[mengkudeta] hati


heartAllah SWT menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk [fi ahsani taqwiim], dengan kombinasi otak yang mengatur semua kegiatan motorik dan hati yang menjadi pengendali serta kontrol untuk ego dan logika. Hati, tempat kita bertanya untuk beberapa hal yang terkadang tak bisa dianalisis, dimengerti, dan dijelaskan oleh logika.

Hati akan menjawab dengan jujur, apa adanya, menerangkan sejelas-jelasnya, semuanya, tak ada yang ditutup-tutupi, dikurangi, atau dilebihi.
Hati seringkali menjawab tanpa kita minta, menjelaskan meski tak kita butuhkan. Walau diabaikan, ia tetap teguh bertahan, menjadi kawan yang selalu mengingatkan.
Hati tak akan mengeluh, putus asa, atau menyerah untuk berkata jujur dan transparan. Sampai kapanpun, ia akan tetap sama sebagaimana diciptakan Yang Kuasa, sebagai segumpal darah yang mewakili keseluruhan sifat manusia.

Hatiku selalu memberitahuku tentang sesuatu, apakah itu baik atau buruk untukku. sering aku mendengar dan mematuhi anjurannya. walo tak jarang berdebat, bahkan menyangkal paparannya

kejujuran hati terkadang menyakitkan. kebenaran yang diungkapkannya menyedihkan, hingga ia ditinggalkan, sendirian, tak didengarkan..
beberapa hari lalu aku menyembunyikan hatiku dalam kotak besi, tertutup dengan rangkaian kunci kombinasi. lalu menaruhnya dalam laci tersembunyi, hingga tak seorangpun bisa mencari, apalagi menemui.
aku, aku melakukan kudeta. memberontak pada hati, melawan akal dan logika. tunduk pada perintah nafsu, menikmati ilusi palsu…
hatiku berteriak, aku diam
hatiku menjerit, aku bergeming
hatiku diam, aku kelabakan
hatiku pasrah, aku menangis berdarah-darah
menyadari semua khilaf dan salah…
ah…..


7 responses to “[mengkudeta] hati

  1. Apa ya asbaba al-nuzul dari postingan ini?
    😀

    *usil mode on, tapi swear, it works!

    asbabu-nuzulnya? adddda dwech…. 😉
    klo pun diceritain ente jg gak ngeh, hehehehe…..
    soalNa ga bisa dipilsapatin 😀

  2. Uh.. ini bagus dan natural sekali..

    Ada yang menggelitik: “aku, aku melakukan kudeta. memberontak pada hati, melawan akal dan logika.”

    Sering kali hati justru merupakan “moral guardian” unuk kita melawan akal dan logika yang bisa berpikir lain.. Tapi jika kita sampai melawan ketiganya (hati, akal dan logika), hm pastinya ini sebuah kesalahan yang nyata..

    Bersyukurlah, kita yang masih bisa menyadari sebuah khilaf dan salah.. Itu mereflesikan kita masih punya hati yang berfungsi dengan baik..

    Kita semua adalah manusia biasa.. 🙂

    alhamdulillah, bisa menyadari khilaf…
    semoga bisa belajar darinya, dan terpenting tidak mengulangi lagi…
    ya kan pak.. 🙂

  3. salam kenal ya
    gmana cara mengkudeta hati ku 🙂

    salam kenal juga ya….
    aduh, duh….
    Nurul, jangan mencoba2 untuk mengkudeta hati ya…. 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s