusnaldi ya Bu?,” tanya karyawan perempuan berusia sekitar 22 tahun tersebut. Gusnaldi adalah make up artist ternama yang beberapa kali meluncurkan buku panduan kecantikan, Dewi Sandra adalah salah satu yang menjadi cover bukunya.

Baca lebih lanjut

[mengkudeta] hati


heartAllah SWT menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk [fi ahsani taqwiim], dengan kombinasi otak yang mengatur semua kegiatan motorik dan hati yang menjadi pengendali serta kontrol untuk ego dan logika. Hati, tempat kita bertanya untuk beberapa hal yang terkadang tak bisa dianalisis, dimengerti, dan dijelaskan oleh logika.

Hati akan menjawab dengan jujur, apa adanya, menerangkan sejelas-jelasnya, semuanya, tak ada yang ditutup-tutupi, dikurangi, atau dilebihi.
Hati seringkali menjawab tanpa kita minta, menjelaskan meski tak kita butuhkan. Walau diabaikan, ia tetap teguh bertahan, menjadi kawan yang selalu mengingatkan.
Hati tak akan mengeluh, putus asa, atau menyerah untuk berkata jujur dan transparan. Sampai kapanpun, ia akan tetap sama sebagaimana diciptakan Yang Kuasa, sebagai segumpal darah yang mewakili keseluruhan sifat manusia.

Hatiku selalu memberitahuku tentang sesuatu, apakah itu baik atau buruk untukku. sering aku mendengar dan mematuhi anjurannya. walo tak jarang berdebat, bahkan menyangkal paparannya

kejujuran hati terkadang menyakitkan. kebenaran yang diungkapkannya menyedihkan, hingga ia ditinggalkan, sendirian, tak didengarkan..
beberapa hari lalu aku menyembunyikan hatiku dalam kotak besi, tertutup dengan rangkaian kunci kombinasi. lalu menaruhnya dalam laci tersembunyi, hingga tak seorangpun bisa mencari, apalagi menemui.
aku, aku melakukan kudeta. memberontak pada hati, melawan akal dan logika. tunduk pada perintah nafsu, menikmati ilusi palsu…
hatiku berteriak, aku diam
hatiku menjerit, aku bergeming
hatiku diam, aku kelabakan
hatiku pasrah, aku menangis berdarah-darah
menyadari semua khilaf dan salah…
ah…..


cintaku [saat ini, nanti, selamanya]


pernahkah  kamu mendustai hati
mengkhianati rasa cinta
menghilangkan, tak mau mengakui keberadaannya?
aku pernah.

itu dulu, saat cinta terasa seperti beban
kala sayang terlihat bagai tekanan
aku mengingkarinya
tak mau mengakui, apalagi mengingat
bahkan sedetik dalam mimpi

tapi tahukah kamu?
cinta tak akan pernah berhenti memberi
cinta tak akan pernah lelah mencintai
tak akan putus asa mengasihi
meski tak diakui, ia akan selalu hadir untuk menyadarkan hati

itu, itu yang dilakukan cintaku
beribu kali aku menolaknya
sejuta kali ia memberi
semakin aku tolak, semakin ia mencintai, lebih…

ah, aku tak bisa menghindar lagi
untuk bertemu dengannya
bernostalgia
sembari merenda kisah dan kasih masa depan

[eh, ini nich cintaku….pondok yang membesarkanku, yang keberadaannya akan selalu ada di hati dan sanubariku…]

hunny-aisyah21