Dijual Mahal, Lebih Laku!


Sore tadi (Jumat, 21/08/09), saya bertemu dengan pelaku UKM binaan salah satu BUMN di Malang. Si bapak menceritakan sukses marketingnya berkat memajang produknya di blog gratisan [termasuk punya saia ini juga gretongan yakz? 😀 ]. Pemasarannya menjangkau Bandung, Jabodetabek, Pontianak, Mataram, Sumbawa, hingga Batam.  Seluruh buyer baru itu dia peroleh dari kunjungan di blog, sounds great dan layak untuk ditiru hwehehe 😉

Tapi bukan itu yang menarik dan membuat batin tergelitik, melainkan ceritanya saat suatu ketika ia mengikuti sebuah pameran UKM di Jakarta. Seperti biasa, ia membawa aneka produknya seperti keripik tempe, nangka, apel, dll, dan tetap menjual dengan harga pasaran biasanya, Rp 5000 per kemasan.

Hari pertama pameran, sangat sedikit pengunjung yang membeli keripiknya, hingga ia disarankan oleh salah satu rekan peserta pameran untuk menaikkan harga jual. “Loh, kenapa harus dinaikkan? dengan harga Rp 5000, saya sudah untung. Masak harus naik,” katanya.

Tapi kemudian ia mencoba mengikuti saran itu, dan menaikkan harga menjadi Rp 7500 per kemasan di pameran hari kedua. Cukup mengagetkan, penjualan meningkat dibanding hari pertama. Hingga kemudian ia sengaja memasang bandrol Rp 10 ribu per kemasan di hari ketiga, dan tahukah Anda? semua dagangannya ludes hari itu juga. hahahaha… dasar konsumen kita, masih berpikiran  kalo harga mahal selalu lebih berkualitas  dari yang murah. So, beli aja yang mahal, karena pasti lebih bagus. iya to :p

“Ini riil mbak, saya juga heran. Karena pengalaman itulah saya memasang harga berbeda di setiap pameran yang saya ikuti. Melihat karakter konsumennya”.

Ketika saya menceritakan cerita ini kepada anggota teen-gank di kotak super girl di kantor, dinda-teen langsung nyeletuk membenarkannya. “Iya mbak, salah satu produsen kopi di Malang dimarahi sama distributornya saat ia menjual dengan harga lumayan murah dan terjangkau. Katanya, ntar nggak bakal laku, orang menengah ke atas lebih suka beli dengan harga mahal. Ya udah deh, produknya dijual mahal dan laku!”.

nah, bagaimana dengan Anda? 🙂

5 responses to “Dijual Mahal, Lebih Laku!

  1. Kayaknya, kalau mau cepat ‘laku’ memang harus jual mahal kali ya? 😛

    hahahahaha…. dasar HP!
    iyo wes, jual mahal dweh…… 😀
    biar makin laris manis :))

  2. ah bukan karena faktor harga yang dinaikkan.. kecenderungan pengunjung pameran memang lebih banyak pada hari ke dua dan seterusnya, hari pertama bisa dijamin lebih sepi..

    bisa jadi…

  3. Ini salah satu tips dalam Marketing Revolution yang ternyata terbukti di lapangan. Tapi memang tidak untuk semua produk kali ye…Kalau untuk produk yang harganya sudah terang benderang strategi ini tidak bisa diterapkan. Misalnya, harga Coca Cola di mana2 kan standar (kecuali di cafe, he he…). Strategi ini cocok untuk produk yang tidak umum dan belum ada standarnya.

    iyupz mas….

  4. ya begitulah orang Indonesia yg sok kaya,mbak

    hwehehe…..
    iyupz, sebagian emang suka berpikiran kayak gitu…
    btw, makasih dah mampir ya mba…. 🙂
    jangan bosen2 loh, balik lagi ke sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s