If U Love Me, Then I’ve All I Need


“Do You Love Me?”
“Yes, I Love U”
“Then I’ve all I need”

bagaimana rasanya jika seorang yang Anda sayangi pergi tanpa penjelasan?
ia menghilang begitu saja, wusss…sekejap mata berkedip, secepat itu juga keberadaannya tak dapat diketahui.

Seorang wanita (Aleen, kalo tak salah namanya dalam film yang saya lupa judulnya) sedih, kecewa, [dan mungkin marah] saat mendapati suaminya tak pulang ke rumah, hilang. Puluhan pertanyaan berkecamuk di kepalanya, kemana belahan jiwanya . Pergi bersama selingkuhannya, diculik, atau?. FYI, suaminya pernah memiliki affair dengan sekretaris kantor, yang kemudian diputus atas permintaan Aleen.

Dalam ketidak pastian, Aleen memberanikan diri dan menabahkan hati menemui “mantan pesaingnya”, si sekretaris. Tak seperti prediksi dan ketakutan sebelumnya, bapak dari anak-anaknya tak ada di rumah perempuan itu. Dan berbeda dari dugaannya, ia tak merasa sakit hati usai pertemuan itu, bahkan mungkin kunjungan itu akhirnya mengobati rasa perih yang ia rasakan kala mengetahui suaminya membagi hati, dulu.
“I Love him and she admires him” adalah kesimpulan yang ia buat.

Tapi tetap saja hatinya bertanya, menduga, menebak apa yang sebenarnya terjadi sembari berjuang  agar tetap berpositive thinking sementara puluhan pikiran dan dugaan negatif mendesak untuk menyeruak, masuk, menguasai pikirannya.

Singkat cerita, suaminya memang diculik dan dia diminta untuk menyerahkan tebusan senilai USD 10 juta. Aleen memutuskan untuk memenuhi permintaan si penculik, namun sang suami tak jua kembali. Ya, dia sudah dibunuh.

Tak berapa lama dari penemuan mayat sang suami, Aleen menerima surat yang isinya mengingatkan percakapan mereka dulu, dulu sekali, di suatu malam, dalam suasana romantis, sebelum tidur (percakapan itu seperti yang saya tulis di awal tulisan).  “If you love me, then I’ve all I need”.

Membaca itu, Aleen tersenyum.
suaminya pergi dengan hati yang tetap mencintainya, miliknya, tak berpaling.

MOraL cERIta : Katakan cinta kepada pasangan dan belahan hati Anda, sekarang juga, nanti, selamanya, sebelum semuanya terlambat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s